Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
28


__ADS_3

akhirnya Revan sampai di kantor namun saat itu kantor sepi karena semua karyawan lagi istirahat makan siang, ini waktu yang tepat buat menaruh Bungan dan surat di atas meja nya Sintya


waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 semua karyawan kembali ke ruangan kerja nya .namun saat masuk mereka kaget melihat bunga yang begitu indah ada di meja Sintya.


" eh bunga sin,bagus banget siapa yang ngasih" ucap Bella sambil mengangkat bunga nya


" Hendra" teriak Bella


" ada apa "


" sini "


Hendra pun menghampiri mereka


" Lo ya yang beri Sintya bunga bagus banget jadi pengen juga gue"


" hmm bukan gue gak ada beli bunga hari ini"


" ya gak usah di urusin lah " ucap Sintya sambil mengalihkan pembicaraan


" eh sebentar ini ada surat nya juga, gue buka ya sin" ucap Bella Sintya sambil mengedipkan mata


" iya bell baca yang keras surat nya" kata para karyawan di situ


to: Sintya


malam ku sembilu berselimut awan kalbu


indah bintang ku tersipu olehmu


jika ku tanpa mu bagai kidung tak berlayu


walau tak bertemu tapi ku tau kebaikan hati mu


yang takkan terusik waktu


tak lengan membisu


karena ku ceria oleh mu




from : suamimu



" aghh soswett " teriak Bella



" sin dari suami Lo emang Lo sudah punya suami "



" hhmm bukan mungkin itu fans gue aja "



Hendra yang mendengar jadi membuat nya sangat penasaran



" hhm dasar sok cantik " ucap dini dengan muka angkuh nya



" pasti Revan yang mengasihi bunga" ucap Sintya dalam hati, lalu di ambil nya ponsel dari saku ya



" apa kamu yang beri aku bunga" pesan Sintya untuk Revan



Revan yang melihat pesan masuk langsung di buka nya " iya apa kamu suka baby "



" makasih ya" pesan singkat Sintya



" kamu keruangan ku ya"



" buat apa aku lagi kerja"



" aku kangen gak ada liat kamu"



" ih dasar nanti saja di rumah "



Revan tersenyum lebar baca pesan nya Sintya



\-\-\-🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷\-\-



waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 waktu pulang kerja nya



" beb aku tunggu di depan" pesan yang di kirim Revan ke Sintya



" hhmm aku masih banyak kerjaan beb, kamu duluan aja deh nanti biar aku naik ojek online"



" kerjaan nya bawa kerumah aja nanti biar aku bantu "



" aku takut ibu indah marah"



" selagi ada aku gak bakalan ada yang berani marahin kamu beb"

__ADS_1



" ya udah tunggu "



Revan pun menunggu Sintya di depan pintu gerbang cukup lama.



tok..tok..tok.. terdengar suara ketukan kaca



di buka Revan kaca mobil nya dan ternyata yang ada di depan kaca itu dini



" ada apa" tanya Revan dingin



" belum pulang pak"



" belum" sahut Revan cuek



" mau pulang bareng saya pak" ucap dini dengan gaya centil nya



" oh tidak saya lagi nunggu seseorang silahkan kamu pulang duluan"



" oh ya udah saya duluan " dini pun berjalan menjauh dari mobil Revan namun dia masih penasaran siapa yang di tunggu revan, dari kejauhan dini memperhatikan mobil revan.



beberapa menit kemudian Sintya datang menghampiri mobil Revan Revan langsung keluar membuka kan pintu mobil.



" gue benar benar penasaran ada apa sebenarnya pak Revan dengan Sintya kaya nya dekat banget" ucap dini yang melihat nya dari kejauhan



di dalam mobil



" lama ya menunggu nya" tanya Sintya cemas



" gak papa beb seberapa lama kamu tetap aku tunggu tapi maksud aku kamu sambung kerja nya di rumah aja biar aku bantu"



" ini juga masih ada yang harus aku selesaikan di rumah"




" hhmm rasa nya aku pengen makan yang pedes pedes deh beb"



" makan yang pedes pedes?? emang kamu kuat"



" ya kuat, aku pengen bakso mercon"



" tapi beb nanti kamu sakit perut " ucap Revan mencemaskan istrinya



" enggak aku udah biasa"



" hhm" dengan. nafas panjang revan langsung memutar mobil nya dan mencari di mana ada orang jual bakso pedas



akhirnya mereka menemui nya



" kamu tunggu di mobil aja ya biar aku yang turun "



Sintya hanyar menganguk menurut apa kata Revan



" beb kamu mau pesan yang mana"



" hhm aku pengen bakso mercon dan bakso lava"



" beb itu pedas semua nanti kamu mencret " ucap Revan khawatir



" tapi aku pengen kan gak sering juga makan kaya gitu sama kamu"



" hhmm ya udah tunggu sebentar"



Revan pun turun dari mobil dan langsung memesan bakso



" pak bakso lava sama bakso mercon sama bakso yang biasa"

__ADS_1



" baik tuan"



cukup lama Revan menurutin akhirnya pesanan nya selesai, Revan pun kembali ke mobil



" nih beb bakso nya" ucap Revan sambil mengasih bungkusan bakso



" hhmm makasih beb, eh kamu pesan nya biasa aja ya" ucap Sintya sambil membuka bungkusan plastik



' iya beb.. aku gak biasa makan pedas" ucap revan sambil menjalankan mobil nya



" hhmm gitu"



" udah gak ada yang di beli lagi "



" udah kita langsung pulang aja"



mobil pun melaju ke arah pulang sampai nya di depan rumah tit..tit..tit.. terdengar suara klakson revan, pak Joko langsung membuka pintu pagar nya.



" makasih pak" ucap Sintya ramah



saat mobil Revan berhenti Sintya kaget ada mobil di rumah nya



" beb ada siapa yang datang"



" hmm siapa gak ada yang datang " ucap Revan sambil membawa tas kantor nya



" itu mobil siapa"



" oh mobil itu, itu buat kamu baby"



mata Sintya langsung melotot " kapan kamu beli mobil nya"



" gak usah kaya gitu mata nya, kamu lupa tadi Aldo telpon kamu dia bilang nanti kamu yang jemput sia, nah aku beli nya sama Aldo " ucap Revan " apa kamu mau mencoba nya?"



" hhmm tidak usah nanti saja"


" dasar orang kaya beli mobil kaya beli permen gak mikir panjang" ucap Sintya dalam hati



mereka pun berjalan masuk menuju kamar



" aku mau mandi " ucap Sintya sambil beranjak jalan ke kamar mandi



"hey nona kau tidak berterima kasih pada ku" ucap Revan dengan menarik tangan Sintya dan memeluk nya.



" hhmm tapi aku mau mandi "



" kita mandi bareng " ucap Revan



" apa kau sakit ? " tanya Sintya sambil menyentuh kening nya " aku gak mau mandi bareng " Sintya langsung melepaskan pelukan nya dan masuk ke dalam kamar mandi



Revan ketawa lepas melihat tingkah istri nya



cukup lama Sintya merendamkan tubuh nya di air dingin



" beb kamu tidur ya kok lama banget " ucap Revan



" haghh enggak aku lagi berendam"



" ooh "



beberapa menit kemudian terdengar suara pintu terbuka Sintya sudah keluar menggunakan baju tidur nya



" cepat mandi jangan lama nanti kita makan " ucap Sintya



Revan langsung masuk kedalam kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2