Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
143


__ADS_3

" pah.. " teriak mamah nya intan dari ruangan nya


" ada apa mah?"


" panggil dokter pah, jari tangan nya intan bergerak pah" umah mamah nya gembira


tanpa berkata apa apa raga langsung berlari mencari suster atau dokter yang ada di situ


" ada apa pak?" tanya salah satu suster


" sus tolong saya sus, istri saya sudah sadar, panggil dokter sus"


" baik pak, bapak tunggu di ruangan aja ya "


beberapa menit kemudia dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa keadaa intan


" bagaimana dok keadaan anak saya?" tanya mamah nya intan yang sudah tidak sabar menunggu kabar nya


" Alhamdulillah ibu intan sudah memberi respon dan kita tunggu saja " di saat dokter asik menjelaskan tiba tiba intan membuka mata nya dan di lihat nya orang orang yang berada di kiri dan kanan nya


" sayang.. " raga langsung menangis bahagia dan memeluk erat intan


" aduh.." rintih intan kesakitan saat raga tidak sengaja menyentuk luka bekas operasi di perut nya intan


" maaf sayang aku gak sengaja aku sakit senang nya liat kamu sudah sadar"


" iya.." ucap intan dengan suara yang masih lemes


" Tan Lo sehat sehat ya" peluk Sintya yang juga sedih melihat sahabatnya itu


" iya sin"


beberapa jam kemudian,

__ADS_1


Revan merasa tugas nya sudah selesai, tugas nya mendonorkan darah dan melihat sahabatnya itu kembali tersenyum


" waktu nya kita pulang dan istirahat her" ajak Revan kepada Heri


" iya gue juga udah pegal dan capek banget"


" Lo mau pulang bareng gue tau minta jemput supir kantor?"


" gue minta jemput supir aja deh"


Revan dan Sintya pun masuk kedalam mobil nya


" her duluan ya" Sintya membuka kaca mobil nya


" iya hati hati"


" dah.."


" kamu mau kerumah bunda? mau jemput Aldo"


" iya aku kangen Aldo, kesian dia kurang kasih sayang aku"


" kenapa Aldo gak ikut kita selama nya aja kan bisa temani aku di rumah "


" ibu dan ayah gak mau kata nya sepi kalo lama lama ditinggal sama Aldo"


" oh gitu .. ya udah"


beberapa menit kemudian pun Revan dan Sintya sampai di rumah bunda nya


" Bun, dad" panggil Revan sambil cium pipi kanan dan kiri


" kamu baru datang nak?" tanya bunda nya

__ADS_1


" iya Bun"


" bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Daddy nya


" mas, anak baru pulang malah langsung di tanya pekerjaan, nanti saja tanya pekerjaan nya". sahut bunda nya


" iya.. iya" ucap Daddy nya


" cucu nenek yang cantik sini ikut nenek" bunda nya Revan pun langsung menggendong Nindira anak Revan dan Sintya yang juga tak kalah cantik seperti mamahnya


" Aldo mana mah?" tanya Sintya


" Aldo ada di belakang lagi main sama mba"


" aku temui Aldo dulu Bun"


Revan pun langsung ke belakang untuk menemui Aldo


" sayang.." Revan langsung membukakan tangan nya agar Aldo melihatnya dan memeluk nya


Aldo pun langsung berlari menghampiri Revan


" aku kangen papah "ucap Aldo sambil memeluk erat Revan


" hhm papah juga kangen kamu, duh kamu tambah gendut papah gak bisa gendong kamu" Revan merasa keberatan saat ingin menggendong Aldo " kamu sudah makan sayang?"


" belum pah, mamah Sintya mana?" tanya Aldo


" mamah ada di dalam dengan adek, ayo kita makan kamu mau makan apa biar papah pesankan "


" apa aja pah"


Revan dan Aldo pun masuk kedalam rumah

__ADS_1


__ADS_2