
waktu sudah menunjukkan pukul 9.00
" Beb sarapan dulu " teriak Sintya kepada Revan yang sedang siapin baju ke dalam koper nya .
" iya sayang " Revan menuruni anak tangga
di meja sudah terhidang makan yang di masak Revan
" hhm siapa yang masak?"
" rasain aja dulu terus tebak siapa menurut kamu yang masak "
" hhmm enak ini pasti kamu yang masak " Revan sudah hapal betul dengan masakkan Sintya
Sintya dan Revan sudah siap siap. hari ini memang sengaja Sintya tidak masuk kantor karena ingin mengantar Revan ke bandara .
" beb aku udah siap " ucap Sintya dengan memakai baju biasa yang kelihatan cukup sederhana
Revan melihat nya dari bawah sampai atas
" kenapa kamu menatap aku kaya gitu ? "
" aku jelek nya kalo baju kaya gini, atau kamu malu punya istri kaya aku "
" enggak beb kamu tetap cantik walau baju apa aja "
Sintya memang orang nya gak ribet, kalo jalan aja dia paling jarang bawa tas paling paling dompet yang muat buat handphone aja udah terkadang cuman pakai baju kaos dan celana jeans pendek . tapi dengan wajah nya yang cantik pakai baju apa aja tetap cantik. walau muka nya tidak di poles make up yang menor .
" kita jemput Aldo dulu" ucap Revan
Sintya hanya mengangguk mengikuti berjalan dari belakang
" silahkan sayang " ucap Revan sambil membuka kan pintu mobil untuk sintya
" makasih baby" ucap Sintya sambil mengelus pipi suami nya yang tampan
mobil pun berlaku dengan kecepatan standar. tak lama di perjalanan mobil Revan berhenti di depan sekolah Aldo .
di situ sudah terlihat Aldo yang sedang berdiri menunggu jemputan
" hallo sayang " ucap Revan dengan membuka kaca mobil
" papah ..." ucap Aldo
Aldo pun menaiki mobil nya
" papah mau kemana ?" tanya Aldo karena melihat Revan yang rapi seperti ingin pergantian jauh
" papah hari ini ke luar kota Aldo jangan nakal ya, papah dua atau tiga hari di sana , jadi biar mami yang nanti jemput Aldo sekolah! jangan minta macam macam dengan mami! "
" iya pah, Aldo pengen makan KFC "
" baik lah kita beli tapi makan nya di rumah aja "
Revan pun langsung menjalankan mobil nya menuju KFC.
__ADS_1
" tunggu di sini biar aku yang turun " ucap Revan
Revan pun turun untuk membeli KFC Sintya dan Aldo cuman menunggu didalam mobil . dari arah kejauhan Sintya melihat ada cewe yang ngajak Revan bicara .
" hhm ada aku aja masih berani bicara sama cewe" ucap Sintya dalam hati kesal
beberapa menit kemudian Revan masuk ke dalam mobil
" nih punya Aldo dan ini punya kamu" Revan memberikan bungkusan KFC kepada orang orang yang dia sayangi namun dia merasa beda melihat wajah Sintya yang seperti nya lagi kesal
" beb kamu kenapa? " ucap Revan sambil meraih wajah Sintya
" kamu ada aku aja masih aja berani ngobrol dengan cewe bagaimana di sana kalo gak ada aku mungkin kamu macam macam "
Revan tersenyum mendengar ucapan Sintya " astaga beb kamu cemburu ? aku gak ngapa ngapain dia cuma nanya aja "
" nanya apa? nanya nomer telepon? " ucap Sintya sengit
" nggak sayang, kamu jangan khawatir sama aku aku gak akan bohongi kamu "
Sintya hanya dia masih dengan keadaan kesal nya
" udah dong beb ngambek nya aku jadi gak enak nih ninggalin kamu kalo kaya gini"
" mami.. mami tenang aja papah gak akan nakal kok, ya kan pah? "
" iya sayang kata Aldo benar "
Sintya hanya tersenyum kepada Aldo . "iya sayang " ucap sintya
tit..tit..tit.. Revan membunyikan klakson mobil nya dengan segera scurity di rumah itu membuka gerbang
mereka turun dari mobil dan Revan ingin berpamitan dengan orang tua nya
" bunda bad" panggil Revan
" jam berapa kamu berangkat?" tanya pak Arya
" jam 11.30 Daddy "
" Sintya kalo merasa bosan dan sepi di rumah kamu bisa nginap di sini " ucap bunda lili
" iya Bu "
" ya udah kami langsung pamitan ya bun." ucap Revan sambil bersalaman
" hati-hati di jalan "
Sintya dan Revan pun langsung menuju bandara
" beb tolong telepon raga di ponsel ku"
sintya pun menelepon raga di ponsel nya revan
"hallo bos, sudah di mana? " tanya raga dengan ceplas ceplos nya
__ADS_1
" masih di jalan" sahut Sintya
" oh..ternyata ibu bos " ucap raga Terdengar suara nya sambil tertawa
" dasar tengil, gue masih di jalan Lo udah dimana"
" gue udah satu jam di bandara menunggu Lo"
" tumben Lo kali ini semangat banget? " ucap Revan sambil menyetir
" udah ayo cepat jangan banyak omong gue udah bosan dan lapar di sini " ucap raga telepon pon di matikan raga
" dasar karyawan paling kurang aja ya itu " ucap Revan kepada Sintya
Sintya tersenyum melihat suami nya mengomel
akhirnya mereka sampai di bandara, dari kejauhan sudah terlihat raga dan heri yang sedang duduk menunggu.
" beb... " Revan memeluk Sintya
" kamu jangan macam macam ya!"
" iya sayang kamu hati hati kalo kemana mana, atau kamu minta temani intan aja di rumah nanti aku kasih uang kalo intan mau "
" iya beb nanti aku nanya intan dulu, ya udah ayo keluar kesian tuh udah kelamaan menunggu " ucap Sintya sambil menunjuk raga dan heri
Sintya dan Revan pun menghampiri raga dan heri
" sorry lama menunggu " ucap Revan
" udah ayo gue lapar banget nih " keluh nya raga, Heri nya di sebelah raga hanya tersenyum kepada Sintya
" eh tunggu masih ada yang belum datang "
" siapa ? " tanya raga dan heri dengan kompaknya
" dini mana ? "
Sintya langsung cemberut mendengar Revan menanyakan dini
" gue gak kenal dan gak tahu " ucap heri cuek
sebentar gue telpon dulu, saat Sintya hendak mengambil ponsel nya di saku
" hey" terdengar suara teriakan cewe
Revan dan Sintya langsung membalikan badan, dan ternyata dini yang menyapa dari jauh, Revan melihat dini datang langsung menarik tangan Sintya dengan erat dia memegang nya, seakan ingin berkata " beb jangan cemburu aku tetap milik kamu "
Sintya merasa kesal banget melihat penampilan dini sedangkan raga dan heri langsung terpelongok melihat nya.
" waduh... apa tidak salah tuh penampilan" ucap raga dengan kekonyolan nya Heri yang di samping raga langsung menyenggol tangan raga
" hallo " sapa dini
" mau kemana neng? kita mau ke Kalimantan bukan ke Korea di Kalimantan gak ada salju yang ada sawah " ucap raga dengan cuek nya
__ADS_1
iya memang kali ini dini memakainya pakai seperti cewek cewek Korea . dengan celana pendek dan blezer panjang nya yang di padukan dengan sepatu boot tinggi dan kaca mata hitam nya dengan rambut yang di biarkan nya terurai.