Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
66


__ADS_3

ponsel nya Revan berdering di lihatnya di layar ponsel nya tertera di ponsel nya bernama " my wife"


" hallo sayang"


" hallo, kamu lagi apa?" tanya Sintya


" lagi di kantor nih! kamu udah makan belum ?"


" udah tadi, kamu udah makan? " tanya Sintya


" udah tadi dengan raga dan Heri"


" oh ya beb! gimana raga mau gak ?"


" gak tau beb dia gak beri jawaban"


" hhmm berarti gak mau ya?"


" semoga aja dia berubah pikiran ! Vidio call dong beb aku kangen "


Sintya langsung mengalihkan telepon nya menjadi Vidio call


" hhmm cantik banget istri aku, kalo punya anak pasti cantik kaya mamah nya " ucap Revan dengan mengijipkan sebelah mata nya


"ih gombal... tapi Aldo muka nya mirip kamu kenapa?"


" yah bagus kalo mirip aku dari pada mirip yang di sana" ucap Revan ogah membahas mantan istri nya


" oh ya beb nanti malam kita ke rumah mamah ya! aku kangen mamah dan papah! "


" iya sayang kamu siap siap aja jadi setelah pulang kerja kita langsung "


" makasih sayang, Dah.." telepon langsung di matikan Sintya Revan hanya tersenyum melihat tingkah istri nya itu karena dia tahu istri nya nelepon pasti ada mau nya .


lain hal nya dengan raga hari ini dia pulang kerumah lebih cepat .


" kok cepat pulang nya nak" ucap ibu nya raga


" iya lagi kurang enak badan aja" sahut raga " oh ya Bu nanti raga pengen bicara sesuatu "


" bicara apa?"

__ADS_1


" nanti aja kalo ada bapak dan Kaka "


"iya" sahut ibu nya raga " ada apa ya, seperti nya penting " pikir ibu nya raga


jam sudah menunjukkan pukul 17.00 keluarga raga sedang berkumpul di ruang tamu. di ruang tamu itu ada ibu, bapak , Kaka dan istri Kaka nya .


" raga pengen ngomong sesuatu " ucap raga membuat orang di ruangan itu tegang


"ngomong apa?" sahut ibu nya " sini duduk "!


raga duduk di samping bapak nya " raga mau menikah " ucap raga membuat semua keluarga nya itu bahagia .


" Alhamdulillah akhirnya Lo mau menikah juga" sahut Kaka nya raga


" tapi..." ucapan raga terputus


" tapi kenapa? " tanya bapak nya raga


" wanita yang ingin raga nikahin dia sedang hamil "


" hamil... hamil dengan kamu" pertanyaan ibu nya mulai terdengar kasar.


"bukan.. tapi kalo raga menikahi nya raga akan anggap anak nya itu anak raga "


" masih banyak wanita lain" sahut Kaka ipar nya


" Lo gak usah ikut campur " ucap raga dengan kesal, raga memang tidak terlalu baik hubungan nya dengan Kaka ipar nya


" sudah .." ucap bapak nya raga menenangkan suasa orang di rumah itu " kalo bapak tersera kamu, kalo kamu mau mencintai nya dan mau menolong nya bapak tidak melarang tapi bapak harap kalo kamu menikah dengan nya sayangi anak itu dengan baik baik kalo punya anak kandung kamu jangan pernah bedakan dia"


"tapi ibu tidak terima! masih banyak wanita yang lebih baik dan suci dari itu! kenapa harus menikahi wanita hamil yang bukan sama kamu?" ibu raga memang keras orang nya dan susah di bantah


" Bu... ini jalan pilihan raga biar raga yang menentukan pilihan nya " ucap bapak nya raga menenangkan ibu nya


" bapak gak keberatan kan kalo raga menikah?"


" iya.. sudah waktu nya kamu jalani kehidupan baru"


"ibu tidak pernah keberatan kalo kamu mau menikah tapi yang membuat ibu berat kamu menikahi wanita seperti itu! wanita tidak beres"


" intan wanita baik"

__ADS_1


" apa kamu bilang wanita baik? kalo dia baik gak mungkin hamil di luar nikah? dan kamu di kasih makan apa sama di jadi kamu tergila gila seperti itu " ucap Kaka ipar nya


" bapak mendukung aku jadi aku tetap menikahi intan kalo ibu dan Kaka tidak menerima istri aku aku akan keluar dari rumah ini "


" kalo gue terserah Lo gimana baik nya aja, Lo bukan anak anak lagi Li pasti bisa mikirkan gimana baik nya" ucap Kaka nya raga


" kenapa kamu tidak mendengar ibu saat ini " tangis ibu nya namun raga lebih memilih tetap menikahi intan dia kesihan dengan intan


" raga minta maaf Bu, menurut raga keputusan raga ini tidak salah raga menyukai nya dan raga ingin menolong nya ! apa itu salah ? kalo ibu tidak terima dia raga bisa tinggal di lain! biarkan raga memilih pilihan raga"


ibu nya terus saja menangis karena tidak terima anak menikah dengan wanita yang hamil bukan dengan anak nya


" secepat nya raga urus soal pernikahan jadi ibu dan bapak cukup siapkan diri untuk datang melamar"


" iya " ucap bapak nya, sedangkan ibu nya raga tidak memberi sahutan apa apa dia tetap menangis dan sangat merasa membenci calon mantu nya itu


---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----


jam sudah menunjukkan pukul 17.30 Sintya sudah rapi menggunakan baju dres nya dengan rambut yang di biarkan terurai . namun Revan yang belum juga datang membuat Sintya jadi bosan karena kelamaan menunggu


" kamu dimana?" Sintya mengirim pesan pada Revan


" kenapa kok belum pulang? aku udah siap siap". pesan yang terus di kirim Sintya


Revan yang di dalam mobil menuju rumah membuka pesan dari Sintya langsung melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi


Tit..tit... tit... Revan membunyikan klakson mobil nya pak Joko nya mendengar nya langsung membuka kan pintu gerbang dan Sintya langsung bergegas ke depan menyambut suami nya datang .


" kenapa baru pulang?" tanya Sintya manja


" tadi macet sayang. hhmm istri aku cantik banget " ucap Revan sambil mencium di belakang kuping nya Sintya "wangi..kamu mau kemana?." tanya Revan seolah olah lupa ingin ke rumah mamah nya sintya


" nanti aja menggoda aku nya! cepat kamu mandi terus kita ke rumah mamah, kan kamu sudah janji"


" iya sayang, kangen banget ya sama mamah"


" iya aku kangen banget"


" hhm terus sama aku gak kangen ?"


" ih beb.. nanti aja merayu aku kamu cepat mandi aku mau bikinkan kamu teh hanget"

__ADS_1


Revan langsung masuk ke dalam kamar mandi sedang kan Sintya juga sibuk membuatkan teh buat suami nya itu.


jangan lupa like, komen dan vote nya ya


__ADS_2