Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
111


__ADS_3

saat Heri asik bicara dengan ibu nya ponsel nya berbunyi di lihat nya pesan masuk dari dini


" kamu jemput aku ya" pesan singkat dari dini Heri pun bergegas untuk berpamitan


" Bu aku berangkat kerja dulu"


" siapa yang SMS kamu?"


" dini, aku berangkat dulu Bu"


" iya hati hati di jalan"


Heri juga berpamitan kepada Deni dan Dewi


" kakak berangkat kerja dulu ya, kamu jangan terlalu banyak gerak nanti capek " ucap Heri khawatir pada kesehatan dini


" iya kak.. kakak hati hati di jalan"


" iya, bro gue duluan" ucap Heri kepada Deni


" oh iya hati hati"


Heri pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah nya dini. tak selang beberapa jam Heri sampai di depan rumah nya dini


" aku di depan rumah kamu" di kirim nya pesan singkat kepada dini


tak harus menunggu lama dini Keluar dari rumah nya. Heri pun langsung membuka kan pintu mobil nya yah bisa di bilang seperti tuan putri.


" makasih ya" ucap dini


" sama sama, kita berangkat sekarang?"


" iya.."


Heri pun langsung melajukan mobil nya.


" orang tua aku minta kamu melamar aku" tiba tiba dini memulai pembicaraan nya. sontak membuat Heri kaget dan langsung memberhentikan mobil nya di pinggir.


"melamar?" tanya Heri dengan wajah kaget nya


" iya.." ucap dini menunduk.


" kamu tahu kan keadaan ku saat ini? dan tabungan aku juga habis, bukan nya kata kamu kamu mau menunggu aku sampai ngumpulin duit lagi?"

__ADS_1


" iya aku tau semua , aku tau keadaan kamu saat ini tapi bagaimana kalo orang tua aku ingin kamu cepat cepat lamar aku, aku juga bingung harus berbuat apa," ucap dini sambil menunduk kan wajah nya


Heri juga terdiam sambil menarik napas panjang


" aku tidak mungkin langsung membantah orang tua aku" ucap dini


" memang nya apa alasan orang tua kamu jadi aku di suruh secepat nya melamar kamu! apa kamu mau di jodohkan?" tanya Heri


" aku juga gak tau sebab nya aku gak bertanya"


" aku gak mungkin harus ngutang uang lagi sama Revan utang aku sudah terlalu banyak, utang yang sekarang aja belum tahu kapan lunas nya , belum lagi sekarang aku juga harus kumpulin uang buat ibu berangkat bawa Dewi, hhmmm" rasa nya semua ini bisa bikin aku gila..


" aku minta maaf... " dini langsung memegang tangan Heri " nanti aku coba untuk bicara dengan papah tentang keadaan kamu saat ini"


" tidak usah nanti kamu yang akan di salah kan orang tua kamu, biar aku nanti yang bicara sama orang tua kamu, aku cuman mau minta sedikit waktu untuk melamar kamu"


" kamu yakin ingin bicara sama orang tua aku?"


" iya aku yakin, demi kamu" ucap Heri sambil mengelus lembut pipi dini


" kamu kerja aja dulu gak usah di pikirkan masalah itu "


" iya.."


lain hal nya dengan raga


sebelum berangkat ke kantor istri nya intan malah berantem dengan kakak ipar nya . kakak ipar dan ibu nya terus terusan menyindir intan.


raga selesai mandi dan ingin mengenakan pakaian nya. namun di lihat nya intan duduk di tepi ranjang sebelah kiri dengan wajah yang menunduk .


" sayang kamu udah bikinkan teh buat aku" ucap raga namun intan tidak menjawab nya. raga pun menatap intan dan mengangkat wajah nya terlihat intan yang sedang menangis


" sayang kamu kenapa? kok nangis aku bikin kamu sedih ya?" tanya raga sambil menghapus air mata nya.


" ini pasti ulah ibu" ucap raga dalam hati


" aku gak kenapa Napa kok" jawab intan dengan suara serak habis nangis


" kamu cerita dong sama aku kamu kenapa? apa perut kamu sakit?"


intan menggelengkan kepala nya " kenapa sih ibu dan kakak kamu masih gak bisa terima aku"


raga yang awal. nya berdiri sambil mencari baju mendengar ucapan intan itu dia langsung memeluk nya.

__ADS_1


"kamu di apakan sama ibu dan kakak, apa mereka remehkan kamu?"


" ibu selalu sindir sindir masa lalu aku, kalo memang gak bisa terima kenapa gak dari dulu dulu sebelum kita nikah, dan anak ini bukan anak haram dia gak bersalah yang salah tuh aku" tangis intan pecah


raga dengan erat memeluk intan, hati nya terasa begitu kesal dan geram, " anak ini bukan anak raham anak ini anak ayah nya dan aku ayah nya , kamu jangan nangis begini kalo kamu nangis aku juga ikut nangis... aku janji dalam Minggu Minggu ini aku cari rumah buat kita supaya gak ada yang ganggu kamu dan bikin kamu nangis lagi"


intan hanya terdiam dalam pelukan raga, " aku pakai baju dulu setelah itu ku akan bicara sama ibu. kamu di sini aja"


raga pun dengan segera memakai baju nya dan keluar dari kamar nya menuju dapur di mana ibu dan kakak nya berada.


" Bu aku ingin bicara"


" bicara apa? bicara aja ibu lagi repot nih"


" kenapa intan nangis? ibu ada ngomong apa sama dia?"


" ooghh Ada yang ngadu rupa nya " sahut kakak ipar nya itu


"ibu gak bicara apa apa, ibu cuman bilang kalo hamil yah jangan manja masa bikin kan teh suami aja kesusahan"


" jaga omongan Lo" bentak raga pada kakak ipar nya


" ibu pernah hamil kan ibu pasti tahu gimana rasa nya hamil, gimana rasa nya bawa perut yang sudah besar, dan aku juga tidak malah kalo intan manja " ucap raga sengit " ini bukan pertama kali nya intan menangis karena ibu dan orang ini, jadi aku minta maaf Bu aku dalam Minggu Minggu ini mau keluar aja dari rumah sini"


bapak nya raga yang melihat ada keributan di dapur langsung menghampiri.


" ada apa?" tanya bapak nya


" aku dan intan akan segera pindah" ucap raga pada bapak nya


" kenapa? memang nya intan ada masalah apa sama ibu?"


" tanya aja sama ibu dan dia" ucap raga dengan kasar menunjuk wajah kakak ipar nya


" kamu jangan pindah.. kamu harus tetap di sini"


" maaf Bu aku gak ingin ibu ikut campur rumah tangga aku lagi " raga pun langsung meninggalkan mereka dan kembali ke kamar


" pak bujuk raga untuk tetap tinggal di sini"


" bapak tidak bisa bujuk ini sudah keputusan raga dan ibu juga tidak berubah ibu tetap benci intan kan, jadi biarkan raga lindungi istri nya, sudah jangan di campur tangani rumah tangga mereka, biarkan raga bahagia " ucap bapak nya


------🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----

__ADS_1


hey guys jangan lupa ya ikutin juga novel terbaru aku yang judul nya " PANGGIL AKU DAVIRA" cerita nya juga gak kalah seru dengan ini


__ADS_2