Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
173


__ADS_3

Sintya pun berangkat dengan taksi yang sudah menunggu di depan rumahnya Revan


"mau kemana kita nyonya?" tanya supir taksi itu


"hotel pelita pak" jawab Sintya yang ingin menenangkan diri di hotel tanpa orang tahu keberadaan dia


"baik nyonya" ucap supir itu


supir itu pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel pelita hotel berbintang 5 di kota itu. di dalam mobil Sintya hanya terdiam dengan tatapan kosong


"nyonya..? " panggil supir taksi itu


"hah ada apa pak?" tanya Sintya


"apa nyonya ada masalah? dari tadi nyonya hanya melamun" ucap supir taksi itu


"tidak ada pak, saya hanya kelelahan" jawab Sintya yang berusaha menutupi masalahnya kepada orang lain, kalo sampai dia cerita kepada ornag lain itu Sam saja di menghancurkan karir dan kehormatan keluarga nya revan, semua orang pasti kenal dengan keluarganya Revan


"kita sudah sampai tuan" ucap supir taksi itu


"ini pak uang nya ambil saja kembaliannya"


"makasih nyonya, sini biar saya bantu bawain koper nyonya"


"tidak usah pak, bapak langsung pergi saja " ucap Sintya


"baik nyonya, sekali lagi terima kasih banyak"


"iya pak"


supir taksi itu pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan sintya langsung masuk ke dalam lobby hotel


"selamat malam, apa ada yang bisa di bantu" sambutan dari resepsionis hotel itu


"saya mau pesan kamar mba"


" untuk berapa malamibu?" tanya resepsionis itu


"untuk 3 malam"


"baik ibu silahkan di tunggu dulu" resepsionis itu langsung mengisi berkas indentitas Sintya yang tertera di KTP


" ibu ini kunci kamar nya" ucap resepsionis itu sambil menyerahkan kunci kamarnya


"terima kasih mba" Sintya pun berjalan menuju kamar lift yang akan mengantarkan dia ke lantai atas


.


Clek... Sintya membuka pintu kamar hotel itu dan kembali menutup nya.


"huh." dia membuang napasnya dan melemparkan badannya kekasir berwarna putih


tiba-tiba Sintya terbangun untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, tidak ada pesan yang masuk dan akhirnya dia memutuskan untuk menonaktifkan ponsel nya


" maaf aku ingin tenang" ucap Sintya sambil mematikan ponselnya


"selingkuhan.... hhm selingkuh itu ibaratkan penyakit yang paling berbahaya, yah namanya penyakit yang berbahaya sangat susah untuk di obati walaupun di obati sewaktu-waktu akan kambuh lagi" ucap sintya dengan tatapan kosong keatas langit-langit kamar hotel itu.


lain hal nya dengan Revan ...

__ADS_1


Tut...Tut..." Revan berusaha menghubungi Sintya untuk menanyakan keberadaannya namun WhatsApp nya tidak aktif.


Revan kembali menghubungi lewat telpon biasa ...


"maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi beberapa saat lagi"


"kemana sih kamu kok nomornya di matiin" ucap Revan yang mulai cemas dengan keberadaan Sintya


"Tut...Tut...Tut..."


Tut...Tut..tut...


"hallo" terdengar suara cewe dari balik telpon


"hallo mah, nih aku Revan" ucap Revan kepada mamah nya Sintya


"iya kenapa Van?" tanya mamah nya


"ada Sintya gak mah?" tanya Revan


"gak ada.. bukan nya Sintya malam ini menginap di rumah orang tua


"iya tadi nya nginap di sini tapi kami lagi ada masalah sedikit terus kata nya dia mau menenangkan diri dulu, aku pikir dia pulang ke rumah " ucap revan


"Sintya gak pulang kerumah dan Sintya juga gak ada nelpon mamah, memangnya kalian ada masalah apa? apakah masalah nya serius?" tanya mamah nya Sintya


" maaf mah untuk saat ini aku gak bisa jelaskan permasalahan aku dengan Sintya "


