Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
Bab 5


__ADS_3

hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga besar Wahyu Arya Saputra dan keluarga Handoko karena hari ini adalah hari pernikahan Sintya putri dan Revano Saputra anak satu satu nya dari pasangan Wahyu Arya Saputra


di dalam kamar sudah terlihat Sintya yang begitu cantik dengan kebaya berwarna coklat dan make up nya yang begitu cantik.. pagi ini mereka melangsungkan pernikahan nya dulu baru selesai pernikahan di lanjut dengan resepsi nya


"sin kamu cantik banget " teriak intan


" Tan aku takut" rengek Sintya


" apa yang di takutkan sih sin ini ada lah hari pernikahan kamu"


tok...tok...tok...


terdengar suara ketukan pintu dan di buka oleh intan ternyata yang datang adalah ibunda nya Revan


" sayang akad nikah nya sudah. mau di mulai" ucap bunda lili


" iya mah"


" mertua Lo baik banget kaya lagi" bisik intan dengan suara pelan


Sintya cuman menyenggol intan sambil berjalan menuruti tangga..


di bawah sana terlihat banyak orang yang memghadari akad nikah nya dan pandangan Sintya sekilah melirik kepada dua laki laki tampan dewasa dan anak kecil


di sana terlihat Revano yang memakai jas berwarna coklat dan Aldo mamakai jas berwarna kecil


" om itu ternyata emang ganteng banget sin" ucap intan


" hhmmmm... " intan menarik napas panjang


" kalo Lo gak mau nikah gue mau kok gantiin Lo" canda intan


Sintya pun duduk di sebelah nya Ravan


" apa acara nya bisa kita mulai " ucap penghulu


" silahkan " jawab Arya


"saya nikahkan Sintya putri binti Handoko dengan Revano Saputra dengan mas kawin 20 gram emas di bayar tunai " ucap penghulu


"saya terima nikahnya Sintya putri binti Handoko dengan mas kawin 20 gram emas di bayar tunai" ucap Revan tanpa ada salah kata sedikit pun


" bagaimana para wali sah " tanya penghulu


saahhh


Alhamdulillah


Revano pun memasang kan cincin ke tangan nya Sintya sebalik nya Sintya tapi dengan wajah menunduk nya Sintya


karena Sintya masih tidak menyangka dengan semuda ini dia udah menjadi istri dengan 1 orang anak


hari menunjukkan pukul 19.00 dan sekarang melangsungkan resepsi pernikahan Sintya dan revan tidak banyak tamu undangan yang di undang cuman orang orang penting nya Revan saja bahkan Sintya tidak satu pun mengundang teman teman nya kecuali intan sahabat nya


acara itu terlihat sangat mewah dengan dekorasi berwarna biru nya dan para tamu saling menyalami mempelao itu


" selamat ya ..."


terima kasih


dan hari pun sudah terlalu larut malam sudah menunjukkan pukul 23.30 para tamu juga udah para pulang


" pah papah malam ini tidur dimana " tanya Aldo


" papah tidur di rumah kamu Sama Oma dan opa ya" jawab Revan ( kayak nya mau malam pwertaman nih)


" mami jaga papah ya ' kata Aldo


Sintya langsung janger mendengar anak ganteng itu memanggil dia mami berarti dia udah menerima Sintya


"iya sayang "


" kamu gak menginap disini " terdengar suara serak lelaki iya Daddy nya Revan

__ADS_1


" gak ded kami langsung pulang aja besok aku ada metting " jawab Revan dengan santai


dalam hati Sintya " acara kaya gini dia tetap mikirin pekerjaan nya dasar cowok dingin"


Sintya dan Revan berpamitan untuk pulang Sintya tidak tau dia mau di bawa Revan kemana dia ikut aja


mobil mewah itu pun berlaku dengan jalan standar Sintya cuman hanyar diam mematung di dalam mobil Revan pun tidak menoleh ke dirinya seperti orang tidak kenal


" dengan orang tua dan anak nya dia bisa bersifat begitu manis dan lembut.. tapi bagaimana dengan aku,,, hhhmm " hati nya berkata sambil menarik napas panjang


mobil mewah itu memasuki halaman yang sudah di buka gerbang oleh penjaga rumah itu dan rumah itu sangat lah besar dan mewah bagaikan istana


Revano menuruti mobil dan berjalan masuk ke dalam dengan di ikuti oleh Sintya


" sepi tidak ada siapa siapa" gerutu Sintya


Sintya terus mengikuti jejak jalan nya Revano karna dia masih bingung dengan keadaan rumah itu dan tidak ada satu pembicara yang keluar dari Revano


