Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
113


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 5.30 Revan sudah berada di rumah, hari ini dia memutuskan untuk pulang lebih awal.


" sayang ini teh nya" panggil Sintya sembari membawa kan teh ke ruang tamu


" iya sayang tunggu sebentar" Revan yang berada di ruangan kerja nya


" huuh.. " Revan menghempaskan tubuh nya di sofa


"minum dulu teh nya... kenapa? kerjaan kamu belum selesai ?" tanya Sintya


" sudah..."


" terus ada masalah apa kaya nya kamu lelah banget"


" nggak ada apa apa.. cuman Heri dan raga aja yang ada masalah"


" masalah apa mereka?"


" raga mau cari rumah baru, terus Heri masalah dengan ekonomi"


" yah kamu bantu mereka aja"


" bantu...? bantu bagaimana"


" kita Carikan aja rumah buat raga di dekat sini, kalo mereka dekat kan aku juga enak dekat dengan intan, jadi aku gak kesepian lagi kamu kamu kerja" ucap Sintya sambil menyenderkan tubuh nya, perlakuan Sintya itu yang membuat Revan selalu luluh.


" iya rencana aku juga begitu, "


" terus kalo sama Heri kamu juga mau pinjamkan dia uang?"


"aku juga masih bingung, aku sudah terlalu banyak pinjam kan uang untuk Heri, Heri juga sungkan untuk bilang pinjam lagi tapi yah liat nanti dia aja "


" emang masalah Heri apa?"


" orang tua dini mau nya dini di lamar sekarang tapi Heri belum ada uang yang cukup dan dia juga harus mikirin uang untuk adik nya operasi "


" Dewi operasi kan kak Deni yang bayar nya"


" iya tau Deni tapi sedikit banyak nya kan Heri sebagai kakak harus keluarkan duit sayang "


" gak mungkin... aku tahu kakak ku sayang, kalo dia udah mau bantu orang di gak tanggung tanggung semua dia yang bayar, percaya sama aku"


" hhmm syukur lah kalo Deni begitu jadi kan kurang juga beban nya Heri, sebenar nya aku tuh gak enak dan ada rasa kesian juga kalo bawahan aku banyak masalah "


"hhm. kalo aku ada masalah apa kamu gak enak juga "

__ADS_1


" aku gak akan biarkan kamu ada masalah, aku akan selalu buat kamu bahagia dan akan terus jaga kamu"


" masa sih... kalau begitu kita malam ini ke mall ya, aku udah lama gak belanja"


" kalo ke mall apa kamu gak capek jalan sambil bawa perut kamu ? aku gak mau kamu capek"


"aku janji gak lama kok.. mau ya sayang"


" tapi yank..."


" kata nya selalu ingin buat aku bahagia tapi cuman minta ke mall aja kamu gak mau"


" ya udah iya .. aku mandi dulu"


" makasih sayang" Sintya pun langsung mencium pipi Revan


" hhm gini nih mnais kalo ada mau nya" ucap Revan gemas pada istri nya


lain hal nya dengan Deni .


dia menghempaskan tubuh nya ke kasur nya yang empuk di raih nya ponsel dan dia seperti ingin menghubungi seseorang.


Tut...Tut..tut... telpon itu berdering


" hallo" terdengar suara cewe lembut. ya siapa lagi kalo bukan Dewi


" iya gak apa apa! apa kamu capek ?"


" hhm sedikit"


" ya sudah kalo begitu kamu istirahat aja"


"ini aku juga lagi istirahat sambil dengerin suara kamu" Deni mulai menggoda Dewi " bagaimana keadaan kamu apa masih ada yang sakit " salalu pertanyaan itu yang pertama di tanya kan kepada Dewi kalo mereka ketemu


" tidak ada yang sakit kok, aku sehat sehat aja"


" kamu jangan berusaha tutupin dari aku ya, aku gak mau kamu bohong sama aku, aku ingin kamu selalu sehat "


'' aku jadi malu dengar ucapan kamu"


" kenapa harus malu?"


" iya aku malu kamu itu laki laki tampan, mapan terus punya pekerjaan tetap kenapa kamu mau sama cewe seperti aku? "


" memang nya kenapa? emang cewe kaya kamu gak boleh di cintai, malah aku beruntung bisa milikki kamu, susah cari cewe yang sebaik dan setulus kamu"

__ADS_1


"kamu jangan terlalu puji aku.... kamu gak takut kalo sama aku akan jadi perawat buat aku selama nya"


" siapa bilang aku akan jadi perawat kamu, kamu akan sembuh percaya sama aku, dan mungkin saja nanti kamu yang jadi perawat aku, harus layani aku sebagai istri" ucap Deni


Dewi langsung tertawa mendengar ucapan Deni.


" kok kamu ketawa?"


" aku bingung harus jawab apa, aku juga merasa gak nyangka kenal sama cowok sebaik kamu"


" hmm kamu.. ya udah kamu istirahat aja ya, besok pagi aku temui kamu, kita jalan jalan"


" jalan kemana?"


" ke taman aku ingin kamu hirup udara segar"


" iya..."


" ya udah istirahat ya sayang..."


" iya " telepon pun langsung di matikan Dewi


tak lama selesai Deni telponam sama Dewi ponsel nya Deni kembali berdering.. di lihat nya dari layar ponsel nya


" Bella... ngafain dia nelpon " ucap Deni seperti tidak semangat


" hallo.." ucap Bella


" ada apa?"


" lagi apa?" tanya bella


" lagi rebahan capek, kenapa?" tanya Deni cuek


" hmm kangen aja, aku pengen ketemu kamu" ucap Bella manja


" pengen ketemu aku buat apa?"


" ya lama gak ketemu aja, "


"ya udah besok pagi temui aku di taman di jalan xxx"


" tapi beneran ya? kamu jangan bohongi aku"


" iya beneran, dah aku mau istirahat dulu"

__ADS_1


hey guys jangan lupa ya ikutin juga novel terbaru aku yang judul nya " PANGGIL AKU DAVIRA" cerita nya juga gak kalah seru dengan ini


__ADS_2