
selesai Vidio itu di putar
" ada yang ingin di tanyakan tau tidak terima " ucap Revan sambil menyindir Hendra " atau ibu indah mau bertanya" ucap Revan tegas
semua karyawan tidak ada yang berani memberi pertanyaan ( mana mungkin mereka tidak terima apa yang Revan ucapkan itu sama saja bunuh diri)
" baik kalo tidak ada yang ingin bertanya biar saya jelaskan semua nya, saya tidak suka kalo ada orang yang ngomongin saya di belakang !" ucap Revan sambil berdiri dari kursinya
" yang kalian tanyakan kemaren siapa istri saya dan kalian mau tahu, Sintya lah istri saya , kami sudah menikah dua bulan sebelum saya mempersenjui ambil alih kantor ini, "
dini langsung mengangkat tangan nya " bapa menikah baru dua bulan tapi anak bapa sudah besar"
" memang anak saya sudah besar, saya menikah dengan sintya saya bercerai dengan istri pertama saya , jadi saya perjelas disini kalo Sintya bukan selingkuhan atau pun orang ketiga di rumah tangga saya melainkan dia nyonya besar nya Revano Saputra saya yang melamar Sintya dan menikahi nya saya juga yang menarik dia di kehidupan saya bukan dia yang menarik saya di kehidupan dia ! jadi saya harap buat semua nya lebih hargai istri saya saya tidak suka sampai istri saya menangis lagi kalo masalah pekerjaan saya tidak masalah kalo istri saya tidak kerja saya masih bisa biayai hidup nya " ucap Revan angkuh"
semua mata karyawan beralih ke arah Sintya
"beruntung banget ya Sintya, duhh semoga gue punya suami orang kaya biar bisa jadi nyonya besar ! " ucap salah satu karyawan di situ
,
" dan untuk ibu indah anda tidak berhak untuk memecat karyawan disini! apa anda lupa dengan tugas anda dini? " ucap Revan tegas
memang semenjak Revan di kantor itu ibu dan indah hanya sebagai kepala staff
ibu indah hanya menunduk karena takut
" sebenar nya saya juga tidak mau mengadakan seperti ini tapi kesabaran saya sudah habis, saya tau di sini ada yang ingin menyingkirkan Sintya ' ucap Revan sambil menatap tajam ke arah dini
" dan untuk hendra... sekarang kan anda sudah tau status Sintya apa jadi saya harap jangan mengganggu dia lagi, jangan berharap lebih ! ya sudah saya cuman mau bilang itu saja , terima kasih atas semua perhatian nya semoga kalian semua mengerti"
terlihat hendra disamping Bella tertunduk lemas seperti orang patah hati yang amat dalam
" yang sabar" ucap Bella memberikan semangat kepada Hendra namun Hendra hanya diam
" sin Lo kok gak bilang sama gue " ucap Bella
" gue juga belum siap dan Lo orang nya juga ember" ucap Bella pelan dengan muka ke arah Revan
Revan yang melihat istri nya muka gugup dan malu langsung memberi kan senyuman dan mengejipkan sebelah mata nya.
"agghhh.. soswett" teriak semua karyawan diruangan itu, bagaimana mereka tidak terkesima karena Revan yang di anggap nya begitu dingin, sudah senyum kepada orang tapi ternyata begitu romantis dengan istrinya
tok..tok.tok.. terdengar ketukan pintu dari luar
dini langsung membuka pintu nya saat di buka pintu terlihat scurity yang sedang membawa bunga mawar besar
" permisi ini punya pak Revan"
" terima kasih " ucap Revan sambil mengambil bunga itu
__ADS_1
Sintya tercengang lagi " apa yang ingin dia lakukan lagi Hari ini dia benar benar membuat ku malu" ucap Sintya dalam hati
" sin..." senggol Bella " bunga sin apa mungkin itu buat Lo ? oh gue baru ingat berarti yang dulu kasih lo bunga dengan puisi itu.. pak Revan?"
