Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
46


__ADS_3

pagi ini Sintya mengantar intan ke kampus dulu baru ke kantor nya .


" Tan Lo sarapan dulu" teriak Sintya kepada intan yang berada di kamar


intan menuruni anak tangga namun intan hari ini suasana wajah nya terlihat beda gak seperti biasa nya. seperti lagi ada masalah besar.


" Lo kenapa? " tanya Sintya


" gak papa " ucap intan datar


" hhmm ya udah sarapan dulu nanti gue yang antar Lo ke kampus "


" hhm" cuman itu sahutan intan


Sintya merasa beda dengan sahabat nya hari ini namun dia gak mau nanya takut intan tambah marah.


" gue ambil tas dulu " ucap intan dengan menyudahi sarapan nya


" iya gue tunggu di mobil " Sintya pun juga menyudahi sarapan nya dan beranjak berjalan keluar menuju mobil


" bi saya berangkat ya"


" iya non..."


cukup lama Sintya di dalam mobil menunggu intan.


" apa lagi yang bikin kamu gak siap , ini sudah terlalu lama" terdengar perkataan intan saat masuk mobil, seperti geram kepada orang yang di telpon nya entah siapa yang menelepon nya Sintya juga gak tahu


"apa kamu tidak mengerti, kamu sudah memiliki semua yang kamu mau, terus mau apa lagi kamu? harus sampai kapan aku menunggu " ucap intan kembali


Sintya di samping nya hanya terdiam melihat sahabat nya itu marah marah


" dengan siapa intan marah, apakah pacar nya? hhm tapi setahu ku intan gak punya pacar" ucap Sintya dalam hati


intan mengakhiri telepon dan hanya terdiam di dalam mobil seperti orang yang benar benar kesal .


" Lo kenapa? kalo ada masalah cerita aja sama gue! "

__ADS_1


intan hanya menggeleng kepala nya dan membalikkan tatapan nya ke jalan. Sintya tidak mau memaksa sahabat nya untuk cerita mungkin saat ini intan belum siapa cerita kepada sintya.


mobil Sintya berhenti di depan kampus nya intan.


" nanti kalo pulang gue jemput"


" hhm." ucap intan sambil membuka pintu


di lain tempat


Revan, Heri dan raga sudah berada di depan kantor sedangkan dini masih saja terlambat karena dia harus siap kan berkas dulu .


" kita langsung masuk ke dalam ruang metting aja" ucap Revan


mereka pun masuk ke dalam ruang metting di dalam sudah ada para karyawan di situ yang sudah menunggu . " maaf telah menunggu lama" ucap Revan tegas dan berwibawa. bagaimana tidak menunggu lama jadwal metting jam 7.30 dan sekarang sudah jam 8.15. cuman karena menunggu dini dan Heri dan semua nya harus ikut ikutan menunggu


tok..tok..tok.. terdengar suara ketukan pintu


" permisi " ucap dini masuk kedalam ruangan itu. semua orang di dalam itu tercengang kepada dini bukan karena kagum namun karena pakaian nya . dia saat ini menggunakan baju hem coklat dengan rok nya sangat minim . Revan langsung geram melihat tingkah nya " apa apaan ini dia pikir kantor ini apa" ucap Revan dalam hati.


" her emang Lo gak bilang kalo metting harus pakai celana panjang ?" ucap raga berbisik kepada Heri


" lihat muka Revan dia seperti lagi menahan marah " ucap raga


" permisi ... saya telat " ucap dini yang langsung duduk di samping nya raga karena cuman di situ yang ada kursi kosong


" eh Lo apaan pakaian rok kaya gitu, kita metting bukan jual diri " ucap raga asal ceplos


dini yang mendengar ucapan raga langsung kesal dan menatap raga tajam


" gak usah liat gue kaya gitu, liat muka Revan aja di lagi menahan marah, hati hati habis ini dia yang marah " ucap raga yang hapal betul dengan ekspresi wajah sahabat nya


dini yang mendengar ucapan raga jadi agak takut " emang salah gue dimana? " tanya dini dalam hatinya " seperti nya orang di sini gak suka banget sama gue"


Heri yang juga berada di sebelah raga juga menatap tajam kepada dini entah apa yang ingin Heri bicarakan .


" gak usah liat liat gue urusan kita belum selesai "ucap dini kepada Heri

__ADS_1


metting sudah berjalan hampir satu setengah jam dengan panjang lebar Revan menjelaskan dan mencari tahu permasalahan di kantor ini dan akhirnya dia mengakhiri metting itu .


" sekian topik hari ini . atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih " ucap Revan


semua karyawan dan staff kembali ke ruangan nya saat raga, Heri dini beranjak dari tempat duduknya


" kalian di sini aja dulu " ucap Revan datar


mereka pun menuruti ucapan Revan " saya ingin bertanya kepada dini dan Heri! "


" kenapa kalian terlambat ?


" saya tadi malam Tidur tidak begitu nyenyak, banyak hal yang terus membuat saya terbangun, mulai dini tidur berjalan dan sampai dia pindah tidur di tempat saya" ucap Heri menjelaskan


dini yang mendengar semua ucapan dini langsung terdiam menunduk "apa benar yang di ucapkan lelaki itu? tapi kalo memang benar dengan semua itu tidak seharus nya juga dia bicara kan di sini! dia ingin membuat ku malu aku akan beri nya pelajaran habis ini "


raga yang juga mendengar ucapan Heri langsung tertawa lepas dan menatap ke arah dini " haha Lo punya kebiasaan tidur berjalan ? untung Lo ada Heri kalo gak mungkin Lo tadi malam sudah berada di hutan " ucap raga tertawa " terus Lo terlambat bangun karena ke enakkan di peluk Heri"


dini langsung menatap raga tajam begitu tajam " maaf kan saya pak !" ucap dini pelan


" saya kesini membawa kamu untuk berkerja bukan untuk jalan jalan atau senang o , seharus nya anda tahu harus berpakaian seperti apa harus berpakaian baik dan sopan bukan seperti orang yang ingin berjualan diri ! kalau kamu ingin jalan jalan dan bersenang senang silahkan setelah ini kamu langsung bisa bikin surat pengunduran diri " ucap Revan tegas dan lantang nya


Heri langsung memalihkan pandangan nya kepada dini, seperti nya kali ini Heri kesihan kepada dini .


" iya saya tahu salah! setelah ini saya akan ganti rok saya " ucap dini dengan membela diri


" oke.. kalo begitu sekarang kita makan dulu baru kita lanjut kerja memantau keadaan di lapangan " ucap Revan dan berjalan untuk keluar


dini saat ini terlihat sedih dan berjalan pelan seperti orang putus asa


" gak usah sedih, gak usah di pikirkan ucapan Revan itu " ucap Heri yang berjalan di sebelah dini


" gak Lo gue mau ganti ke kamar ganti baju Lo aja yang makan " ucap dini dengan meninggalkan Heri


" dasar cewe keras kepala, di bilangin lembut salah di bilangin kasar juga salah " ucap Heri kesal dalam hati


++---------------BERSAMBUNG------------

__ADS_1


maaf ya author baru update hari ini


jangan lupa like, komen dan vote nya


__ADS_2