Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
56


__ADS_3

mereka pun berangkat. namun saat berangkat Revan hanya terdiam dengan muka pucat dan keringat dingin nya.


" tahan..." rintih Revan dalam hati seperti lagi menahan sesuatu . keringat nya terus keluar sedangkan Sintya di samping nya lagi asik menikmati cemilan nya


" beb keringat kamu" ucap Sintya mengasih tisu kepada Revan


" iya" dengan muka pucat nya


" " kamu kenapa ? kamu sakit?"


" enggak " dengan singkat Revan menjawab pertanyaan Sintya


" papah kenapa mi? " tanya Aldo yang sedang duduk di belakang Sintya bersama intan


" papah keringatan. AC bis nya sudah hidup"


" ponsel aku mana" tanya Revan dengan suara terbata bata


" nih " ucap Sintya mengasih ponsel nya Revan


Revan mengirim pesan WhatsAp kepada Heri


" Lo dimana?"


" di belakang " pesan di balas Heri


" menghubungi siapa?" tanya sintya


" Heri "


" ooh.. kamu mau" ucap sitnya dengan menawarkan cemilan yang di makan nya


" tidak aku mau tidur aja " ucap Revan . Revan pun memejamkan mata nya. namun saat di bawa tidur kepala nya semakin pusing dan semakin mual membuat Revan benar benar tidak bisa menahan lagi .


" beb tolong kresek " pinta Revan kepada Sintya dengan mata yang terus tertutup. Sintya mengasih keresek kepada revan


" buat apa? " Sintya terus bertanya karena bagi nya hari ini suami nya benar benar aneh


tidak sempat menjawab pertanyaan Sintya Revan langsung memuntahkan semua yang ada di isi perut nya . dia sudah tidak mempedulikan orang orang di sekitar nya yang pandangan mereka terus kepada Revan .


Sintya di samping nya panik harus bagaimana dia benar benar tidak tahu kalo Revan mabuk naik bis .


" beb kamu mabuk ya? kamu minum obat ya"


" suruh bis nya berhenti aja kita pindah mobil telpon Heri.." ucap Revan dengan suara serak abis muntah . bagi Revan walau pun minum obat dia tetap tidak mempan pasti akan muntah sepanjang jalan. pasti akan membuat nya lemas . terpaksa raga meminta supir bis nya berhenti di pom bensin . sedangkan Sintya langsung menelepon Heri .

__ADS_1


Tut...Tut...Tut.. terdengar suara telepon tersambung


"hallo"


" her kamu di mana, tunggu kami di depan pom bensin" ucap Sintya


" oke " telepon langsung di matikan Heri Heri langsung melajukan mobil nya


kali ini sintya benar benar panik dengan keadaan Revan


" papah..papah gak papa kan?" tanya Aldo dengan polos


Revan hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan Aldo kali ini dia benar benar merasa lemas yang dia inginkan hanya keluar dari bis ini .


" beb aku minta maaf " ucap Sintya dengan merasa bersalah nya namun Revan tidak menjawab nya. bukan berarti Revan marah pada sintya namun ini dia benar benar tidak karuan rasa pada perut dan kepala nya . rasa nya ingin menghabiskan terus isi di dalam perut .


bis pun berhenti di depan pom bensin terlihat mobil yang di gunakan Heri sudah menunggu. tanpa menunggu lama lagi raga langsung membawa Revan keluar. saat keluar pun Revan terus saja muntah .


" dasar anak orang kaya gak bisa naik bis " ucap Heri asal


" Aldo mau ikut di mobil ?" tanya Sintya pada Aldo


" enggak mi aldo mau di sini aja "


" Tan gue nitip Aldo ya"


" ya sudah gue pindah ke mobil dulu jagain Revan "


Sintya dan Revan pun naik kedalam mobil yang di bawa Heri dan bis nya melanjutkan perjalanan nya


" oh berarti Revan suruh gue bawa mobil buat jaga jaga ternyata bat dia gak tahan naik bis "ucap Aldo tertawa seperti memenangkan sesuatu


Revan hanya terdiam dan dia kembali memejamkan mata nya


" sini berbaring di paha ku" ucap Sintya dengan meletakkan kepalanya Revan di paha


di dalam bis raga selalu mengganggu dan meminta nomor intan membuat intan benar benar muak dengan tingkah nya sedangkan dini yang duduk satu kursi dengan Bella hanya terdiam seperti orang yang lagi banyak pikiran


" Lo kenapa kok diam aja" tanya Bella kepada dini


dini hanya menggeleng kan kepala nya dan mengalihkan kan pandangan nya ke luar . rasa nya hari ini dini benar benar tidak semangat. " apa cuman gue yang ada rasa sama dia" ucap dini dalam hati " kenapa Lo masuk ke dalam hidup gue... kenapa???" dini terus terus berpikir yang macam macam .


mereka di perjalanan menghabiskan waktu hampir 3,5 jam ya bisa di bilang itu perjalanan cukup panjang . akhirnya mereka sampai di sebuah hotel yang sudah di pesan Revan . dan juga tidak jauh dari pantai .


semua karyawan langsung semangat untuk mencari kamar dan pasangan nya satu kamar.

__ADS_1


" kita satu kamar ya" ucap Bella pada intan


intan hanya mengangguk dan mereka langsung masuk menuju kamar mereka sedangkan dini dia masih berdiri di dekat bis masih dengan suasana hati yang tidak karuan .


Sintya dan Revan juga tiba di situ mereka langsung turun dan menghampiri Aldo yang sudah menunggu nya .


Heri di dalam mobil melihat dini yang sedang berdiri sendiri dengan koper dan gitar membuat Heri tersenyum." ternyata dia ikut" ucap Heri pelan


dini pun berjalan menuju hotel nya dengan membawa koper nya dia tidak tahu apa kan masih ada kamar yang kosong atau tidak buat dia. aghh pikiran nya benar benar kacau hari ini . Heri langsung menghampiri dini


" sini biar aku bantu " ucap Heri dari belakang


dini yang mendengar suara lelaki di belangkang nya langsung terhenti dari langkah nya " apakah orang itu ngomong sama gue" tanya dini dalam hati


dini pun langsung membalikkan badan nya terlihat Heri yang sedang tersenyum lebar pada nya dan meraih koper dini .


" kamu satu kamar dengan siapa? " tanya Heri


" gak tau " jawab dini singkat dengan perasaan gugup campur senang . bagaimana tidak senang ternyata orang yang dia cari sudah ada


" kalo lo gak ada teman di kamar biar satu kamar dengan gue jadi gue bisa jagain Lo siapa tau Lo tengah malam mau jalan ke pantai " ucap Heri dengan canda nya


dini tersenyum malu mendengar ucapan her


" kalo Lo gak keberatan jagain gue " ucap dini


" gak ada kata keberatan bagi gue"


" mba masih ada kamar yang kosong buat kami" tanya Heri kepada resepsionis nya


" masih pak Revan memesan banyak kamar" jawab resepsionis nya


mereka pun langsung mengambil kunci nya dan langsung menuju kamar


sedangkan Bella dan intan langsung menuju pantai ini sudah sore jadi mereka tidak ingin ketinggalan kemandangan sore hari di pantai itu.


" benar benar indah " ucap intan yang berdiri sendiri menatap arah laut


raga melihat intan sendiri langsung menghampiri


" benar benar cantik" ucap raga dengan menatap wajah intan sekilas dan kembali menatap lain luas


" pantai nya? ?" tanya intan


" bukan kamu nya "

__ADS_1


intan mendengar rayuan raga langsung menjauh meninggal raga


__ADS_2