
Deni sampai di rumah nya dewi. terlihat heri yang sedang duduk di teras rumah nya sambil menikmati segelas kopi.
" Dewi belum bangun?" tanya deni kepada Heri
" sudah..! dari tadi dia nunggu kamu"
" bagaimana pembicaraan kamu kepada ibu dan Dewi ?"
" yah.. setelah ibu aku bujuk ibu mau dengan keputusan kamu tapi kalo dengan Dewi aku belum bicara, kata ibu orang yang tepat untuk bicara sama Dewi itu kamu"
" baik lah kalo begitu nanti saya kan coba bicara ! saya masuk dulu.. "
" hhmm" sahut Heri
Deni pun langsung masuk ke dalam rumah nya
terlihat Dewi yang sedang duduk di meja makan.. dengan segera Deni langsung menghampiri nya
" pagi..." sapa Deni
sapaan Deni di balas nya dengan senyum lebar penuh kebahagiaan
" kamu menunggu aku?"
"iya... kamu sudah sarapan?" tanya Dewi dengan nada lembut nya
" eh nak Deni sarapan dulu" sapa ibu nya yang sedang sibuk bungkusin kue yang untuk di jua lagi
__ADS_1
"iya Bu.."
" belum.. nanti aja aku sarapan nya"
" eh jangan kamu sarapan di sini aja sama aku " ucap Dewi yang bergegas ingin berdiri menyiapkan piring untuk Deni namun langsung di tangkap oleh deni. karena keadaan nya yang masih lemah.
"kamu duduk aja.. aku bisa ambil sendiri! oh ya tadi di jalan aku belikan bubur untuk kamu"
" makasih ya" ucap Dewi sambil mengelus tangan nya Deni
" aku siapin ya bubur nya"
Dewi pun mengangguk pertanda dia mau di siapin oleh Deni " makasih ya.." lagi lagi Dewi terus berterima kasih kepada Deni.. Dewi merasa Deni sebagai malaikat buat dia
" kamu jangan kebanyakan berterima kasih sama aku.. aku ikhlas kok rawat kamu"
Deni pun langsung menyuapin bubur untuk Dewi. beberapa menit akhir bubur nya Dewi habis. perlahan Deni memulai pembicaraan nya mengenai operasi kepada dewi.
" kamu kenapa" tanya Dewi melihat Dewi yang seperti nya sedang gugup
" ada yang ingi aku bicara kan sama kamu"
" bicara aja kenapa kamu mesti gugup" ucap dewi dengan polos nya
" aku ingin bawa kamu ke Amerika, aku ingin kamu operasi di sana" ucap Deni sambil menunduk kan kepala nya
" Amerika .. di sana jauh aku takut, aku tidak tahu apa aku bisa bertahan selama perjalanan di sana? aku tidak ingin pergi sejauh itu, lebih baik aku mati di pangkuan mu dari pada aku harus mati di meja operasi" ucap dewj kepada deni
__ADS_1
" tapi kamu pergi supaya sembuh sayang, supaya kita bisa segera menikah " bujuk deni sedih
ibu nya yang duduk seberang meja makan tidak berkata apa apa, wajah nya suram, mata nya berair tatapan nya terus menunduk ke kue yang dia bungkus seperti tidak mau melihat ke arah dewi dan Deni. sakit rasa nya melihat penderita an anak nya itu.
kenapa kita tidak menikah sekarang aja ? " tanya dewi kepada deni
"aku ingin menikmati malam pertama bersama mu dengan begitu puas,aku ingin kamu sembuh menjadi ibu dari anak ank ku"
Heri yangberdiri di belakang nya Deni dan dewi. agak kesal dia mendengar ucapan deni. " dia cuman mentingkan nafsu nya" ucap Heri kesal
" melayani suami nya! melayani diri nya sendiri saja sudah hampir tidak mampu ! alangkah kesal nya Heri mendengar harapan Deni itu. pantas saja Heri langsung pergi ke kamar
dengan mata berkaca kaca ibu menghampiri kamar nya. tok..tok..tok.. terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar
Heri tahu siapa yang mengetuk pintu nya, dia pun membuka pintu kamar nya
" kamu kenapa ? " tanya ibu nya kepada putra sulungnya tetapi Heri tidak menjawab apa apa
" kamu yakin kalo ini pilihan yang tepat ? tanya sang ibu nya
'' saya juga tidak tahu, sama seperti ibu " sahut heri dengan suara kesal " saya cuman selalu ingin mencoba tidak mau menyerahkan !
" apa kamu bisa mengambil cuti untuk mendampingi dewi ? '"
" saya sedang banyak sekali pekerjaan di kantor yang menumpuk. selama Dewi di rumah sakit pekerjaan ku semua terbelangkai.. jadi saya harap ibu maklumi saya"
ibu tahu.." ucap ibu nya lembut " ibu tahu berapa berat perjuangan kamu untuk adik mu . ibu juga tahu berapa berat masalah yang menekan mu, masalah pekerjaan, dan masalah penyakit dewi ''
__ADS_1
" maka nya kalo ibu tahu semua itu jangan minta saya untuk mendampingi dewi tidak mungkin Bu lebih baik ibu yang ikut. saya masih bisa berikan uang untuk keperluan ibu dan dewj selama di sana"
tentu saja ibu Dewi lebih senang kalo heti yang ikut karena dia lebih pandai , lebih tahu apa yang harus di kerjakan di sana, sudah biasa pulang pergi ke luar negeri . ibu dewi tidak bisa berbahasa Inggris belum pernah keluar kota apalagi ke luar negeri. dunia nya cuman di dapur, ke rumah sakit dan ruang dokter. tetapi untuk dewii apa yang tidak berani di lakukan !