Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
157


__ADS_3

Revan memasuki. ruangan kursi sudah terisi penuh dengan karyawan dan metting pun di mulai sedangkan Sintya yang berada di dalal ruangan Revan sudah merasakan bosan dan ngantuk, dia pun berjalan menuju dapur untuk cari makan atau pun teman agar dia tidak bosan namun dapur juga tidak ada orang mungkin karena waktunya sudah sore ada sebagian karyawan yang sudah siap siap untuk pulang


"lama lama di sini kok gue merasa merinding ya padahal dulu gue biasa aja disini bahkan sampai malam " ucap Sintya sambil mengaduk secangkir kopi yang di buatnya


Sintya pun berjalan meninggalkan dapur itu sambil membawa kopi yang di bikin nya


"gue bingung mau ke ruangan mana lagi?" ucap Sintya kebingungan


Sintya terus melangkah dan langkah yang berhenti di depan ruang metting karyawan saat ini


"tok.. tok..tok..." Sintya mengetuk pintu itu dengan pelan dan dia membuka sedikit pintunya


"hei..." ucap Sintya kepada Revan sambil memberikan senyum manis dan kode untuk revan


Revan hanya mengangguk dan kembali fokus kepada karyawan nya ( mungkin kode yang di berikan kepada Sintya untuk mempersilahkan Sintya masuk ke ruangan itu ). Sintya pun masuk ke ruangan itu dan berdiri tepat di sebelah Revan dengan membawa secangkir kopi yang dia bikin


saat Sintya berdiri di sebelah Revan Sintya terus terusan menatap Wati yang juga duduk dekat revan


"gila nih cewek pakai acara nyusul kesini " batin Wati berbicara


" awas aja kalo berani godain suami gue" batin Sintya pun juga berkata


cukup lama Sintya berdiri di sebelah Revan tiba tiba Revan Pun berdiri dan mempersilahkan Sintya untuk duduk di kursi nya


"makasih ya!" ucap Sintya


Revan tidak membalas perkataan Sintya namun dia hanya mengelus pipi istri nya itu


metting itu masih berjalan sudah lebih 45.00 menit


"masih lama ya?" Sintya kembali merasakan bosan berada di ruangan itu dan dia juga bosan karena kelamaan nunggu untuk pergi ke salon


"baik cukup sampai disini metting kita hari ini lain waktu kita akan membahas nya lagi, silahkan kalian pulang bagi yang pekerjaannya sudah selesai dan bagi yang masih lembur tolong jaga kesehatan kalian, senang bekerja sama dengan kalian" Revan sudah menutup rapat itu semua karyawan pun keluar dari ruangan itu kecuali watu, Sintya dan Revan

__ADS_1


"apa tugas saya hari ini sudah selesai juga pak?" tanya wati


"iya silahkan kamu pulang , saya mau ngajak istri saya jalan jalan" ucap Revan


mereka pun keluar dari ruangan itu


saat Revan dan Sintya berjalan ke parkiran ternyata juga ada Wati yang ingin masuk ke dalam mobil nya


"mari pak duluan" sapa Wati


"silahkan" Revan dan Sintya pun juga memasuki mobil


"kok dia cuman menyapa kamu sih?" tanya Sintya kesal


"siaap?" Revan kembali bertanya karena masih tidak tahu siapa yang di maksud Sintya


"itu asisten kamu, Wati... kok cuman menyapa kamu padahal kan aku juga ada di samping kamu harus nya sapa aku juga, gini gini kan aku juga istri kamu istri pemilik perusahaan ini dan juga kan perusahaan ini juga udah ganti nama jadi nama ku itu artinya aku dong bos nya"


Revan hanya tersenyum mendengan celotehan Sintya "iya ibu bos... dia orang baru mungkin dia masih tidak tahu dengan peran kamu di sini"


"curiga kenapa? kamu cemburu, atau kamu takut aku suka sama dia "


"iya.. tuh kamu tau"


"gak lah gak mungkin aku sudah sama dia kan aku udah ada kamu, kamu juga gak kalah cantiknya Sama dia"


"aku heran juga gitu sama kamu kok kamu sekarang itu gak kaya dulu "


"gak kaya dulu bagaimana? apa kamu merasa aku cuek sama kamu gak perhatian lagi atau bagaimana sih sayang?"


"dulu waktu aku belum jadi istri kamu kamu galak banget kalo di kantor kok sekarang enggak ya?"


"sorry sayang cup... " Revan mengecup kening Sintya " aku bukan nya kejam tapi aku suka aja liat kamu manyun itu menurutku kamu manyun semakin cantik, dan kamu juga kan yang minta aku jangan jalak terus yah aku nurutin kamu"

__ADS_1


"hhmm"


"udah kamu jangan membahas Wati terus aku gak ada apa apa kok "


"iya"


Revan pun memberhentikan mobilnya di parkiran mall


"hari ini kamu bebas mau beli apapun" ucap Revan


"beneran?"


"iya sayang "


Sintya dengan semangat keluar mobil meanrik tangan nya Revan


"pelan-pelan sayang, nanti kamu jatoh toko nya gak kabur kemana-mana kok"


"hehe" Sintya tersenyum saat di tegur Revan


"kamu gak makan dulu beb? atau langsung belanja?"


"kamu lapar ya?" tanya Sintya


"iya.. tadi siang aku sibuk jadi gak sempat makan,"


"tuh kan kebiasaan kamu sering gak makan terus" omel Sintya "ya udah kita cari makan dulu"




novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"

__ADS_1


Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan hanya bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"


__ADS_2