Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
93


__ADS_3

Revan sangat gelisah saat menunggu dokter memeriksa Sintya di dalam ruangan nya.. Revan sudah menghubungi kedua orang tua nya dan kedua orang tua sintya. dia begitu khawatir dengan keadaan istri dan anak yang ada di dalam kandungan Sintya


"semoga kamu gak kenapa kenapa sayang" ucap Revan dalam hati sambil berjalan bolak balik seperti orang yang benar benar kebingungan.


"bagaimana keadaan Sintya " tanya ibu nya Sintya yang juga begitu khawatir dengan nya


"dokter masih di dalam mah"


"semoga tidak terjadi apa apa sama dia dan kandungan nya"


"ini salah Revan mah" ucap Revan yang menyesali diri nya.


dia sangat merasa bersalah karena dia yang kelamaan di dalam kamar mandi membuat Sintya menahan no ya untuk membuang air kecil .


"sudah jangan menyalahkan diri kamu kita berdoa aja semoga tidak terjadi apa apa" ucap papah nya sintya


30 menit kemudian akhirnya dokter pun keluar.


" bagaimana dok dengan istri saya"


"kita bisa bicara di ruangan saya " ucap dokter itu sambil berlewat


tanpa menunggu lama Revan langsung menuju ke ruangan dokter itu


tok..tok..tok.. Revan mengetuk pintu ruangan itu


"silahkan masuk"


Revan pun langsung masuk dan duduk di hadapan dokter


"bagaimana dok keadaan istri dan anak saya di dalam kandungan nya " tanya Revan yang masih cemas


"hhm syukur nya istri bapak tidak kenapa Napa dia hanya tergelincir ringan saja dia masih kuat namun kandungan nya yang begitu lemah tapi masih bisa bertahan istri bapak cuman perlu istirahat total dulu.. bapak harus jaga dia baik baik jangan sampai dia kecapean terus jangan angkat yang berat berat. "


"hhmm syukur lah kalo istri dan anak saya masih selamat " ucap Revan dengan menarik napas lega " saya anak jaga istri saya baik baik, sebelum nya terima kasih kasih mau liat di ke ruangan "


" baik pak silahkan"


Revan pun kembali ke ruangan nya sintya untuk melihat keadaan Sintya . terlihat di depan ruangan nya sudah ada kedua orang tua nya dan juga ada Aldo


"bagaimana? apa kata dokter? apakah kandungan Sintya selamat?". tanya bunda nya yang membuat Revan bingung harus jawab pertanyaan yang mana dulu


"kok kamu diam?" tanya bunda lagi yang hampir emosi karena belum di jawab Revan pertanyaan nya


" sintya tidak apa apa Bun kandungan nya juga sehat cuman sedikit lemah dia tidak boleh angkat yang berat berat dan tidak boleh terlalu banyak gerak harus istirahat total . "

__ADS_1


"syukur lah kamu harus jaga dia baik baik Jangan sampai lalai lagi"


jam sudah menunjukkan pukul 23.30 ini sudah larut malam semua keluarga mengutus kan untuk pulang dulu malam ini jadi hanya Revan yang menemani Sintya untuk malam ini.


"kita semua pulang dulu ya" ucap mamah dan papah nya Sintya


"iya pah"


"nanti besok pagi kamu kesini lagi, dan kamu juga harus istirahat juga "


"iya"


"bunda pulang juga ya"


"iya bun"


mereka semua pun langsung pulang .


ke esokkan hari nya jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi hari ini hari Minggu hari nya libur untuk para karyawan Deni dan Bella sudah bersiap siap untuk menuju rumah sakit menjenguk sintya. Deni sudah mempersiapkan buah buahan yang untuk di bawa nya .


mobil Deni sudah terparkir di depan rumah nya Bella .


" kita pergi dulu Tante" ucap Deni pada ibu nya Bella


"oh iya hati hati di jalan ya salam buat adik kamu"


bela dan Deni pun masuk ke dalam mobil dan segera pergi dengan kecepatan standar .


