
saat deni mencium kening nya dewi sekilas ibu nya melihat dan sedikit kaget dengan ulah nya deni. namun dewi tetap tertidur lelap deni pun juga ikut memejamkan mata nya
" kenapa dia diam diam berani mencium dewi" ucap Ibu nya dalam hati sambil mengelus dada nya .
beberapa menit kemudian dewi terbangun dari tidur nya di lihat nya lelaki tampan dan baik hati sedang terlelap di samping nya. sebenar nya deni tidak begitu nyenyak dia masih merasakan gerakkan dewi di samping nya.
dengan mata yang terpejam deni mengraih dewi ke dalam dekapan, sontak membuat dewi kaget. yah bisa di bilang kesempatan nya untuk memeluk erat dewi
" tidur lagi" ucap deni pelan " perjalanan kita masih jauh"
.
" lepas aku gak bisa bernapas" ucap dewi sambil gugup dan menahan malu takut penumpa........ng lain ada yang melihat
mendengar ucapan dewi deni langsung melepaskan pelukan nya.
beberapa jam kemudian
mereka sudah tiba di bandara Amerika Serikat dan sedang menunggu barang barang keluar dari bagasi pesawat.
ponsel deni berbunyi di lihat nya dari layar ponsel nya Sintia yang vidio call"
__ADS_1
" hallo... " ucap deni
terlihat dari vidio call itu ada sintya, revan yang sibuk Gending bayi nya dan juga ada intan dan raga.
" sudah dimana kak? " tanya sintya
" baru tiba di bandara kenapa? "
" bagaimana dewi di perjalanan ada sakit? " tanya revan
" gak ada nih dia" ucap deni sambil mengarahkan kamera ke arah dewi dan ibu nya
" semoga berhasil ya operasi nya, kami tunggu kepulangan nya" ucap raga
" iya amin.. "
" bilang sama deni kalo ada kekurangan uang jangan malu malu bilang sama aku" ucap revan
" tenang masalah itu.. ku rasa cukup aja " ucap deni dengan bermaksud tidak ingin merepotkan orang lain " mana ponakan om? "
" nih ada lagi tidur" revan mengarahkan kamera belakang nya ke arah anak nya
__ADS_1
" anak nya cantik ya" ucap Ibu nya dewi yang juga melihat anak nya sintya
" iya bu anak nya cantik"
" terus sekarang mau kemana? " tanya revan
" mau ke rumah om ini lagi nunggu bagasi dan lagi mau cari taksi " sahut deni
" heri sudah jenguk kamu sih? " tanya ibu nya
" belum ada bu mungkin heri lagi sibuk" sahut sintya
" iya semoga kalian selalu bahagia, dan intan di permudahkan kelahiran nya"
" makasih bu... semoga dewi juga sehat "
" sudah dulu ya kami mau ambil koper dan melanjutkan perjalanan nya"
" iya kak... "
telepon pun langsung di matikan deni
__ADS_1