Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
79


__ADS_3

pagi ini jam sudah menunjukkan pukul 5.30 Sintya bangun lebih awal dari revan. Sintya merasa perut nya gak enak jadi membuat dia terbangun dari tidur nya ..


uwek...uwek... Sintya muntah di kamar mandi benar benar gak enak rasa nya. dia pun langsung mengambil alat tes kehamilan yang di beli Revan kemaren. kata nya kalo tes nya saat bangun tidur ini lebih bagus dan dia pun menggunakan alat nya. ternyata hasil nya dua garis merah yang terlihat dengan jelas. Sintya pun langsung meneteskan air mata nya .


"aku hamil.. " ucap Sintya dalam hati rasa nya begitu senang. ingin rasa nya langsung membangun kan Revan memberi kabar ini namun Reva terlihat begitu tenang dengan mimpi indah nya. Sintya pun menaruh hasil tes nya itu di atas meja tepat di samping Revan dan dia kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi memeluk revan. Revan menyadari istri nya sedang memeluk manja dia


" kamu sudah bangun" tanya Revan dengan mata yang masih tertutup dengan suara serak bangun tidur nya.


" hhmm.. tapi aku mau tidur lagi" ucap Sintya yang juga memejamkan mata nya. Revan pun langsung memeluk erat tubuh seksi istri nya itu .


jam sudah menunjukkan pukul 7.30 matahari sudah begitu cerah dan mulai memasuki celah celah lubang di kamar itu. Revan yang menyadari nya Mulai membuka mata nya dan melemaskan otot otot nya. di lihat nya istri nya yang masih terlelap dalam mimpi indah.


"morning sayang. cup.." Revan mencium kening Sintya namun Sintya tetap juga tidur. saat Revan hendak beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi mata nya terarah ke alat tes kehamilan yang berada di atas meja. Revan pun langsung mengambil nya dan di lihat nya dua garis merah. dia begitu bahagia dan kembali mencium sintya.


" Alhamdulillah.. kamu hamil sayang" bisik Revan yang terus terusan mencium Sintya membuat nya terbangun.


"hhmm kenapa beb?" tanya Sintya dengan suara serak nya


" kamu hamil sayang.."


Sintya mengangguk "iya" dengan mata yang masih tertutup


"kamu harus jaga kesehatan kamu" sahut Revan " aku mau ngasih kabar bunda " ucap Revan yang langsung mengambil telepon nya


Tut...Tut...Tut... telepon nya berdering


"hallo"


"Bun istri aku hamil" ucap Revan dengan senang nya


" Alhamdulillah... bunda ikut senang juga! ku harus jaga baik baik istri kamu"


"iya bun" telepon pun di matikan Revan dan dia kembali memeluk Sintya


" mau mandi bareng?" ajak Revan


"enggak kamu aja yang mandi duluan, aku masih mau tidur"


"bangun sayang .. jangan tidur lagi nanti kita kesiangan "


hari ini adalah hari pernikahan nya intan dan raga jadi Sintya dan Revan harus datang cepat.


"aku mandi duluan" ucap Revan


"iya..."


cukup lama Revan di dalam kamar membuat Sintya bosan menunggu.


"masih lama beb?" tanya Sintya dari luar kamar mandi


" enggak sebentar lagi aku selesai.. kalo kamu sini mandi dengan aku" ucap Revan


" gak... " sahut Sintya

__ADS_1


beberapa menit Sintya menunggu di luar akhirnya Revan selesai mandi . selama Sintya di dalam kamar mandi Revan bersiap siap menggunakan baju kemeja dan jas nya.


" hhm suami aku tampan banget " ucap Sintya yang langsung memeluk revan


"kamu baru tau beb kalo aku tampan"


"hhmm.." ucap Sintya sambil menciumi dagu nya revan .


"kamu wangi.." ucap Sintya yang entah kenapa Sintya begitu bernafsu dengan Sintya


" sayang ayo kamu pake baju nya"


"iya sayang... kamu mau dandan di salon?"


