Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
105


__ADS_3

satu Minggu kemudian


pagi ini hari ber aktivitas seperti biasa sebelum berangkat ke kantor dia lebih dulu mengantar dini ke kantor nya.


"makasih ya sayang udah nganter aku" ucap dini sambil memeluk Heri erat


"aku kangen kamu seperti ini.. sudah beberapa Minggu aku sibuk dengan urusan rumah sakit" ucap Heri yang juga memeluk dini


"aku gak masalah kok kalo kamu sibuk itu kan untuk kesehatan adik kamu juga "


"makasih ya kamu selalu ngerti aku! hhmm sebenarnya aku pengen sekali melamar kamu! aku merasa umur ku sudah tidak muda lagi aku pengen berumah tangga seprti yang lain nya tapi harus bagaimana tabungan aku untuk lamar kamu habis semua nya untuk buat rumah sakit "


" kamu jangam seperti itu aku akan tetap tunggu kamu kamu jangan khawatir! "


"makasih ya tapi aku heran Sama Dewi sudah gak ketemu lagi dengan Deni tapi masih saja bertanya tanya tentang Deni "


"mungkin cinta Dewi untuk Deni itu tulus dan dalam jadi kamu seharus nya jangan halang halangin dia! siapa tahu aja kalo Dewi bersama Deni dia bisa membaik yang jelas dia bisa bahagia"


"tapi kalo seandainya sama Deni malah sebalik nya bagaimana? "


"udah kamu jangan berpikir seperti itu doa kan yang terbaik aja buat adik kamu! ya udah aku mau kerja dulu"


" kamu kerja jangan macam macam ya trus kalo istirahat kamu hubungi kamu"


"iya . nanti kalo ada apa apa kabarin aku ya"


"iya sayang"


"bye" dini pun keluar dari mobil nya Heri. Heri pun langsung melajukan mobil untuk menuju ke kantor. beberapa menit di perjalanan akhirnya Heri sampai di kantor nya . tanpa menunggu lama lagi dia langsung masuk ke dalam kantor nya.


"sebentar lagi kita metting ya" ucap Revan saat berpapasan dengan Heri


"hhmm" Heri menarik napas panjang nya .


metting pun di mulai semua ruangan itu hening semua karyawan pada memperhatikan Revan yang berbicara . namun saat metting itu berjalan telepon Heri bergetar di ambil nya dari saku celana nya dan di lihat nya ternyata ibu nya yang melepon. perasaan hera tiba tiba menjadi gugup


" ibu.. ada apa ya ibu nelepon aku di saat jam kerja" ucap Heri dalam hati . ibu terus menelepon sampai beberapa kali namun Heri tidak bisa mengangkat dia tidak ingin mengganggu pembicaraan nya Revan . dia hanya bisa menolak kalo ibu nya nelepon. tapi dia bingung biasa nya kalo ibu nya nelepon terus Heri menolak nya ibu nya pasti paham kalo Heri lagi sibuk tapi kenapa ini sudah di tolak beberapa kali ibu nya terus terusan menelpon . perasaan Heri benar benar tidak enak dan dia juga tidak memperhatikan saat Revan bicara.


akhirnya Revan pun mengakhiri metting nya dengan segera Heri Keluar ruangan itu dan menelpon ibu.


Tut...Tut...Tut... ibu nya pun mengangkat telepon Heri


"ada apa Bu? kok ibu nelepon aku sering banget"

__ADS_1


"her... adik kamu " ucap ibu nya Sabil menangis


"kenapa dengan Dewi Bu?" tanya Heri khawatir .


"adik kamu masuk rumah sakit.. penyakit nya kumat lagi dan sekarang dia terbaring lemah her..." ucap ibu nya yang terus Menangis .


saat mendengar ucapan ibu nya Heri langsung meneteskan kan air mata tanpa dia sadari. dia tidak tahu bagaimana dengan perasaan nya saat ini dia merasa sedih dan juga bingung harus kemana lagi mencari uang untuk biaya rumah sakit


"her... kamu dengar ucapan ibu kan?"


"ehh HM iya Bu nanti Heri minta ijin sama Revan untuk pulang cepat"


"maaf kan ibu ya her kalo selalu buat kamu susah "


"ibu tidak perlu minta maaf ibu dan Dewi tidak bersalah" ucap Heri berusaha kuat


"ya sudah aku mau temui Revan dulu bu" ucap Heri. ibu nya pun langsung mematikan telepon nya.


"hhmm" Heri menarik napas panjang untuk menenangkan nya .


tok..tok..tok.. Heri mengetuk pintu ruangan nya Revan


"masuk" tersengat suara Revan dari dalam


"eh Lo kirain siapa" ucap Revan sambil memainkan ponsel nya


"ada yang ingin gue omongin " Heri pun duduk di bangku di hadapan Revan


" Lo mau ngomong apa kok serius gitu " tanya Revan


"gue mau minta ijin buat pulang duluan lagi" ucap Heri gugup


" hemmm" Revan menarik napas panjang dan meletakkan ponsel nya ke atas meja " kenapa? Lo ada masalah lagi? Dewi masuk rumah sakit lagi?" tanya Revan sambil menatap Heri


" iya tadi ibu nelepon kata nya Dewi semakin lemah dan harus di bawa ke rumah sakit "


" baik lah.. Lo boleh pulang nanti kerjaan Lo kirim ke raga aja lewat email "


"makasih gan tapi masih ada yang ingin gue omongin "


"apa lagi?"


"tabungan di atm gue udah habis gue bingung harus bayar pakai apa kalo di suruh bagian rumah sakit urus registrasi.. gue.. boleh gak pinjam duit Lo"

__ADS_1


"oh itu... Lo pulang dulu aja temui adik Lo kalo masalah duit entar malam gue dan sintya ke rumah sakit sekalian jenguk adik Lo"


"Lo serius...?"


"iya.. "


"sekali gue berterima kasih banget sama Lo.. Lo selalu bantu gue"


"sama sama salam sama ibu Lo"


"gue balik dulu ya"


saat Heri ingin keluar tiba tiba raga datang


"Van Lo makan siang dimana?" lagi lagi raga bicara masalah makan huh...


"eh Lo lagi apa kaya nya serius banget" ucap raga " Lo mau ikut makan siang bareng kita gak? gue udah lapar banget nih "


"gak terima kasih gue mau pulang .. adik gue masuk rumah sakit"


"hah adik Lo masuk rumah sakit lagi?"


"iya .."


"Lo yang sabar ya Lo juga harus kuat" ucao raga sambil menepuk pundak nya Heri


"iya gue duluan ya"


" iya semangat bro" teriak raga kepada Heri yang sudah keluar ruangan


Revan yang melihat kelakuan sahabat nya ini hanya bisa menggeleng kan kepala nya


" woy kenapa Lo liat gue begitu " tanya raga kesal karena tatapan Revan


"ini kantor bukan hutan yang seenak nya saja Lo berteriak " ucao Revan begitu gereget dengan raga


" hehe.." raga langsung memasang wajah cengengesan "sorry gue gak sengaja kan niat gue bagus buat beri semangat untuk teman kita itu! ah udah gak usah di bahas kita makan siang aja yu gue lapar"


" Lo mau makan siang emang pekerjaan Lo sudah beres dan ini masih jam 11.00 belum waktu nya makan siang"


" kalo soal pekerjaan gampang kalo perut sudah terisi nanti pekerjaan juga akan beres" ucap raga dengan menyepelekan pekerjaan nya


"jangan lupa nanti sekalian Lo lanjut pekerjaan Heri "

__ADS_1


__ADS_2