
Raga Sumarno memiliki wajah yang tampan berusia 30 tahun dan sangat pandai masalah percintaan tapi yang gue heran kan kenapa Lo belum juga menikah, apa Lo masih normal" tanya Revan sambil berdiri " gue pulang dulu thanks nasehat nya" sambil berjalan
" kurang aja Lo" ucap raga teriak
Revan pun kembali ke kantor nya dan sesampai nya di kantor
" ok aku harus cari Sintya ke rumah orang tua nya malam ini" ucap Revan
di lain tempat
" kenapa ya pak Revan kok keliatan nya gelisah banget" tanya Bella ke Hendra
" kurang tau gue"
" pak Revan selalu tanya sintya, apa pak Revan suka sama sintya, jadi penasaran gue" ucap Bella dengan kepo nya
Hendra mendengarkan perkataan Bella langsung melotot " eh enak aja Sintya punya gue" ucap Hendra dengan kesal
" iya tapi Sintya nya mau gak sama orang kaya Lo" ucap Bella sambil berjalan meninggalkan Hendra
waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore Revan langsung pulang kerumahnya, hari ini dia benar benar tidak menemui claen nya dia cuman pokus cari sintya.
sampai nya di rumah Revan langsung masuk ke kamar mandi dan langsung merendamkan badan nya di air dingin " kenapa gue rasa kehilangan banget ya" tanya Revan kepada diri nya
cukup lama Revan di dalam kamar mandi dan akhirnya dia menyudahi nya
---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷--
waktu sudah menunjukkan jam 7.30 malam
Revan langsung pergi menaiki mobil nya beberapa menit di perjalanan dia sampai di rumah nya Sintya
tok..tok...tok... Revan mengetok pintu rumah nya
" sebentar" terdengar suara teriakan perempuan yaitu mama Erin
" assalamualaikum ma" ucap Revan
" walaikumsalam masuk nak"
Revan pun duduk di sofa tamu
" sendirian aja nak, Sintya mana " tanya mama Erin
" berarti Sintya gak ada pulang kerumah mah" Revan balik tanya kepada mamah erin
" tidak ada, memang nya kenapa ada masalah apa kalian "
" cuman kesalahan pahaman mah, sudah dua hari Sintya gak ada di rumah aku gak tau harus cari kemana lagi" ucap Revan sedih
" Sintya ...Sintya masih gak bisa membuang sifat ke kanak-kanak nya" ucap mamah Erin sambil menggeleng kepala nya
" apa mamah tau kemana Sintya kalo dia lagi marah"
" coba kamu tanya intan, biasa dia selalu di rumah intan"
" aku gak tau rumah dan nomor telepon nya mah"
" bentar" .... Deni sini nak" teriak mamah Erin "
__ADS_1
" kenapa dengan Deni" tanya revan
" Deni yang tau rumah intan biasa kalo intan ngambek cuman Deni yang bisa bujuk Sintya agar pulang"
Deni pun keluar dari kamar
" mamah panggil aku" teriak Deni
" iya, coba kamu kesini dulu"
Deni pun datang menghampiri mamah nya dan Revan
" ada apa " tanya Deni dengan muka bangun tidur
" kamu tahu alamat rumah nya intan" tanya mamah Erin
" tahu memang nya kenapa"
" Sintya gak pulang kerumah dia lagi ada masalah sama revan "
" apa perlu dengan gue ke rumah intan " ucap Deni menawarkan diri
" tidak usah saya cuman mau minta alamat nya saja biar saya yang selesai kan masalah kami"
" baik lah... alamat nya jalan ××××, gue yakin Sintya pasti ada di sana, karna teman dekat nya Sintya cuman intan" ucap Deni
" baik lah kalo begitu saya langsung pulang aja mah mau cari Sintya " ucap Revan sambil bersalaman
" iya bujuk dia baik baik supaya dia mau pulang" ucap mamah Erin
" makasih infonya nya" ucap Revan ke Deni
