
Revan mengasih ATM kepada Sintya
" aku kembali ke ruangan ku " ucap revan membalikan badan nya
" beb Beby.. " panggil Sintya
Revan terhenti dari langkah nya " ada apa sayang" ucap Revan lembut membuat para karyawan tersenyum
" bunga nya" ucap Sintya manja menyuruh revan membawa bunga yang masih di pegang Sintya membawa nya ke ruangan
" hhmm" Revan menarik napas panjang dengan muka penuh menahan sabar meraih bunga dari pelukan Sintya
" gak usah kaya gitu muka nya" ucap sintya cemberut
mendengar ucapan istri nya Revan sudah tahu pasti istri nya cemberut, Revan kembali berhentikan langkah nya dan langsung mencium sekilas bibir Sintya
" hati hati di jalan baby " ucap Revan
Bella yang di samping mereka tertawa lepas melihat muka teman nya yang memerah dan mematung . bagaimana tidak mematung revan mencium nyari depan orang banyak .
" dia benar benar bikin aku malu "
ucap Sintya dalam hati
Revan berjalan tersenyum menuju ruangan nya hari ini dia merasa benar benar bahagia bisa ngerjain istri nya .
Sintya dan Bella pun masuk ke dalam mobil baru dan mewah nya Sintya
" ini mobil Lo sin" tanya Bella dengan tidak percaya
" iya di belikan tuh orang "
" beruntung banget Lo sin , walau dia duda beda jauh usia dengan Lo ya gak jadi masalah , terus dia manjain Lo banget lagi apa mau nya Lo selalu di turutin"
Sintya hanya tersenyum
" dulu gue malu mengakui nya sin dan Revan juga dulu dingin dan angkuh banget, rasa senyum itu mahal banget, ngomong aja cuman lewat surat"
" serius"
" iya serius bahkan gue harus kerjakan rumah sendiri, bangun pagi pagi harus masak sarapan terus kerja pulang kerja gue setrika baju dia terus malam nya gue lanjut kuliah bahkan pulang kuliah gue harus masak makan malam untuk nya"
" gue gak bisa bayangin sin gimana gue jadi Lo, mungkin langsung hancur badan gue" ucap Bella
" ya begitu lah gue sama dia kaya murid baru masuk sekolah harus di beri hukuman dan rintangan "
"ahahaha.." bella tertawa " Lo liat gak muka hendra tadi gimana"
" nggak gue gak liat, memang nya kenapa "
" muka nya kaya orang putus asa, seperti sakit hati yang begitu dalam "
----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---
mereka pun kembali ke kantor nya
__ADS_1
" pak boleh minta parkir kan " pinta Sintya kepada scurit
" baik mba, non, nyonya atau ibu" ucap nya bingung ingin memanggil apa
Sintya tersenyum " panggil seperti biasa aja pak"
Sintya pun duduk di meja kerja nya, tak lama dia duduk terdengar ponsel nya berbunyi. di lihat nya siapa yang nelpon ternyata Revan yang menelepon
" ada apa"
" kamu kenapa duduk di situ gak menemani aku? "
Sintya bingung tahu dari mana Revan kalo dia sudah datang
" lagi menunggu seseorang ya hhmm? "
" kamu tau dari mana aku disini "
" CCTV " ucap Revan singkat " menunggu siapa ? Hendra? "
" tidak..."
" kalo tidak cepat sini temani suami mu kerja "
Sintya pun langsung menuju ke ruangan Revan tanpa mengetuk Sintya langsung masuk
" kerjaan mu masih banyak? "
" iya " ucap Revan singkat sambil memandang leptop nya
" beb.. " panggil Sintya
" kenapa sayang" sahut Revan
" masih lama ya? "
" kamu bosan ya, tunggu dulu ya sebentar lagi juga jam pulang "
" hhmm" Sintya menarik napas panjang terlihat dari muka nya yang begitu bete nya
Sintya pun merebahkan tubuh nya di sofa itu dan tanpa dia sadari di tertidur pulas. Revan yang sudah selesai pekerjaan nya langsung membangun kan Sintya .
" beb.. Beby.. bangun"
" sayang bangun " cukup lama revan membangun kan nya namun dia tetap tidak bangun ya jurus terakhir supaya Sintya bangun . Revan mencium bibir nya cukup lama dia sangat menikmati dengan bibir itu membuat sintya batuk karena tidak bisa bernapas .
" haha" terdengar suara Revan tertawa lepas
Sintya beranjak untuk duduk dengan muka merengut " seenak nya saja *** aku" ucap nya dengan mengalihkan wajah nya
" habis nya kamu sudah banget di bangunin , ayo pulang " ajak Revan
mereka pun keluar dari ruangan itu dengan berjalan berdampingan dengan tangan sebelah kanan Revan merangkul binggang Sintya dan tangan sebelah kiri nya memegang bunga .
mereka pun memasuki mobil Revan
__ADS_1
" mobil aku gimana? "
" biar nanti saja heri yang bawa" ucap Revan sambil menyetir
" kamu mau makan lagi? " tanya Revan
" tidak nanti saja makan di rumah aja"
Revan pun langsung melajukan mobil sport nya , sampai nya di depan rumah nya
tit..tit...tit.. revan membunyikan klakson nya. pak Joko langsung membuka pintu gerbang
mereka pun masuk ke dalam kamar Revan langsung menaroh bunga yang tadi di beli di kasur
" aku mau mandi" ucap Sintya
" hhmm" sahut Revan santai
" tumben dia gak merayu aku" ucap Sintya dalam hati saat hendak masuk dalam kamar mandi
cukup lama Sintya mandi dan dia keluar dan dia sudah mengenakan baju tidur
" kamu gak kuliah" tanya revan, dia tahu betul jadwal kuliah istri nya kalo istri nya kuliah jam segini dia pasti sudah memakai baju kuliah
" tidak sekarang aku liburan mau menjelang ujian"
" oh aku mandi dulu " ucap Revan
Revan keluar dari kamar mandi terlihat Sintya yang lagi sibuk mentata bunga yang di beri Revan
" beb. apa kamu mau menyimpan bunga itu"
Sintya mengangguk kaya nya dia begitu suka dengan Bunga nya
" bunga nya akan layu dan pasti akan membuat kotor di kamar ini"
" tapi aku masih mau menyimpan nya dua atau tiga hari "
" baik lah" ucap Revan mendekat ke arah Sintya
Revan memeluk Sintya dari belakang " kamu sibuk dengan bunga nya saja , kenapa tidak sama orang nya , orang nya ada di sini, aku bisa belikan bunga lebih banyak dari ini" ucap Revan berbisik di kuping Sintya. perlakuan Revan membuat nya sangat risih
Revan meraih tangan Sintya " berhenti lah mengurus itu, urus aku saja " ucap Revan manja sambil membalikkan tubuh Sintya
" kamu mau apa ?" tanya Sintya gugup
" mau mencuri sesuatu y, ada di kamu ! "
Sintya langsung terdiam mematung rasa nya jantung nya seperti ingin copot. dia tidak tahu harus berbuat apa kali ini dia benar benar tidak berani dan tidak siap kalo Revan melakukan sesuatu .
dia tahu lelaki normal seperti Revan menunggu selama dua bulan itu bagi nya sudah cukup lama malah lebih lama,
---------------BERSAMBUNG------------
hey guys terus ikuti karya aku ya jangan lupa like, komen, dan vote nya .
__ADS_1