"baik mamah gak akan maksa, kamu sabar saja dulu mungkin Sintya handphone nya lagi habis baterai, nindi sama siapa?" tanya mamah Sintya


"nindi sama mamah aku mah"


"iya mah, ya udah telpon nya aku matiin ya mah" revan pun menutup telpon


"iya Van"


Revan langsung menghempaskan badannya di kasur empuk milik nya


"kemana kamu? aku minta maaf" ucap Revan yang sudah menyesali perbuatannya


malam sudah mulai larut Revan belum juga dapat kabar dari Sintya, karena badan juga terasa lelah dia pun terlelap.


keesokan harinya


Revan terbangun lebih awal karena dia masih kepikiran dengan sintya, di raih nya ponsel yang terselip di badannya.


"kamu kemana sih, kok sampai sekarang masih gak ada kasih kabar aku" ucap Revan sambil menatap foto Sintya yang ada di layar ponsel nya


jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Revan sudah siap menggunakan baju kantor nya


"morning mah" sapa Revan kepada mamahnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk orang di rumah itu


"morning..."


"aku berangkat ya mah" ucap revan


"eh tunggu sebentar kamu sarapan dulu dan ada yang mau mamah omongin sama kamu" ucap mamah nya


" apa mah, aku lagi gak nafsu makan "

__ADS_1


"duduk makan roti dan minum susu kamu"


dengan berat hati revan mengikuti perintah mamah nya


"mau nanya apa mah?" tanya Revan


"apa kamu sudah dapat kabar dari Sintya?"


"belum ada mah.. maka nya aku mau berangkat lagi mau cari Sintya " jawab Revan


" mamah mau kamu hari ini pecat selingkuhan kamu itu"


"dia buka selingkuhan aku mah" Revan membantah dengan ucapan mamah nya


" lalu apa kalo bukan selingkuhan, kamu sudah tidur berdua. kalo mengingat wanita itu membuat mamah tinggi darah" ucap mamah nya geram


"itu hanya kecelakaan mah kejadian tidak aku sangka juga"


"tidak di sangka tapi kamu keadaan sadar kan?" tanya mamah nya


"iya mah "


"itu arti nya kamu juga menikmati.. pokok nya apapun alasannya kamu harus pecat wanita itu, nanti mamah akan mencari tahu di kantor kamu, kalo kamu tidak memecatnya mamah yang akan kekantor untuk memecat wanita itu, jangan sampai mamah bikin malu kamu dan wanita itu di kantor kamu Van" ancam mamahnya kepada revan


"iya mah, nanti aku ikuti ucapan mamah, dah aku berangkat" revan pun langsung berpamitan


" cari Sintya sampai dapat kalo kamu gak bawa Sintya pulang kamu juga gak boleh pulang" teriak mamah nya kepada Revan


" iya mah..." jawab Revan yang sudah di depan pintu


"ada apa sih mah? pagi-pagi sudah teriak-teriak" ucap papah nya Revan yang baru keluar dari kamar nya


"anak kamu tuh bisanya cuman bikin pusing" ucap mamah nya


" anak aku berarti juga anak kamu kan?" ucap papahnya sambil tersenyum


"udah gak usah bercanda mamah hari ini lagi gak mood untuk bercanda, sana pah panggil do untuk.sarapan"


"ya ampun mah kok galak sih sama papah?"


"udah sana panggil Aldo" perintah mamah nya lagi


di perjalanan.revan menelpon raga


Tut..tut..Tut ..


"hallo" terdengar suara raga dari telpon


"loe dimana?" tanya Revan


"nih masih di rumah mau berangkat ke kantor, ada apa?" tanya raga


"ada Sintya gak di rumah Lo?"


"Sintya ... maksud Lo apa?" raga tidak ngerti dengan pertanyaan Revan


" Sintya ada nginap atau datang kerumah Lo gak tadi malam ?"


"gak ada memangnya kenapa?" raga malah kembali bertanya kepada revan

__ADS_1


__ADS_2