
mobil Revan pun berhenti di depan kantor nya Sintya Revan langsung segera turun dari kantor untuk menemui istri nya . rasa nya begitu kangen seharian tidak melihat istri nya . sehari saja tidak melihat istri dia kangen banget apa lagi dua sampai tiga hari
" beb ayo pulang " ajak Revan yang sudah menghampiri ke ruangan Sintya
" tunggu .. kamu ke ruangan kamu dulu '
" memang nya ada apa diruangan aku"
Revan tidak mengetahui ada siapa di ruangan nya Sintya tidak bilang kalo Aldo ikut ke kantor
" lihat aja tapi kamu janji ya jangan marah, aku mohon "
Revan pun berjalan ke ruangan nya, saat di buka nya terlihat anak kecil yang sedang memainkan game di ponsel nya .
" Aldo " ucap revan dalam hati
Aldo yang mendengar suara pintu terbuka langsung terhenti dari game nya
" papah .." terik Aldo
" sayang kamu tidak pulang ke rumah " ucap Revan lembut
' nggak pah Aldo bosan di rumah jadi Aldo ikut mami kesini gak papa kan pah"
" gak papa dong masa papah marah ! ayo kita pulang " revan langsung menggendong Aldo
" aghh badan kamu tambah berat " ucap Revan keberatan
aldo tertawa bahagia karena di gendong Revan
mereka pun keluar dari ruangan Revan
" anak nya ya pak " tanya dini
" iya , oh ya sin besok kamu harus siap siap ya kita akan berangkat ke Kalimantan dalam waktu dua atau tiga hari "
ucapan Revan begitu membuat dini kaget " beneran pak ? tanya dini , dini memang belum pernah keluar kota kalo masalah pekerjaan
" iya " sahut Revan singkat sambil berjalan melewati dini
" panggil mami " ucap Revan kepada Aldo . terlihat Sintya sudah menunggu Revan di depan kantor nya
" mami.."
" Sintya membalikkan pandangannya terlihat Aldo begitu bahagia di gendongan Revan . begitu manja nya Aldo dengan Revan
Sintya tersenyum kepada aldo " beb aku minta maaf ya" ucap Sintya gugup
" minta maaf kenapa? "
" aku tidak bilang kamu dulu kalo Aldo ikut ke kantor"
" gak papa sayang Aldo juga sering ikut ke kantor, ya kan sayang "
Aldo mengangguk
" ayo pulang " ajak Revan sambil membuka kan pintu mobil untuk Aldo
mereka semua sudah berada dalam mobil
__ADS_1
" apa mau makan dulu ?" tanya Revan
" hhmm nanti aja deh beb soal nya aku mau cepat aku malam ini ada ujian jadi harus datang tepat waktu "
" baik lah kalo begitu Aldo langsung papah antar ya" ucap Revan
" iya pah" ucap Aldo.. Aldo memang anak yang baik gak pernah membantah apa kata Revan
mobil nya pun berhenti di depan rumah orang tua nya Revan
tit..tit..tit.. Revan membunyikan klakson mobil nya, scurity di rumah itu langsung membuka pintu gerbang rumah itu ..
bunda lili yang mendengar ada suara mobil datang langsung keluar
" eh.. cucu oma baru datang " ucap nya
" tadi Aldo ikut ke. kantor " ucap Revan memperjelas kepada bunda lili
" ya udah Aldo masuk, mandi terus makan ya"
" pah papah hati hati di jalan ya " ucap Aldo sambil mencium pipi Revan
" iya sayang kamu jangan nakal ya sama Oma dan pintar pintar sekolah nya "
" kalian gak ikut masuk ? "
" gak bun lain kali aja soal nya malam ini Sintya ada ujian jadi harus datang cepat " ucap sintya
" ya udah kalo gitu, kamu jangan terlalu lelah nanti lama hamil nya kalo kamu lelah" ucap bunda lili sambil tersenyum kepada Revan
" tenang bun Revan jamin pasti gak akan lama " ucap Revan menyambung ucapan bunda nya
Sintya yang mendengar ucapan Revan langsung melotot kepada Revan
sesampai nya di rumah nya Sintya langsung masuk ke kamar nya langsung menuju kamar mandi
saat Revan masuk ke kamar Andi Sintya sudah di kamar mandi
" kamu langsung mandi beb"
" iya memang nya kenapa ?" ucap Sintya keras dari dalam kamar mandi
" gak mau nunggu aku, mandi bareng "
" beb.. aku sudah terlambat beb "
"hhmm" revan menarik napas panjang dan membaringkan tubuhnya di kasur nya, seketika pikiran nya teringat bagaimana cara nya bicara dengan Sintya kalo besok dia ke luar kota
terdengar suara pintu terbuka
" beb... cepat mandi kamu kan nganter aku "
" iya sayang" Revan langsung beranjak menuju kamar mandi
tidak cukup lama Revan berada di dalam kamar mandi terlihat Sintya yang sudah mengenakan baju Hem nya yang di lapisi almamater nya.
" cantik " goda Revan sambil mencium wangi parfum nya Sintya
" beb ayo cepat " ucap Sintya manja
__ADS_1
" iya iya sabar beb"
" kamu jangan dandan macam macam "
" siapa juga yang dandan aku gak dandan aja udah ganteng "
"ih pede banget ! aku tunggu di depan "
Sintya langsung ke luar kamar
" beb cepat aku udah telat" teriak Sintya dari ruang tamu
Revan langsung menuruni anak tangga " iya baby "
mereka pun masuk kedalam mobil, mobil Revan langsung melaju dengan kecepatan tinggi .mobil Revan terhenti di depan kampus nya Sintya .
" dah" Sintya langsung terun
" eh beb kamu Sampai jam berapa? " Revan membuka kaca pintu mobil nya
" jam 09.00 " teriak Sintya sambil berjalan
kali ini Revan memilih tidak kemana mana dia hanya menunggu Sintya dia parkiran mobil dengan merebahkan tubuhnya di dalam mobil .
waktu sudah menunjukkan pukul 08.55 tak lama sintya sudah berada di depan pintu mobil
Tok...tok..tok.. Sintya mengetuk kaca mobil nya
Revan langsung membuka pintu nya
" beb kamu gak kemana mana? " tanya Sintya
revan menggeleng kepala nya " aku lapar"
" ya kalo lapar makan" sahut Sintya datar
Revan pun langsung melaju kan mobil nya di tengah perjalanan mobil Revan berhenti
" kenapa berhenti? "
" kan mau makan" mobil Revan berhenti di depan warteg pinggir jalan yang berjualan gulai kambing dan sate kambing
" emang kamu mau makan di sini? " Sintya masih bertanya tanya orang kaya seperti Revan apa mau makan di pinggir jalan seperti itu
" memang nya kenapa? "
" enggak aneh aja aku kira kamu gak mau makan di pinggir jalan
' apa kamu pernah beb tanya sama aku apa yang aku suka dan apa yang aku tidak suka hmm? "
sitnya hanya menunduk memang sih Sintya selama ini tidak pernah menyakan itu pada Revan
" udah gak usah sedih , ayo turun kita makan di sini kamu gak papa kan? di sini enak makanan nya "
Sintya tersenyum dan turun dari mobil
" kamu makan apa? " tanya Revan
" aku pengen sate aja pakai nasi "
__ADS_1
" mas sate kambing nya 20 tusuk dan gulai kambing nya 1 porsi "
di sini Revan sangat terlihat beda, dia seperti tidak terlihat kalo diri nya itu bos besar