" di-- sini apa tidak ada pembantu" tanya Sintya dengan pelan


" buat apa saya menikah kalo sudah ada pembantu" jawab Revan dengan angkuh nya


Sintya yang mendengar perkataan Revano itu langsung melotot


" kalo begitu bagaiman aku harus mengatur waktu kerja, dan kuliah aghh sungguh menyebalkan " gerutu Sintya dalam hati


buat apa saya menikah kalo sudah ada pembantu" jawab Revan dengan angkuh nya


Sintya yang mendengar perkataan Revano itu langsung melotot


" apakah dia menikahi aku cuman buat di jadikan pembantu, atauuuu dia mau balas dendam karna kejadian di mall itu,, hhhmmmm ya Tuhan beri aku kesabaran menghadapi lelaki ini" ucap cemas Sintya dalam hati


mereka pun menaiki tangga menuju kamar sesampai nya di dalam kamar terlihat kamar yang begitu mewah dan besar yang tertata sangat rapi


" lalu siapa yang merapikan kamar ini kalo gak ada pembantu " tanya Sintya dalam hati


" aku mau mandi " ucap Revan dengan datar


" Iyya " sahut Sintya


akhirnya Sintya selesai mandi jam sudah menunjukkan jam 12 malam Sintya terasa capek banget dengan acara hari ini


" maaf tuan apakah ada kamar kosong buat ku" tanya Sintya


" ada tapi tidak ada kasur " jawab Revan dengan sambil memainkan leptop nya


" terus saya tidur dimana "


" ya di sini " jawab Revan dingin


" tapiii .. saya belum siap" ucap Sintya dengan terbata bata


" silahkan kau tidur di kursi " ucap Revan tanpa menglihat Sintya


(benar benar dingin si Revan ini)


Sintya pun tidur di kasur beberapa menit dia pun sudah terlelap karna kecapean dan Revan pun segera menutup leptop nya dan sebelum tidur Revan melirik ke arah Sintya yang sudah terlelap


matahari sudah mulai terlihat di celah celah membuat Sintya terbangun dari tidur nya dan di lihatnya jam sudah pukul 6.30. dilihat nya di sig bad sudah kosong dan tertata rapi


" kemana laki laki itu apa di udah berangkat kerja " ucap Sintya


dia pun menuruni tangga mencari apa masih ada orang yang punya rumah tapi di sana terlihat sangat sepi


" pak " panggil Sintya kepada pak Joko


pak Joko adalah penjaga rumah dan tukang kebun di rumah ini


" iya non" sahut pak Joko


" apakah pak Revan sudah berangkat "


" sudah non tuan berangkat sangat pagi sekali tadi"

__ADS_1


" ya udah makasih pak" ucap Sintya sambil masuk kedalam rumah


" hhmmmm sudah berangkat tapi kok gak bangunin saya, ya udah lah kenapa aku harus peduli sama lelaki seperti itu " ucap Sintya


Sintya pun mandi dan setelah mandi dia langsung siap siap berangkat kerja dan memesan ojek online nya


----------🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹-----


30 menit di perjalanan dengan objek online akhirnya Sintya sampai di tempat kerja nya yang paling pertama menyambut kedatangan Sintya di kantor adalah Andre


" pagi sin... kemana aja sih beberapa hari ini kamu gak masuk kerja"


" gue banyak urusan maka nya gak masuk kerja" jawab Sintya dengan kecus nya


" entar siang makan siang barang ya"


" hhmm cuman makan siang kan"


" iya cuman makan siang aja"


" hhmm baik lah "


" yes yes " kata Andre dengan senang nya akhirnya Sintya mau di ajak makan


" sinnn... kamu di cari ibu indah tuh" ucap Bella teman akrab nya Sintya


" hah.. kenapa???"


"gak tau tuh di tunggu di ruangan nya";


Sintya pun berjalan ke lantai atas ke ruangan ibu indah


tok.. tok..tok


masuk...


" permisi Bu apa ibu memanggil "


"iya . kemana kamu beberapa hari ini kok gak ada kabar"


" maaf Bu saya tidak mengabari saya beberapa hari kemaren ada urusan mendadak"


" baik lah karena kamu kemaren gak masuk kerja Jadi banyak kerjaan kamu yang menumpuk. kamu bisa kan kerja sekarang"


" oh iya bisa saya permisi"


Sintya pun keluar dari ruangan ibu indah


'' huh banyak sekali ini apa kah bisa selesai hari ini" ucap Sintya


-------🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷------


di lain tempat Revano sedang di parkiran menunggu Aldo pulang sekolah


" papah.."


" hallo sayang gimana kabar kamu" sambil menggendong aldo menuju mobil


" baik pah oh ya mami gimana kok gak jemput aku " tanya Aldo


Revano terdiam sebentar karna dia tidak dapat bicara sama Sintya waktu berangkat kerja


" mami lagi sibuk kerja sayang" begitu manis Revan dengan anak nya


mobil pun melaju menuju rumah kediaman orang tuanya untuk mengantar aldo. sesampai di rumah


" Revan gimana. kabar kalian" tanya bunda lili


" baik bun"


" kalian bahagia kan sayang "


Revano cuman mengangguk dan langsung berpamitan sama bunda

__ADS_1


" Bun Aldo langsung kembali ke kantor ya'


"baik lah hati hati di jalan.. salam buat mantu bunda"


__ADS_2