tok.. tok..tok.. ketuk Revan ke pintu intan
cukup lama Revan menunggu pintu terbuka tok .tok...tok.. Revan terus mengetuk pintu nya
" sebentar" teriak seorang cewe
pintu pun terbuka , intan kaget yang datang adalah Revan
tanpa basa basi Revan langsung menanyakan " apa ada Sintya" ucap Revan
" aduh Revan lagi gue harus ngomong apa" ucap intan dalam hati
" apa ada Sintya " di ulang Revan dengan kata kata sama
" hhmm anu hhm" ucap intan dengan gugup harus berbuat apa
" Sintya ada di dalam" tanya Revan
" ad--ada tapiii tunggu disini saya bilang dulu"
intan pun menutup pintu nya kembali dan langsung menemui Sintya yang sedang di dapur memasak mie
" sin" ucap intan
" hhmm"
" sin di depan ada revan, dia cari Lo "
__ADS_1
" ngafain dia kesini, suruh pulang aja " ucap Sintya cuek
" tapi sin gue"
" udah suruh pulang aja gue lagi gak mau ketemu dia"
" baik lah hhmm" ucap intan sambil menarik nafas panjang
intan pun kembali membufka pintu nya Revan tetap berada di depan pintu
" Sintya gak mau ketemu kamu, kata nya kamu pulang aja"
tanpa bicara apa apa Revan langsung masuk ke dalam rumah intan, membuat intan kaget.
" dasar orang kaya, seenak nya dia aja masuk ke rumah orang " ucap intan kesal
" dimana dia " tanya Revan dengan intan
" di sana " ucap intan sambil menunjuk ke arah dapur
Revan pun langsung menuju dapur
" kau sedang apa nona" ucap Revan yang melihat Sintya memasak,. namun ucapan Revan cuman di hiraukan Sintya
" hey nona, kau tidak kangen dengan suami mu hmm udah dua hari gak di rumah" ucap Revan terus merayu Sintya
" buat apa kau kesini dari mana kau tahu saya ada di sini " ucap sintya dengan muka tidak menatap revan
" saya kesini mau menjemput istri saya" ucap Revan sambil mendekati Sintya" bukan saya kalo tidak bisa menemukan kamu"
" eh nona kau di sini cuman makan mie instan hmm?? apa kau tidak ingin makan makanan enak dengan saya"
" lebih baik anda pulang saja tuan saya lebih suka diam di sini ketimbang diam dengan orang sombong seperti anda"
" masih banyak wanita lain yang menginginkan anda tuan jadi lebih baik anda pulang "
" ya memang banyak wanita yang ingin dengan saya tapi saya hanya ingin dengan kamu, jadi mari pulang dengan saya " ucap Revan sambil menyodorkan tangan nya
namun Sintya tetap tidak peduli dengan revan. dia tetap ingin diam di rumah intan.
"saya minta tolong supaya anda pulang saya mau makan terus mau tidur "
" udah saya bilang saya gak akan pulang kalo kamu gak pulang, apa kamu gak mau masuk kuliah hhmm saya tau kamu sudah dua hari tidak kuliah, ayolah pulang dengan saya, apa harus saya memohon dengan mu"
" tidak usah memohon dengan saya silahkan anda pulang dan bikin surat perceraian kita"
intan yang mendengar perkataan Sintya langsung menghampiri Sintya dan Revan
" sin Lo jangan bilang kaya gitu gue gak mau sahabat gue janda" ucap intan dengan muka sedih
" Tan gue mohon suruh orang ini pulang"
" baik lah" ucap intan
" kamu pulang dulu ya nanti biar saya yang bujuk Sintya supaya mau maafkan kamu, supaya dia pulang "
" tapiii.. '' ucapan Revan terputus, intan langsung mendorong Revan ke luar " maaf saya mengusir anda tua" ucap intan
Revan benar benar merasa kecewa namun tidak membuat dia putus asa ...
__ADS_1
------------BERSAMBUNG---------