"enggak aku dandan sendiri aja.. "


" hhm ya udah kamu Jagan pakai baju yang kentat ya kamu lagi hamil"


"iya sayang..."


beberapa menit Revan menunggu Sintya di luar akhirnya Sintya selesai berdandan. dia menggunakan dres panjang berwarna coklat dan Revan juga menggunakan jas berwarna coklat.. benar benar kelihatan cantik dan tampan.


"kamu benar benar cantik" ucap Revan sambil membukakan pintu mobil


"hhm kamu bisa aja"


mereka pun berangkat. Revan menjalankan mobil nya dengan kecepatan standar dia begitu hati hati membawa mobil nya karena dia juga begitu khawatir dengan sintya. sesampai nya di depan acara intan terlihat acara itu begitu mewah dengan tenda berwarna biru. saat Revan dan Sintya turun dari mobil mereka di sambut keluarga intan dan beberapa karyawan di kantor begitu hormat.


saat Sintya mau menemui intan di cegah oleh revan.


"aku mau menemui intan "sahut Sintya


"nanti dulu... kita makan dulu aku lapar" ucap Revan


Sintya yang mendengar keluh suami nya langsung tersenyum lebar.


" kenapa kamu tersenyum? kan kita gak ada sarapan maka nya aku lapar" sahut Revan


"iya kita makan"


saat Revan dan Sintya asik menikmati makanan di situ tiba tiba datang Heri dan dini yang juga tidak kalah keren dan cantik nya.


"hhm kamu cantik banget.." ucap Sintya memuji dini


"kamu juga cantik" sahut dini sembari bercupika cipiki


"makan bro" sahut Revan


"pasti.. kita habisin aja makanan di sini" sahut Heri


" ahaha.. " Revan tertawa lepas sambil menatap raga yang lagi duduk di pelaminan " akhirnya tuh orang nikah juga! Lo berdua kapan?"


"nanti belum waktu nya sahut Heri! eh kata nya Sintya sakit?"

__ADS_1


"iya kemaren"


"terus sekarang?"


"dia hamil" ucap Revan yang begitu bangga


"hamil... " tanya dini dengan melotot.


"iya gue hamil"


"hhmm selamat ya akhirnya Lo hamil juga"


"makasih ya"


saat mereka asik berbincang akhirnya Bella dan Hendra datang dan juga ikut bergabung dengan mereka


" hey.." ucap Bella menyapa mereka semua


"bell gue kangen Lo" Sintya langsung memeluk Bella


"gue juga kangen Lo" bella membalas pelukan Sintya


tak lama mereka berbincang dan makan Sintya melihat Kakak nya yang berjalan sendirian.


"kak... " panggil Sintya


kakak nya menoleh mencari dari arah mana suara yang memanggil nama nya.


"kak sini" Sintya melambaikan tangan nya .deni pun langsung menghampiri nya


"kakak Lo sin? " tanya bella


"iya.."


"ganteng banget"


"hallo" sapa Deni


"hey.. nama gue Bella" Bella langsung menyodorkan tangan nya untuk berkenalan dengan Deni tanpa menunggu lama Deni juga menyodorkan tangan nya.


"nama gue Deni"


Hendra yang melihatnya langsung meraih tangan Bella " Lo di sini jangan malu maluin gue" ucap Hendra


"ih Lo sidik aja. gak bisa lihat orang senang" sahut Bella judes " kalo mau jomblo selama nya jangan bawa bawa gue"


"boleh minta nomor nya gak" ucap Bella pada Deni


"mana?" tanya Deni


"apa nya ?"


"ponsel kamu kata nya mau minta nomor"

__ADS_1


"eh..maaf aku lupa" Bella pun langsung mengasih ponsel nya dan Deni memasukkan nomor nya di ponsel Bella.


Deni kalo masalah cewe yang minta nomor tidak perlu menunggu lama tau mikir mikir dulu untuk mengasih nomor nya.


__ADS_2