
mereka semua berpamitan kepada orang tua intan untuk pulang
" baik kalo begitu kami langsung pulang aja, sudah larut malam juga " ucap Revan
" iya.. sekali lagi saya sangat berterima kasih" ucap papah nya intan
mereka pun bersalaman dan mamah nya intan terus terus memeluk dan terus berterima kasih pada Sintya.
" mamah jangan terlalu berterima kasih, mamah dan intan juga sering bantu Sintya" ucap Sintya
" iya sayang, semoga kamu cepat punya anak juga ya" bisik ibu nya intan
" Sintya masih belum siap mah" ucap Sintya
" ayo" ajak Revan yang sudah di dalam mobil menunggu Sintya
" gue pulang ya" ucap Sintya meluk intan
" makasih sin"
" iya nanti kalo ada apa apa Lo kabarin gue ya"
" iya "
Sintya dan Revan pun kembali ke rumah nya
" beb aku senang intan dengan raga" ucap Sintya
" iya sayang .. aku juga senang "
ke esok kan hari nya saat Revan bangun tidur hendak beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi di lihat nya wajah Sintya yang tidak seperti biasa nya. terlihat wajah Sintya yang begitu pucat dan di sentuh nya kening Sintya ternyata badan Sintya begitu panas .
" beb... beb... " ucap Revan khawatir membangun kan. Sintya namun Sintya tetap tidak menjawab Revan langsung khawatir dengan keadaan istri nya dan terlihat di bagian tangan nya ada seperti biduran timbul yang lumayan banyak.
tanpa berkata apa apa Revan langsung mengambil ponsel nya dan menelpon dokter pribadi keluarga nya .
" hallo dok bisa datang ke rumah saya sekarang " ucap Revan
" siapa yang sakit "
" istri saya" ucap Revan
" baik saya akan segera kesana "
telepon pun langsung di matikan Revan dan Revan langsung menuju ke dapur mencari bi Inah
" bi" Panggil Revan yang terlihat bi Inah sedang masak buat sarapan pagi
" iya tuan, ada yang bisa di bantu "
__ADS_1
" saya cuman mau nanya kemaren istri saya ada makan sesuatu atau beli di luar " ucap revan
" kemaren nyonya beli kepiting tuan! memang nya kenapa?"
" Sintya alergi kepiting dan Sekarang dia sakit"
" maaf tuan saya tidak tau"
Revan langsung meninggalkan bi Inah dan kembali ke kamar mengambil ponsel nya di telepon nya langsung raga mengabari kalo dia tidak masuk kerja dan harus ada yang menggantikan nya untuk ketemu dengan claen. soal nya ini pertemuan yang sangat penting
Tut...Tut .Tut... telepon berdering
"hallo... kebetulan banget gue juga mau nelepon Lo" ucap raga
" memang nya ada apa?" Revan yang ingin memberi kabar malah di buat bingung oleh raga
"gue hari ini gak masuk kerja karena mau antar calon istri gue periksa" ucap raga dengan tegas nya
" aduhhh... " ucap Revan seperti orang perustasi " gue nelepon Lo malah mau minta Lo ketemu dengan claen soal nya gue gak bisa masuk kantor istri gue sakit "
" yah gimana dong gue kan udah janji dengan orang tua nya intan " ucap raga lemas
" gue gak mau tau. pokok nya Lo atau Heri harus ketemu dengan claen hari ini " ucap Revan tegas dan langsung mematikan ponsel nya
raga yang mendengar nama Heri langsung bergegas mencari nomor Heri di ponsel nya dan langsung menghubungi nya
" hallo" ucap Heri mengangkat telepon raga
" masih di rumah! kenapa?"
" Lo masuk kantor kan?"
" iya memang nya Lo gak masuk hari ini"
" gue ada urusan penting dan Revan Sintya lagi sakit jadi kita berdua gak bisa masuk kantor jadi Lo yang harus gantii Revan ketemu dengan claen "
" hah... gue lagi? " ucap Heri kesal. seakan akan dia hanya sebagai pengganti cadangan, yang harus siap kalo di perlukan
" iya gue mohon sama Lo sekali ini aja" terdengar suara raga yang begitu memohon pada Heri
" hhmm ya udah, iya" ucap Heri pelan
" makasih bro nanti gue bawakan makan siang" telepon pun langsung di matikan raga dan dia langsung bergegas untuk kerumah nya intan
jam sudah menunjukkan pukul 09.00 raga sudah tiba di rumah nya intan . dia menekan bel nya dan yang membukakan pintu nya adalah intan
" selamat pagi" ucap raga dengan senyum lebar nya seperti orang yang lagi begitu bahagia
" pagi" balas intan yang juga tersenyum malu
__ADS_1
" ayo masuk"
" iya terima kasih "
" silahkan duduk saya buatkan minuman dulu" ucap intan yang masih canggung dan malu dengan raga
" tidak usah repot repot " ucap raga
" eh nak raga" ucap mamah nya intan yang berjalan dengan papah nya intan
" iya mah pah" raga langsung bersalaman
" mau kemana?" tanya papah nya intan
" mau jalan jalan bawa intan" ucap raga yang sedikit gugup. bagaimana tidak gugup ini baru pengalaman pertaman nya raga ketemu dengan orang tua wanita dekat dengan nya biasa nya dia cuman ketemuan di luaran atau di cafe gak pernah menjemput cewe langsung ke rumah nya . kalo sama intan mau gak mau harus jemput ke rumah
" kita sarapan dulu ya" ajak mamah nya intan yang sudah memasakkan makanan yang lumayan banyak
" tidak usah saya sudah sarapan" tolak raga
" ah.. jangan malu malu anggap aja rumah kamu sendiri" ucap papah nya intan yang begitu menyukai raga " sebentar lagi kamu juga akan jadi suami intan "
" terima kasih"
intan menghidangkan makanan untuk raga intan juga tidak kalah canggung dengan raga dia merasa masih begitu malu dengan raga. setelah selesai makan raga dan intan langsung berpamitan untuk pergi . namun raga begitu terpesona melihat penampilan inta menggunakan dress selutut nya dan terlihat pancaran bawaan hamil nya . terlihat begitu cantik .
" kenapa kamu menatap aku seperti itu? perut ku kelihatan besar ya?" tanya intan yang langsung memperhatikan penampilan nya
" tidak.. cahaya ibu hamil kamu membuat kamu terlihat tambah cantik " ucap raga dengan gombal nya. kalo masalah menggombal wanita raga raja nya.
intan tersipu malu mendengar ucapan raga.
" kita periksa ya" ucap raga mengelus rambut nya intan
" terima kasih ya" ucap intan
" terima kasih kenapa?"
" hhmm ya terima kasih kamu sudah terima aku dan anak aku"
" kamu jangan seperti itu aku terima kamu apa ada nya kamu jangan takut aku janji gak akan buat kamu kecewa" ucap raga sambil menatap intan tajam dan intan kembali meneteskan air mata nya .
" bisa kita berangkat sekarang ?"
" iya" ucap intan dengan sambil menangis
" jangan nangis dong, kamu harus kuat, kamu harus tetap sehat tetap jaga anak ini anak kita" ucap raga memberi semangat kepada intan. intan tersenyum lebar .
" terima kasih tuhan semoga ini lelaki yang tepat buat aku " ucap intan dalam hati
__ADS_1
----BERSAMBUNG