Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
131


__ADS_3

deni dan dewi pun balik ke rumah ibu dewi sudah menunggu dewi.


" kemana dewi sama deni, ini kan waktunya dewi minum obat " khawatir ibu nya


" assalamu'alaikum " ucap deni


" dari mana aja? "


" ibu gak usah khawatir aku gak kemana mana kok" ucap dewi sambil tersenyum


" aku cuman ngajak dewi jalan jalan di sekitar sini bu" sahut deni


" iya.. kamu harus minum obat dulu" ibu nya terkejut melihat cincin yang melingkar di jari manis nya dewi


" ini punya siapa? " tanya ibu nya


dewi langsung menatap ke arah deni dan ibu nya langsung mengerti apa maksud tatapan dewi.


" nak deni nanti ibu mau bicara sama kamu ya"


" iya bu... "


" ya sudah kalo begitu kamu minum obat terus istirahat ya"


" iya bu" dewi pun masuk ke dalam kamar nya sedangkan deni dan ibu nya dewi berjalan ke arah teras


" ibu mau ngomong apa? " tanya deni


" sebelum nya ibu sangat berterima kasih kepada kamu, kamu sudah begitu banyak membantu keluarga ibu "


" saya ikhlas bu membantu itu semua"


" tapi... aku kamu beneran yakin memilih I dewi untuk menjadi pendamping hidup kamu? masih. banyak di luaran sana wanita yang jauh sempurna dan jauh lebih cantik dari dewi "


" aku sudah begitu yakin untuk memilih dewi menjadi pendamping saya "


" tapi bagaimana dengan keluarga kamu. apa keluarga kamu juga sudah menerima dewi sebagai mantu mereka? kamu tahu kan bagaimana kondisi dewi dan dia juga tidak bisa kerja berat berat "


" iya ibu aku sudah tahu semua dan keluarga juga sudah menerima dan aku sudah begitu yakin memilih dewi.. jadi aku minta doa restu ibu. ku mohon bu restui kami"


" iya kalo kamu memang tulus dan dewi juga suka dengan kamu ibu selalu berikan restu dan sekali lagi ibu berterima kasih "

__ADS_1


" iya bu.. hhm besok aku mah balik ke Indonesia dulu bu karena masih ada pekerjAn yang harus aku selesai kan"


" iya gak papa " saat ibu nya asik ngobrol telepon ibu nya berbunyi di lihat nya dari layar telepon nya bernama heri. ya herin yang menelpon nya


" sebentar ibu angkat telpon dulu" ucap Ibu nya memutus obrolan dengan deni


" hallo her.. "


" iya bu, bagaimana kabar ibu dengan dewi? "


" kabar di sini baik her dan dewi juga rutin minum obat nya, keadaan kamu di sana bagaimana? "


" keadaan aku di sini kurang baik bu" ucap heri dengan suara lemas


" kamu kenapa? kamu sakit? "


" enggak bu aku baik baik saja tapi ada satu masalah saja"


" apa itu her? "


" aku di paksa orang tua nya dini untuk nikahi dini bu.. aku bingung harus bagaimana lagi? apa aku harus menjual mobil ku bu? "


"apa kamu di gerak orang tua nga dini? " ibu nya kaget mendengar ucapan heri


" ibu paham maksud kamu her, kamu jangan jual mobil kamu lagi.. kamu sudah terlalu sering jual mobil kamu her"


" tapi aku gak tau lagi bu harus cari uang kemana? aku sudah coba cari uang tambahan bu tapi tetap gak ngimpul. aku bingung bu harus bagaimana? "


" kalo kamu jual mobil kamu bagaimana kamu kerja cuman itu satu satu yang kamu miliki her, "


" terus aku harus bagaimana? apa ibu mau aku putus dengan dini? "


" ibu tidak bermaksud begitu her, ibu tidak mau merebut kebahagiaan kamu ibu juga ingin melihat kamu bahagia, kamu minta waktu sama orang tua nya dini sampai ibu dan dewi kembali ke Indonesia "


" terus ibu mau cari kan uang nya kemana? "


" nanti biar ibu pikirkan dulu, kalo memang gak ada kita bisa pinjam di bank dan sebagai jaminan nya biar sertifikat rumah saja"


" tapi bu... itu harta satu satu nya peninggalan bapak bu"


" ya sudah nanti ibu pikirkan lagi, kamu istirahat aja dulu dan berdoa semua pasti ada jalan keluar nya "

__ADS_1


" ibu jaga kesehatan juga ya di sana ibu jangan sampai kecapean "


" iya her ya sudah telepon nya ibu matiin ya"


" iya bu" ..


tut.. tut.. tut.. telepon pun terputus


setelah heri selesai telponan sama ibu nya telepon heri kembali berdering dan ternyata revan yang nelpon


" hallo" ucap heri


" kemana aja gak ada kabar? " tanya revan


" oh lagi ada urusan lain aja"


" oh begitu, oh ya her besok kita berangkat ke Kalimantan ya, lo harus siap siap"


" hah kalimantan? berapa hari? "


" satu minggu "


" hah satu minggu? " ucap heri kaget


" iya kenapa lo keberatan? "


" hhm enggak"


" tenang nanti ada aja bonus nya akhir bulan "


" mending aku ikut aja siapa tau bonus nya bisa mengurangi masalah ku saat ini " ucap heri dalam hati


" hallo.. lo dengar gak" ucap revan dengan tegas


" iya gue dengar, terus besok berangkat jam berapa"


" nanti gue kabarin lagi jam nya"


" oke biar gue siap siap dulu "


" oh ya jangan lupa bilang sama dini belikan tiket untuk kita bertiga "

__ADS_1


" oke"


telepon pun terputus


__ADS_2