
setelah selesai makan Sintya merasa perut nya semakin sakit dan kram .
" Lo kenapa sin?" tanya intan panik
" perut gue sakit banget Tan" ucap Sintya sambil memegang perut nya
" kita ke rumah sakit ya, siapa tau Lo mau lahiran"
" tapi gue masih 7bulan, gue mau istirahat ke kamar aja" saat Sintya berdiri ingin kembali ke kamar intan melihat ada cairan yang keluar dari ******** nya.
" sin Lo mau lahiran, kita ke rumah sakit ya " intan pun langsung menduduk kan Sintya kembali " bi... tolong panggil taksi " ucap Sintya
" iya non " bi Inah pun dengan segera meraih telepon rumah itu
belum sempat bi inah menelpon Deni datang dengan muka datar engk tau apa maksud Deni datang
" antar Sintya ke rumah sakit dia mau lahiran" ucap intan pada Deni
" Sintya mu lahiran? itu arti nya gue jadi om" ucap Deni sambil berpikir
" nanti aja mikirkan itu, kita bawa dulu ke rumah sakit"
" ok ok " dengan segera Deni langsung membantu Sintya untuk berjalan menuju mobil
dengan lemas Sintya berjalan " pelan pelan kak... perut ku sakit " rintihan Sintya
" kamu yang sabar ya"
di dalam mobil Deni langsung melajukan mobil nya
" Revan kemana? kenapa istri mau lahiran dia malah gak ada?" tanya Deni yang sedikit kesal dengan revan
" oh iya kita harus kabarin Revan " ucap intan
" Aldo sakit jadi tadi dia harus ke rumah sakit"
" nanti biar gue yang telpon Revan "
__ADS_1
" cepan jalan nya nanti Sintya nya keburu lahiran di sini"
mendengar perintah intan deni langsung melajukan mobil nya
sesampai nya di rumah sakit Sintya langsung di bawa perawat ke dalam ruangan dan Deni dengan segera menelpon Revan
" hallo..." terdengar suara Revan
" Lo di mana?"
" di rumah sakit memang nya ada apa?"
" Sintya mau melahirkan"
" hah Sintya mau melahirkan? rumah sakit mana ?"
" rumah sakit mentari kasih"
" oke oke gue langsung ke situ" kebetulan rumah sakit yang sama dengan Aldo
" ada apa dengan Sintya ?" tanya bunda nya Revan yang juga ikut kaget melihat Revan
" bunda ikut.. biar Aldo sama Dady kamu "
Revan dan bund nya pun langsung bergegas menuju ruangan Sintya .
Deni pun segera menelpon kedua orang tua nya
Tut...Tut...Tut ..
" ada apa nak.. tumben kamu nelpon mamah"
" mah... Sintya mau lahiran ..."
" Sintya mau lahiran terus ekarang dia di rumah sakit mana?"
" rumah sakit mentari.kasih ruangan xxx"
__ADS_1
" iya papah sama mamah langsung kesana "
" iya mah ...."
semua keluarga sudah berkumpul di depan ruangan sintya. Revan terus terusan bolak balik di depan pintu nya .
" Van... kamu duduk sini, kamu jangan gelisah begitu" ucap bunda nya
Revan duduk di sebelah bunda nya " Revan merasa bersalah Bun gak menemani dan mengantar Sintya " ucap Revan hampir menangis
" sudah kamu berdoa saya semoga anak dan istri kamu selamat "
" tapi kenapa bum dokter lama sekali di dalam"
" suda kamu tenang dulu"
beberapa menit kemudia suster dan dokter keluar dari ruangan itu, Revan dengan segera menghampiri dokter.
" bagaimana istri dan anak saya dok?"
" anak mas perempuan, istri dan anak mas sehat sehat saja"
"Alhamdulillah.... jadi sekarang saya boleh temui dia?"
" boleh silahkan... saya mau permisi dulu"
" terima kasih dok"
Revan pun langsung masuk ke dalam ruangan, hampir meneteskan air mata melihat anak nya lahir
" kamu kenapa sedih?" tanya Sintya
" aku minta maaf gak menemani kamu sayang" ucap Revan mengecup kening nya
sedangkan mamah nya Sintya langsung menggendong bayi nya
" anak kamu cantik sin" ucap intan
__ADS_1
Sintya tersenyum mendengar ucapan intan
" sebentar lagi kamu juga lahiran sayang" ucap bunda nya Revan pada intan