
beberapa menit kemudian mobil yang mengantar Revan dan Heri ke bandara sudah datang.
" permisi tuan mana barang barang yang perlu saya bawa ke mobil" tanya sopir itu kepada Revan
" semua ini pak "
" baik tuan.." Revan dan Heri pun masuk ke dalam mobil .
" gimana keadaan Dewi?" tanya revan
" aduh gue juga gak tau soal nya gue gak ada nelpon sih lagi"
" sama sekali ga ada nelpon?"
" ada sih kemaren aja bicara sama ibu itu juga sebentar karna gue sibuk kemaren"
" berarti jadwal operasi nya belum tau ya"
" iya.. "
beberapa jam kemudian, Revan sudah tiba di .bandara Jakarta..
" hallo pak saya sudah tiba di bandara" telpon Revan kepada supir nya
" baik tuan saya juga sudah di depan "
" oke" Revan pun mematikan telpon nya
" tolong her bawakan koper gue" perintah Revan kepada Heri. dengan segera Heri membawakan koper nya revan.
__ADS_1
Tut..Tut .Tut..
Tut..Tut .Tut.. Revan menelpon Sintya
" ada apa sayang?" tanya Sintya dari telpon
" ini aku sudah di bandara dan langsung menuju rumah sakit, kamu dimana Yank"
" kamu langsung ke rumah sakit? "
" iya memang nya kenapa?"
" gak papa sih... aku masih di rumah nih, kalo kamu ke rumah sakit nanti aku kesitu tapi aku mau mandi dulu"
" mandi yang wangi ya sayang terus dandan yang cantik " gombal Revan
" ya udah aku mandi dulu" Sintya tiba tiba mematikan telponnya
" hhm enak ya punya istri datang keluar kota di jemput istri dan anak.. lah gue orang tua di luar negeri istri gaka ada"
" maka nya cepetan nikah" sahut Revan
" gimana mau nikah uang nya aja belum cukup"
" oh jadi permasalah nya dengan uang.. kenapa gak bilang dari kemaren kemaren kalo permasalahan nya uang "
" ya gue gak enak aja bilang sama Lo terus kan ini masalah pribadi gue"
" baru kali ini gue dengan Lo bilang gaj enak " Revan meledek Heri yang mulai malu dengan Revan
__ADS_1
mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu Revan dan Heri
" kita mau pulang ke rumah tuan atau ke kantor" tanya supir nya itu
" kita ke rumah sakit aja pak"
" baik tuan" tanpa perintah Revan lagi supir itu langsung melajukan mobil nya
45 menit kemudian revan pun tiba di rumah sakit.
" saya menunggu di sini atau bagaimana tuan?" tanya supir itu sebelum Revan keluar mobil
" bapak tolong antar barang barang saya dan Heri kerumah saja biar nanti saya pulang dengan istri saya"
" iyaa tuan"
dengan kewibawaan nya Revan dan Heri keluar dari mobil dan menuju resepsionis rumah sakit.
" ada yang bisa di bantu?" tanya resepsionis di situ
" saya mau ke kamar pasien yang bernama intan tapi sebelum nya kami berdua ingin mendonorkan darah untuk dia, dimana mba ruangan pendonor darah"
" baik pak, nanti saya panggil suster yang lain untuk mengantar bapak kerunagan pendonor dan keruangan ibu intan "
" maksih sus" Revan sengaja tidak memberitahu raga kalo dia sudah di rumah sakit, dia ingin memberi kejutan kepada raga walau ini bukan sepenuhnya buat raga senang, ya bisa jadi kedatangan Revan dan Heri bisa buat raga tersenyum pun syukur.. Revan sudah hapal betul bagaimana haancurnya muka raga kalo lagi sedang banyak masalah
setelah suster itu menelpon teman nya tidak menunggu lama suster yang baru datang
" mari pak ikut saya" ucap suster itu yang memberi petunjuk jalan. Revan dan Heri Pun mengikuti nya dari belakang
__ADS_1