
"kamu yang sabar dek, semua pilihan ada di tangan kamu, kakak sudah tau semua cerita nya dari revan tapi mamah dan papah masih gak tau, kakak sebenarnya kecewa dan juga sakit apa yang revan perlakukan sama kamu tapi kalo kamu masih sayang sama revan kakak juga tidak bisa melArang, kakak kalo kamu senang kakak juga ikut senang kalo kamu begini kakak juga sedih.. semua pilihan ada di tangan kamu" ucap deni menangis sambil memeluk sintya
"kamu masih sayang kan sama aku? " tanya revan
sintya hanya mengangguk kepala nya dengan air mata yang terus mengalir. revan pun langsung memeluk erat sintya
"aku minta maaf... aku minta maaf" cuman itu yang keluar dari mulut nya revan sambil memeluk sintya
" revan selingkuh ya? " tanya dini kepada heri
"shut... kamu jangan bertanya di sini nanti aku jelaskan" ucap heri dengan suara pelan
"huh dari tadi kamu selalu bilang mau jelasin tapi sampai ini gak ada jelasin aku jadi bingung, kenapa gak di mobil tadi aja kamu jelasin" ucap dini cemberut dengan heri
"semuanya sudah selesai kan? " tanya raga
"udah nangis-nangis nya" ucap raga dengan muka santai
sambil memeluk sintya revan langsung melemparkan bantal ke wajah nya raga,
"eh van loe berani nya nimpuk suami gw" terus intan sambil ketawa
"ok gw juga minta maaf sama kalian semua sudah merepotkan kalian semua, untuk menebus semua kesalahan gw, gw mau traktir loe semua pilih mau makan malam di restoran mahal malam ini atau liburan ke lombok " ucap revan
"liburan private ke lombok" sahut raga
"makan malam aja deh malam. ini jadi gw bisa bawa dewi" ucap deni
"kalo liburan ke lombok gw gak akan mungkin di bolehin sama ibunya dewi bawa dewi sebelum jadi milik gw seutuhnya" ucap deni
"gini aja... malam ini tetap makan malam di restoran mahal dan setelah kakak menikah dengan dewi kita baru liburan ke lombok nanti biaya transportasi, nginap dan makan semua di tanggung revan" ucap sintya
"hah kamu yang benar saja sayang? " revan kaget dengan ucapan sintya
"iya bener itu" sahut sintya
"itu artinya kita yang bayarin honeymoon nya deni dan lain-lain nya"
"memang nya kenapa? gak bikin kamu bangkrut juga kan? gak bikin kamu jual semua perusahaan kamu juga kan! kalo kamu gak mau ya sudah aku gak maksa" ucap sintya
"iya.. aku mau.. demi kamu"
"nah gitu dong van" sahut raga
"ini demi sintya ya bukan demi lo"
__ADS_1
"kenapa sih loe sensi banget sama gw.. kalo gak istri gw loe gak akan ketemu sama sintya"
"kita sembunyikan lagi aja sintya nya" ucap intan
"awas loe ya" revan langsung memberikan tanda tinjuan tangan ke arah intan dan raga
"her kasih tau orang kantor hari ini kantor pulang lebih awal"
"tapi ini masih jam 12 siang " bantah heri
"memang nya kenapa? gw yang beri perintah kok" ucap revan
"udah her kasih tau aja mumpung revan lagi baik hati dan tidak sombong" sahut raga
"oke lah kalo begitu " ucap heri yang langsng mengambil ponselnya untuk memberi tahu di pengumuman grup whatsapp "
"masalah sudah selesai kan? kalo begitu gw mau pulang dulu" ucap deni
"kak salam sama mamah dan papah ya, nanti aku mau nginap di situ" ucap sintya
"kamu gak mau pulang ke rumah sayang? " tanya revan yang masih khawatir sintya gak balik kerumah
"kan kata aku nanti bukan malam ini" sahut sintya
"oh iya.. iya.. bilangin ya sama mamah dan papah nanti kami nginap di situ"
"dah... " kata mereka semua
"oh ya gw hampir kelupaan, her tolong bilangin sama dewi nanti malam gw jemput dandan yang cantik dan ini penting yang harus loe sampaikan "
"apa? " tanya hery
"sampai kan sama dewi bilang ini love you dari deni"
"huh.. susah orang tua kalo udah bucin gak kenal tempat" ucap raga
intan langsung mencubit suami nya itu yang mulut nya begitu lemes
" aw sakit sayang" rintih rasa
"kamu mulut nya gak bisa di jaga banget" ucap intan kesal
"ya udah gw juga mau pulang" ucap heri
"ya gw juga mau pulang kelamaan di rumah raga ini bikin tinggi darah" sahut revan
__ADS_1
"mereka pun pulang kerumah nya masing-masing.
di dalam mobil dini kembali bertanya kepada heri
" sayang.. " panggil dini
"hhm kenapa? "
"aku masih penasaran nih.. memang nya revan selingkuh sama siapa sih? " tanya dini
"kamu ingat gak beberapa minggu yang lalu aku sakit demam yang kamu rawat aku itu" ucap heri
"iya aku ingat" jawab dini
"nah waktu itu kan revan pergi ke kalimantan dia awalnya mau ngajak aku dan raga tapi kebetulan saat itu raga sedang jagain intan yang baru lahiran dan aku juga lagi demam tinggi pasti gak bisa bepergian pakai pesawat dari pada aku nanti di isolasi orang maka nya aku menolak ajakan revan"
"terus.. terus... " dini semakin penasaran
"raga memutuskan pergi sendiri dan juga wati, nah di situ lah awal mula kekacauan di mulai"..
" kenapa dia gak pergi dengan sintya aja"
"sintya juga gak bisa ikut karena ada anak nya kan"
"jadi revan ada hubungan sama wati? " tanya dini
"dia gak ada hubungan tapi waktu malam terakhir mereka di sana mareka melakukan hubungan badan"
"kok bisa, apa revan menyukai wati? " tanya dini yang mulia emosi
"revan tidak menyukainya tapi wati yang datang ke kamarnya revan menggunakan baju yang minim yah seperti menggoda lah"
"lalu bagaimana jadi sampai sintya mengetahui pengkhianatan itu? "
"revan merasa sangat bersalah dengan sintya dan dia juga yang mengakui nya sendiri kalo dia sudah mengkhianati sintya "
"memang gila tuh wati, kalo aku jadi sintya udah aku bunuh tuh revan dan wati" ucap dini yang begitu emosi
"waduh seram banget kamu, kamu dulu kan juga mau rebut revan dari sintya" ucap heri
"tapi aku gak separah itu" jawab dini
"iya karena kamu sudah jatuh di pelukkan aku coba kalo kamu sempat kaya gitu kamu pasti akan di pecat dan permalukan oleh keluarganya revan " ucap hery
"berarti tadi wati sudah di pecat? " tanya dini
__ADS_1
"sudah tadi mamah revan meminta revan langsung memecat wati dan teban memecat wati di hadapan aku dan raga" ucap heri
"awas ya kalo kamu kaya gitu" ancam dini