
" pah.. " teriak mamah nya intan dari ruangan nya
" ada apa mah?"
" panggil dokter pah, jari tangan nya intan bergerak pah" umah mamah nya gembira
tanpa berkata apa apa raga langsung berlari mencari suster atau dokter yang ada di situ
" ada apa pak?" tanya salah satu suster
" sus tolong saya sus, istri saya sudah sadar, panggil dokter sus"
" baik pak, bapak tunggu di ruangan aja ya "
beberapa menit kemudia dokter dan perawat pun datang untuk memeriksa keadaa intan
" bagaimana dok keadaan anak saya?" tanya mamah nya intan yang sudah tidak sabar menunggu kabar nya
" Alhamdulillah ibu intan sudah memberi respon dan kita tunggu saja " di saat dokter asik menjelaskan tiba tiba intan membuka mata nya dan di lihat nya orang orang yang berada di kiri dan kanan nya
" sayang.. " raga langsung menangis bahagia dan memeluk erat intan
" aduh.." rintih intan kesakitan saat raga tidak sengaja menyentuk luka bekas operasi di perut nya intan
" maaf sayang aku gak sengaja aku sakit senang nya liat kamu sudah sadar"
" iya.." ucap intan dengan suara yang masih lemes
" Tan Lo sehat sehat ya" peluk Sintya yang juga sedih melihat sahabatnya itu
" iya sin"
beberapa jam kemudian,
__ADS_1
Revan merasa tugas nya sudah selesai, tugas nya mendonorkan darah dan melihat sahabatnya itu kembali tersenyum
" waktu nya kita pulang dan istirahat her" ajak Revan kepada Heri
" iya gue juga udah pegal dan capek banget"
" Lo mau pulang bareng gue tau minta jemput supir kantor?"
" gue minta jemput supir aja deh"
Revan dan Sintya pun masuk kedalam mobil nya
" her duluan ya" Sintya membuka kaca mobil nya
" iya hati hati"
" dah.."
" kamu mau kerumah bunda? mau jemput Aldo"
" iya aku kangen Aldo, kesian dia kurang kasih sayang aku"
" kenapa Aldo gak ikut kita selama nya aja kan bisa temani aku di rumah "
" ibu dan ayah gak mau kata nya sepi kalo lama lama ditinggal sama Aldo"
" oh gitu .. ya udah"
beberapa menit kemudian pun Revan dan Sintya sampai di rumah bunda nya
" Bun, dad" panggil Revan sambil cium pipi kanan dan kiri
" kamu baru datang nak?" tanya bunda nya
__ADS_1
" iya Bun"
" bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Daddy nya
" mas, anak baru pulang malah langsung di tanya pekerjaan, nanti saja tanya pekerjaan nya". sahut bunda nya
" iya.. iya" ucap Daddy nya
" cucu nenek yang cantik sini ikut nenek" bunda nya Revan pun langsung menggendong Nindira anak Revan dan Sintya yang juga tak kalah cantik seperti mamahnya
" Aldo mana mah?" tanya Sintya
" Aldo ada di belakang lagi main sama mba"
" aku temui Aldo dulu Bun"
Revan pun langsung ke belakang untuk menemui Aldo
" sayang.." Revan langsung membukakan tangan nya agar Aldo melihatnya dan memeluk nya
Aldo pun langsung berlari menghampiri Revan
" aku kangen papah "ucap Aldo sambil memeluk erat Revan
" hhm papah juga kangen kamu, duh kamu tambah gendut papah gak bisa gendong kamu" Revan merasa keberatan saat ingin menggendong Aldo " kamu sudah makan sayang?"
" belum pah, mamah Sintya mana?" tanya Aldo
" mamah ada di dalam dengan adek, ayo kita makan kamu mau makan apa biar papah pesankan "
" apa aja pah"
Revan dan Aldo pun masuk kedalam rumah
__ADS_1