Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
23


__ADS_3

intan yang mendengar perkataan Sintya langsung menghampiri Sintya dan Revan


" sin Lo jangan bilang kaya gitu gue gak mau sahabat gue janda" ucap intan dengan muka sedih


" Tan gue mohon suruh orang ini pulang"


" baik lah" ucap intan


" kamu pulang dulu ya nanti biar saya yang bujuk Sintya supaya mau maafkan kamu, supaya dia pulang "


" tapiii.. '' ucapan Revan terputus, intan langsung mendorong Revan ke luar " maaf saya mengusir anda tua" ucap intan


Revan benar benar merasa kecewa namun tidak membuat dia putus asa ...


waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 Revan tetap menunggu di depan rumah intan


" saya bakalan tetap menunggu mu" pesan Revan yang di kirim nya ke Sintya


Sintya yang mendengar suara telepon nya berbunyi segera mencek pesan siapa yang masuk, dan di telepon nya bertulisan husband


pesan Revan membuat Sintya geram dengan sifat nya, " kenapa nih orang tetap keras kepala "ucap Sintya dalam hati


Sintya tidak membalas pesan nya Revan telepon nya juga di matikan nya dan dia segera tidur


keesokkan harinya, waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 intan yang tidur di sebelah Sintya terbangun dengan sendirinya dan segera membuka jendela kamar nya, jendela kamar intan langsung ke arah jalan depan rumah, saat dia membuka jendela intan sangat kaget karena mobil nya Revan masih tetap terparkir di halaman rumah nya


" sin..Sintya.." ucap intan membangun Sintya


" hhmm.." sahut Sintya dengan masih memejamkan mata nya


" mobil Revan masih di halaman, kayak nya dia gak pulang deh sin" ucap intan


Sintya yang mendengar perkataan intan langsung terbangun dan segera duduk " yang benar Lo" tanya nya


" iya tuh mobil nya" ucap intan sambil menunjuk ke arah halaman


" mau apa lagi tuh orang, gak bosan bosannya ganggu hidup gue" ucap Sintya


" menurut gue... mending Lo temuin deh dan selesai urusan kalian"


" hhmm tapi tan " ucap Sintya dengan menarik nafas panjang


" yah itu jalan terbaik Lo harus selesaikan urusan Lo baik baik"


" hhmm ya udah gue cuci muka dulu" ucap sintya


setelah Sintya cuci muka dia langsung membuka pintu menuju halaman, memang benar mobil Revan masih ada di situ


tok..tok..tok... di ketuk nya kaca mobil Revan

__ADS_1


Revan pun langsung membuka kaca nya dengan senyuman manis " selamat pagi" ucap Revan yang terpesona dengan kecantikan dan keseksian nya pagi hari ini.


" kenapa kau masih ada di sini " tanya Sintya sinis


" kalau kamu tidak pulang saya juga tidak akan pulang" ucap Revan


perkataan itu sungguh membuat Sintya gereget


" mending tuan pulang saja saya gak akan pulang kerumah tua lagi"


" kau yakin" tanya Revan


" hhmm" ucap Sintya


" ya sudah kalo begitu saya juga gak akan pulang" ucap Revan sambil membalikkan wajah nya tidak menghadap Sintya


" dasar sombong, keras kepala " ucap sintya


" hey nona apa kau tidak kangen kepada suami mu ini hhm, kau tidak kangen masakan saya makanan, ayo pulang dengan saya untuk kali saya janji akan selalu nurutin permintaan mu," ucap Revan dengan muka memelas


" tapi... " perkataan Sintya terputus


" kau cemburu dengan dini??? jangan khawatir saya tidak pernah macam macam sama dia, dia kemaren cuman pusing ya saya bantu " ucap Revan menjelaskan


" tid--tidak saya tidak cemburu" ucap Sintya gugup


" woy mesum jangan di luar " teriak intan dari jendela kamar


Sintya yang mendengar suara intan langsung mengakhiri nya, Revan pun tersenyum puas melihat tingkah Sintya yang salah tingkah..


" apa kau tetap tidak mau pulang dengan saya, apa harus saya minta bantuan deni buat membujuk mu" ucap Revan


" ayo pulang lah pulang saya ngantuk saya gak ada tidur " ucap Revan


Sintya pun langsung masuk ke dalam rumah, dia merasa kesian juga dengan Revan


" intan... gue pulang aja tau gimana ya" tanya Sintya ke intan


" ya loe pulang aja kesian tuh Revan pasti capek banget cari Lo aja" ucap intan


"hhhmm ya udah deh, gue beres beres dulu" ucap sintya


Sintya pun membereskan pakaian nya dan langsung keluar Revan yang melihat Sintya keluar membatas dia merasa sangat senang dan langsung turun dari mobil.


" kau beneran pulang " tanya Revan


" iya"


" kita pamitan dulu sama intan "

__ADS_1


intan pun keluar " kalian hati hati di jalan dan akur akur , kamu sin jangan kabur kabur lagi" ucap nya


" lain kali jangan perbolehkan lagi Sintya nginap di rumah mu supaya dia tidak kabur kabur" ucap Revan sambil tersenyum


Sintya cuman tertuduk malu dengan perkataan Revan


Revan pun membukakan pintu mobil untuk Sintya dan menjalan kan mobil nya. di perjalanan Sintya hanya terdiam menatap arah jalan.


" apa kau masih marah..??" tanya Revan


" tidak" ucap ssintya sambil menggeleng kepala nya


sampai nya di rumah Revan langsung membawakan tas Sintya masuk Sintya langsung menuju mandi.


cukup lama Sintya di kamar mandi dan dia keluar di lihat nya Revan yang lagi sibuk dengan laptop nya.


" kau tidak ke kantor " tanya Sintya


" tidak " ucap Revan singkat


" memang nya kenapa kau tidak ke kantor" tanya Sintya


" saya hari ini mau di rumah saja menghabiskan waktu bersama mu" ucap Revan sambil mengedipkan mata nya ke Sintya


" aghh saya ngantuk, temani saya tidur" ucap Revan sambil menarik tubuk nya sintya, Sintya Pun langsung terjatuh di pelukan Revan Sintya ingin melepaskan pelukan nya Revan namun tidak sanggup karena pegangan tangan Revan begitu erat seolah olah tidak mau kehilangan Sintya lagi.


" cepat sini tidur dengan saya" ucap Revan


" kau jangan berani macam macam " ucap Sintya


" memang nya kenapa kalo saya macam macam hmm?? saya kan suami kamu siapa yang berani melarang saya, walaupun saya memperkosa mu juga tidak ada yang melarang " ucap Revan


" lepaskan tangan anda tuan " ucap sintya


" dengar, jangan panggil saya tuan atau bapak saya menikahi kamu bukan untuk menjadikan kamu pelayan saya ataupun karyamu saya" ucap revan dengan mendekat kan wajah nya ke wajah Sintya


" hhmm te--- terus saya harus panggil apa" tanya Sintya gugup dengan wajah yang kemerahan


" baby" ucap Revan singkat


" hahh aku belum siap untuk memanggil itu " ucap Sintya menunduk


"kamu harus berlatih dan harus di biasakan, besok saya akan beri tahu pada para karyawan di kantor kalo kamu Sintya adalah istri nya Revano Saputra " ucap Revan dengan pede nya


" hhm jangan nanti saja memberi tahu kepada orang orang di kantor "


" baik lah tapi suatu saat saya akan memberi kejutan, udah cepat tidur saya udah ngantuk" ucap Revan sambil memjamkan mata nya


---------------BERSAMBUNG------------

__ADS_1


__ADS_2