Sintya hanya mengangguk " iya "
"selamat sin Lo beruntung banget punya suami kaya pak Revan"
sedangkan dini kali ini dia merasa di kalahkan banget oleh Sintya
Revan berjalan menghampiri Sintya
" beb ini buat kamu" ucap Revan
Bella yang di sebelah nya tercengang kagum dan sebelah tangan nya menepuk bahu Hendra " sabar..sabar.. ini ujian " ucap Bella pelan
Revan kembali ke kursinya ." baik kali semua bisa kembali kerja, terima kasih atas waktu nya" ucap Revan
mereka pun bubar kembali ke ruangan masing masing, Sintya yang berjalan pelan dari belakang semua karyawan
" hey nona, " panggil Revan menggoda
Sintya langsung membalikkan badan nya dengan lemas " hhmm ada apa? "
Revan langsung menarik tangan Sintya dan langsung mendudukkan nya di pangkuan
" kamu kenapa beb ? kok lemas begitu? hhm kamu marah ya sama aku?"
" terus kenapa? "
" kamu bikin malu aku hari ini"
" hah... bikin malu kamu, bikin malu nya dimana nya?" tanya Revan dengan tatapan tajam kepada Sintya
" iya kamu ceritakan semua nya "
" eh gini sayang, aku bukan nya mau bikin malu kamu tapi aku mau mengakui kamu sebagai istri sah nya aku , aku senang dan banggapunya istri kamu" ucap Revan sambil menyentuh hidung Sintya
Sintya memajukan bibir nya membuat revan gemas melihat nya
cup..Revan langsung**** bibir nya Sintya cukup lama dan akhirnya Sintya melepaskan nya, Sintya menarik napas panjang
" kebiasaan kamu selalu curi kesempatan" ucap Sintya
" eh gak papa, aku juga bisa sekarang curi semua nya dari kamu" ucap Revan dengan gombal nya
" udah ayo keluar"
" sebentar " ucap Revan singkat
__ADS_1
" hhm kenapa? "
" aku masih mau memeluk kamu , masih mau mencium bau parfum kamu, parfum kamu yang membuat aku selalu bergairah"
Sintya langsung mencubit pinggang Revan
" aw sakit kamu mah cubit melulu nanti kulit aku gak mulus lagi " rintih Revan
Sintya tertawa lepas
" kamu harus tanggung jawab ! "
" hah tanggung jawab? aku harus apa? "
" nanti di rumah akan ku tagih semua nya " ucap revan membisikkan di kuping Sintya
" di rumah? apa? " tanya Sintya seperti tidak mengerti
" tenang sayang kamu jangan khawatir nanti aku yang bimbing kamu dengan lembut aku yang akan jadi guru kamu" ucap Revan tertawa
" dasar mesum " ucap Sintya sambil melepaskan tangan Revan nya melingkar di pinggang Sintya
mereka pun keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan Revan
" aku mau ketempat Bella" ucap sintya
" biar aku antar"
" gak perlu di antar beb ini kan gak jauh juga dari ruangan kamu, kaya mau nyebrang jalan raya aja mesti di antar"
namun ucapan Sintya tidak di hiraukan Revan Revan malah berjalan sambil merangkul pinggang Sintya yang langsing.
" Bella makan yuk" ajak Sintya
Revan yang di samping nya tertawa lepas
" kamu kenapa ketawa ?" tanya Sintya
" tadi kan kamu sudah makan masa mau makan lagi "
" biarin aku mau keluar sama Bella kamu jangan ikut " ucap Sintya cuek
" tapi sin, gue masih kerja " ucap Bella sambil menatap Revan yang berada di samping Sintya
" boleh ya Beb Bella keluar sama aku" rengek Sintya manja
Revan mengangguk membolehkan istri nya makan di luar, mana mungkin Revan melarang kemauan istri nya
" minta duit nya, aku tadi gak bawa duit" ucap Sintya sambil mengulurkan tangan nya
__ADS_1
Revan tersenyum dan menggeleng kan kepala nya melihat tingkah istri nya
" nih kartu ATM kamu saja yang simpan " ucap revan