
sampai nya di rumah Sintya dan Revan sudah mengenakan baju tidur
" beb " panggil Revan sambil memeluk Sintya
" apa beb? "
"" aku boleh bilang sesuatu ? "
" boleh, apa? "
" apa kamu ijinkan"
" ya tergantung! aku gak tau apa yang kamu mau"
" kalo aku ke luar kota untuk dua atau tiga hari bagaimana ?"
sintya mendengar kan ucapan Revan langsung membalikkan wajah nya , entah kenapa dia merasa begitu kesal saat Revan bilang ingin ke luar kota
" sayang.." ucap revan lembut sambil menyentuh dagu Sintya
" hhmm"
" kamu marah ya ? kan aku nanya kamu gak jawab "
" memang nya kamu mau kemana" tanya Sintya kecus
" aku ada kerjaan di Kalimantan, Daddy yang minta aku ke sana! gimana apa kamu ngijinkan "
sintya tidak menjawab pertanyaan Revan
" beb jawab dong, apa aku gak boleh kesana, aku juga berat mau ninggalin kamu tapi gimana Daddy yang minta, masa kamu gak ngerti beb"
perasaan sintya saat ini bingung harus jawab apa mau ngijinkan pergi dia juga merasa gak bisa jauh dari Revan terus kalo gak di ijinkan dia malu sama papah nya Revan dia juga gak mau di bilang egois, dia tahu kalo banyak yang memerlukan tenaga suami nya
" beb..." panggil Revan lagi
" hhmm kamu berangkat sama siapa aja"
" sama Heri, raga dan dini" ucap Revan pelan saat bilang nama dini
" kenapa harus ada dini "
" terus siapa? atau kamu juga ikut?"
" aku gak bisa ikut! kan aku ujian "
" terus kamu izinin atau gak "
" aku memang saat jauh dari orang tua aku terasa biasa tapi aku gak tau gimana kalo jauh Sama kamu" ucap Sintya sambil memeluk Revan
" aku janji beb gak akan lama di sana , kan ada bi inah yang bisa menemani kamu di rumah "
__ADS_1
" iya tau tapi kan biasa nya kemana mana dengan kamu* ucap Sintya manja
" aku mohon beb kali ini aja kamu ngerti aku , aku janji kalo aku udah datang kemana kamu mau aku antar "
" hhm janji ? tapi kamu di sana jangan macam macam jangan menggoda cewe ? terus hubungi aku ! gimana?"
" iya aku janji sayang, kan aku sayang nya sama kamu , aku akan selalu hubungi kamu " ucap Revan sambil mencium kening sintya
" ya udah tidur aku ngantuk "
Sintya dan Revan memejamkan mata nya mereka tertidur di posisi dengan saling berpelukan
---;-🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----
waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi matahari sudah mulai memasuki celah celah lubang di kamar itu. Sintya yang merasakan nya mulai menggeliat dan membuka mata nya. dengan segera dia membuka jendela di kamar itu .
Revan masih tertidur pulas dengan mimpi indah nya. tanpa membangun Revan Sintya langsung segera mandi dan pagi ini dia ingin buat sarapan untuk suami nya .
selesai mandi Revan masih tertidur tenang dengan wajah tampan nya . cup Sintya mencium kening Revan entah kenapa sikap Sintya sekarang dengan Revan begitu berbeda dia rasa nya ingin selalu bersama lelaki ini, lelaki yang selalu buat dia tenang, buat bahagia dan selalu manjakan nya. cukup lama Sintya memandang wajah Revan namun Revan belum juga bangun Sintya pun langsung keluar kamar untuk menuju dapur .
" non" sapa bi inah
" bibi gak usah bikin sarapan biar aku aja"
"tapi no" ucap bi inah dengan gugup
" gak papa bi hari ini aku mau masakkin suami aku soal nya dia mau ke luar kota "
Sintya pagi ini ingin bikin opor ayam untuk suami nya
" bibi tolong goreng kerupuk aja ya Bi! " pinta Sintya
" baik non"
cukup lama Sintya di dapur dan jam sudah menunjukkan pukul 08.15 namun seperti nya Revan belum ada tanda tanda bangun. biasa nya kalo Revan bangun gak ada Sintya di samping nya dia sudah kelayapan mencari Sintya namun sekarang tidak ada suara Revan
" apa dia belum bangun ?" ucap Sintya sambil menaiki anak tangga
dan benar dugaan Sintya kalo Revan belum bangun.
" beb .. " ucap Sintya lembut membangun kan Revan
" hhmm" Revan menggeliat
" kamu gak bangun kata nya kamu hari ini berangkat"
" jam 11.30 aku berangkat" ucap Revan dengan suara serak bangun tidur.
" oh" ucap Sintya singkat dan saat dia beranjak ingin berdiri Revan menarik nya kedalam dekapan nya
" mau kemana ? kamu sudah mandi baby? "
__ADS_1
Revan hapal betul wangi istri nya sudah mandi " sudah " sahut Sintya " aku mau siapkan baju kamu " ucap Sintya
" kamu gak perlu repot repot siap baju aku aku sudah siapin, kamu temani aku disini aja dulu aku masih kangen " ucap Revan dengan manja dengan memperkuat pekukkan nya
kali ini Sintya tidak membantah ke inginan suami nya dia ikut berbaring di samping suami
" aku pengen ..." bisik Revan
mata Sintya melotot " sadar mesum masih aja dia mikirin Kya gitu " ucap Sintya dalam hati
" tapi beb?"
Revan tidak menghiraukan ucapan Sintya dia sudah berada tepat di atas tubuh Sintya dengan jurus nya yang lincah mengalahkan sintya. alhasil dia berhasil mendapatkan apa yang dia ingin kan
" aku akan selalu kangen seperti ini dengan ku beb" ucap Revan yang masih berada di atas tubuh sintya tanpa mengenakan sehelai pakaian yang cuman di tutupi selimut sambil memainkan bibir nya sintya . namun saat itu telepon Revan berdering .
dengan segera dia mengambil telepon nya di lihat di layar ponsel nya itu tertera nama raga, ya raga yang menelepon Revan .
" ada apa " ucap Revan yang masih berbaring di atas tubuh Sintya
" bro kita jam berapa terbang"
" huh laga Lo terbang, sekarang masih jam 8.30 gue masih mau senang senang sama istri gue , kita berangkat jam 11.30, kasih tau yang lain " ucap Revan
" enak ya punya istri bisa senang senang "
" maka nya nikah" ucap Revan dan terus mematikan ponsel nya
" mandi sana " ucap Sintya mendorong tubuh Revan
" mandi bareng" ucap Revan manja
" gak ..."
" eh beb boleh nanya sesuatu "
" apa lagi? " sahut Sintya kesal
" kamu kenapa gak pengen cepat punya anak? "
" hhm aku masih ingin jalan jalan bersama suami aku ya masih ingin seperti pacaran, menurut aku kalo udah punya anak itu susah kemana mana "
" kamu kan sekarang gak minum pil atau suntik KB ? "
" iya memang nya kenapa ?"
" aku buat nya di dalam terus beb dan aku gak jamin ya kalo kamu hamil, tapi aku senang kalo kamu hamil mungkin kamu tambah cantik "
" beb... " teriak Sintya seperti tidak terima " jangan ngomong macam macam udah sana mandi aku berat kelamaan menahan tubuh kamu "
Revan pun turun dari tubuh Sintya dan masuk ke dalam kamar mandi
__ADS_1