Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
162


__ADS_3

keluar dari kamar mandi Revan membujuk Sintya


"kamu ngomong apa tadi"


"gak tau " Sintya malah membalikkan badan nya tidak menghadap Revan


"tolong siapin pakaian aku ya, aku ada yang di urus"


"gak mau siapin aja sendiri" Sintya pun melangkah pergi meninggalkan Revan sendirian di dalam kamar


"apa sih mau nya dia" ucap Revan yang mulai kesal


"mb bisa minta tolong gak siapin pakaian kerja saya masukkan ke dalam koper"


"baik tuan" dengan segera pelayan itu menyiapkan baju Revan


" dimana ibu?" tanya Revan


" tadi ke halaman belakang sih pak"


"pasti ngambek, ngambek gak lihat situasi banget" ucap Revan


"ada apa pak?" tanya pelayan itu


"ah tidak apa-apa" Revan pun pergi ke meja makan untuk sarapan. dari arah kejauhan dia melihat Sintya yang sedang duduk di ayunan


di atas meja sudah terhidangkan nasi goreng dan segelas susu


"pasti Sintya yang masak masih goreng ini" ucap Revan, dia hapal betul dengan masakan istrinya itu


beberapa menit kemudian Revan sudah selesai makan dia pun berjalan menghampiri Sintya


"hei . kamu kenapa? kok gak sarapan sama aku?" tanya Revan


" udah kenyang" ucap Sintya dengan wajah tidak menoleh ke arah revan


"aku marah atau ngambek?"


"gak tau pikir sendiri kamu"


"mana aku tau, kamu nya aja gak mau ngomong sama aku"

__ADS_1


"udah sana kamu berangkat nanti kesiangan "


"belum aku masih mau menemani kamu dulu di sini" Revan duduk di sebelah nya Sintya namun Sintya tetap mengalihkan muka nya


"kring...kring...kring ..." suara ponsel Revan berbunyi


" hallo" ucap Revan


"hallo pak, tiket nya sudah saya pesankan, keberangkatan bapak jam 11.30 nanti"


"apa tidak ada keberangkatan sebelum jam segitu?" tanya Revan


"ingin cepat cepat ketemu dengan Wati ya jadi ingin berangkat cepat "ucap Sintya menyindir Revan


"tidak ada pak, jadwal keberangkatan sangat padat untuk hati ini"


"ya sudah kalo begitu" Revan pun langsung mematikan telponnya


"apa sih sayang maksud kamu?" tanya Revan kepada Sintya


"kenapa gak beli pesawat pribadi aja biar sekalian bisa liburan keliling dunia dengan wanita itu, tidak usah lagi ingat dengan anak dan istri " ucap Sintya


"gak mau"


" sini liat aku" Revan kembali wajahnya Sintya


"apa sih yang buat kamu ngambek kaya gitu?" tanya Revan


"kamu mau aku berkata jujur?"


"iya harus, kamu harus berkata jujur" sahut Revan


"kenapa aku gak suka sama Wati? aku tau Wati suka sama kamu, dari mata nya dan muka nya ingin merusak rumah tangga kita, aku takut... apa kamu mau kamu menduda ke dua kali nya? oh ya kalo aku ninggalin kmu kamu gak akan menduda kan ada Wati yang siang menyambut dudanya kamu"


"hustt..hust..hust.. kamu jangan ngomong kaya gitu, aku janji aku gak akan macam-macam, ini demi pekerjaan dan juga karena raga dan Hery gak bisa.. bukan karena sengaja, kamu harus ngerti "


"aku ngerti kok dan aku selalu paham dengan pekerjaan kamu tapi kamu juga harus ngerti dengan perasaan aku"


"aku ngerti sayang dengan perasaan kamu, aku paham kamu cemburu, tapi ini sangat mendesak sayang. ku mohon ini aja aku benar-benar minta maaf, aku juga bingung harus bagaimana sayang, karyawan aku di sana juga sedang kesusahan sedang perlu aku "ucap Revan menangis sambil memeluk erat sintya


"iya silahkan kamu berangkat, aku ijinkan kamu berangkat" ucap Sintya membalas pelukan Revan

__ADS_1


"makasih sayang" ucap Revan mengecup bibir nya Sintya


"jangan lama-lama nanti lipstik aku hilang, aku mau nganter kamu ke bandara, aku males dandan lagi"


"tapi kamu sarapan dulu baru antar aku ke bandara" ucap Revan


"apa mau aku siapin?" tanya Revan


"gak usah aku bisa makan sendiri" ucap Sintya


jam sudah menunjukkan pukul 09.00 Revan sudah siap dengan koper nya untuk pergi ke bandara di antar Sintya


"sudah siap semua keperluan kamu?" tanya Sintya


"tadi aku suruh mba yang siapin, kaya nya sudah" jawab Revan


"sini biar aku lihat" Sintya kembali mencek koper nya Revan


"sayang.." panggil Sintya


"iya kenapa syaang?" tanya Revan


"kamu mau pakai ****** ***** dengan daun ya? atau gak pakai ****** *****?"


"hah dengan daun? gak kok"


"nih liat di sini gak ada ****** ***** kamu"


"aduh bagaimana sih kok bisa Mba gak masukin ****** ***** aku?" tanya Revan


"saya tidak tau tuan tempat nya" jawab mba nya


"iya tempat nya itu cuman aku dan kamu yang tau" sahut Sintya "ya sudah tunggu aku ambilkan dulu" Sintya pun pergi ke kamar nya




novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"


Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan hanya bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"

__ADS_1


__ADS_2