" kamu bawa apa ?" tanya bella


" buah buat Sintya "


"ooh"


beberapa menit akhir nya mereka sampai di rumah sakit itu. pagi ini rumah sakit itu terlihat lagi banyak orang yah mm ungkin karena hari ini hari Minggu . saat berjalan di lorong rumah sakit di dekat taman nya rumah sakit itu langkah kaki nya Deni terhenti sperti ada yang di lihat nya dan seperti orang yang lagi ketinggalan sesuatu namun pandangan nya ke arah taman itu entah apa yah di lihat nya ?


.


"ada apa? kok berhenti?" tanya bella namun Heri tidak menjawab nya dia tetap pokus ke pandangan nya itu


"hei... ada apa?" Bella menyenggol tangan nya deni


"hhmm...kamu ke ruangan Sintya duluan aja nanti aku nyusul " ucap Deni dengan pandamgan kosong nya . seperti orang yang sedang kena hipnotis. dan dia langsung meninggalkan Bella berjalan ke arah taman


" mau kemana dia?" ucap Bella dalam hati

__ADS_1


"hey.." sapa Deni kepada gadis yang sedang duduk di kursi roda yang sedang berjemur dan menikmati udara segar di pagi ini. gadis yang berwajah pucat dan badan nya yang kurus siapa lagi kalo bukan Dewi. akhirnya Deni ketemu kembali dengan Dewi .


terlihat dari pancaran wajah dan tatapan gadis itu seperti senang karena bisa bertemu dengan Deni lagi .


"hey... " ucap Dewi gugup


"kamu disini? sakit apa? dan di ruangan apa?"


"aku menyalami penyakit leukimia? "


"silahkan ngobrol dulu saya mau kesana dulu" ucal suster yang mengantar Dewi ke taman


"baik sus terima kasih" ucap Deni


"leukimia?" Deni langsung kaget setelah mendengar ucapan gadis itu. gadis yang selama ini yang dia cari cari ternyata mengalami penyakit leukimia


"iya.." ucap Dewi sambil menunduk malu. ia dia malu dan sadar mana ada laki laki yang mau dengan gadis yang sudah hampir mati


"oh ya kita belum kenalan kita kenalan dulu nanti aku lupa lagi! nama aku Deni nama kamu siapa?"


"nama aku Dewi " ucap Dewi yang terus terus malu malu namjn terlihat dari wajah nya yang pucat kalo dia lagi berseri seri dan tersipu malu


"kamu di ruangan mana?"


"aku di ruangan kenangan sebelah situ?"


lain hal nya dengan Bella yang masih memandangi gerak gerik Deni dari arah ke jauhan


"siapa gadis itu? seperti nya gadis itu lagi sakit? dia pasti lagi sakit bukti nya saja dia pakai pakaian pasien tapi siapa nya Deni ? kaya nya Deni bahagia banget ketemu dengan nya " Bella tambah penasaran dengan gadis itu ingin sekali dia menghampiri merek berdua


"kamu ngafain kesini?" tanya Dewi


"oh ini saya mau jenguk adik yang lagi sakit"


" sendirian ?"


"tidak.. tadi aku berdua dengan dia" ucal deni sambil menunjuk Bella


Bella menyadari Deni menunjukkan nya dan akhirnya Bella pun langsung menghampiri Deni dan Dewi .


"hey.. masih lama?" ucal bella sambil mengrangkul tangan nya Deni


"kenalin ini Dewi yang pernah aku ceritakan dulu" ucap Deni


"hallo" sapa Bella sambil menatap Dewi dan juga Dewi juga menatap tajam kepada Bella sambil melirik tangan nya Deni yang di rangkul Bella. tatapan antara kedua gadis itu cukup lama sehingga suster datang membuat mereka mengakhiri tatapan itu.

__ADS_1


" ayo kita keruangan lagi.. kamu sudah cukup lama. di luar nanti masuk angin " ucao suster itu


" iya sus" ucap Dewi mengangguk dengan tatapan yang masih ke arah Bella dan deni


__ADS_2