
jam sudah menunjukkan pukul 23.00 Revan baru sampai di kediaman orang tua nya.
"baru pulang kamu? banyak kerjaan ya?" tanya pak Aryo yang sedang duduk di sofa yang di temani dengan segelas teh hangat
"iya dad... Sintya sudah tidur?" tanya Revan
"istri kamu seharian gak banyak aktivitas seperti nya dia lagi sakit! udah cepat sana temui istri kamu kesian dia"
"baik pak" Revan pun langsung melangkah untuk menuju kamar nya saat samai di kamar terlihat Sintya yang sudah terlelap tidur tenang nya. Revan langsung menghampiri nya
"sayang aku pulang ! aku minta maaf ya gak ada waktu buat kamu" bisik Revan sembari menciumi bibir, kening dan. pipi Sintya . seketika Sintya menggeliat badan nya dia sedikit merasakan kalo ada yang mencium nya namun karena dia terlalu ngantuk dan badan nya terasa sakit semua jadi dia tidak membuka mata nya dia terus tertidur dengan pulas nya.
Revan pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya . cukup lama Revan merendam kan tuhuh nya di dalam air hangat dia pun menyudahi nya . terlihat istri nya yang terus tetap tertidur dan dia pun juga ikut merebahkan tubuh nya terasa badan nya begitu pegal pegal karena bekerja seharian full..
"yank..." intan terbangun dari tidur nya dan segera membangun raga.
"hhmm ada yank.." ucap raga dengan suara serak bangun tidur dan dengan mata yang masih terpejam
"aku lapar" bisik Sintya
"hah lapar... kamu mau makan di dapur ada makanan kok" ucap raga yang masih terpejam mata nya
"aku pengen makan sate"
raga pun langsung terbangun setelah mendengar ucapan intan "hah makan sate? jam berapa sekarang" raga langsung melihat jam di layar ponsel nya
jam sekarang sudah menunjukkan pukul 24.30 di mana raga harus mencarikan sate di tengah malam begini
"sudah tengah malam yank dimana ada orang yang jualan sate selarut ini? besok aja ya aku janji pasti aku belikan "
"hhm tapi aku pengen nya sekarang yank" ( ibu hamil mulai meronta ronta wkwk)
"aku ngantuk yank besok aku kerja lagi! besok aja ya nanti besok pagi aku belikan"
intan pun langsung tidak menjawab ucapan raga dan langsung membalikan badan nya tidak menghadap ke arah raga
"yank.. kamu ngambek ?"
__ADS_1
"yank.." intan terus tidak menjawab panggil raga " ya udah kalo kamu ngambek " raga pun langsung beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil kunci mobil nya . intan yang mendengar raga mengambil kunci mobil dia langsung menoleh.
"kamu mau kemana?" tanya intan dengan nada senang nya
"kata nya kamu mau makan sate"
"aku ikut kita makan di sana"
"hah ini udah malam yank kamu jangan keluar malam nanti kamu masuk angin"
"aghh kan aku bisa pake baju panjang dan pakai jaket" bantah intan yang terus terusan ingin ikut.. entah kenapa malam ini nginaman nya benar benar aneh . " boleh ya aku ikut aku pengen makan di sana.. ya.. ya.. boleh "
"hhmm ya udah tapi kamu pakai baju panjang dan jaket ya"
"iya sayang " ucap intan sambil tersenyum dan mengelus perut nya yang masih terlihat kecil
raga dan intan pun memasuki mobil nya raga melajukan mobilnya dengan kecepatan yang standar . terlihat di jalan yang sudah begitu sepi dan juga sudah banyak warung warung yang tutup.
"lihat yang warung warung sudah pada tutup kita mau cari di mana lagi? ini sudah benar benar tengah malam"
"hhmm kita cari lagi yang di lain siapa tau ada yang sampai subuh" ucap intan yang tetap keras dengan keinginan nya
"nah itu yank...stop" ucap intan dengan nada girang nya
"iya sayang sabar.. aku mutar dulu"
"hhm kan udah aku bilang masih ada kok yang buka sampai subuh"
"iya... " raga pun memberhentikan mobil nya di depan warung itu tanpa menunggu lama intan langsung keluar dan langsung memesan sate dan sup nya. intan benar benar terlihat seperti orang yang begitu lapar padahal dia sudah makan malam yah mungkin memang bawaan ibu hamil .
"hhm jadi begini susah nya punya istri hamil apa mau nya harus di turutin dan kapan waktu nya dia gak peduli" ucap raga dalam hati .
"yank.. makan nya pelan pelan " ucap raga menglap kan mulut nya intan karena belepotan bekas sate.
"sate nya enak" ucao intan sambil tersenyum pada raga
"kamu gak takut gendut makan tengah malam yank?"
__ADS_1
namun intan tidak menghiraukan pertanyaan raga dia terus saja makan sepuas nya. beberapa menit setelah selesai makan mereka pun pulang ke rumah namun saat di perjalanan intan sudah tertidur lelap . raga yang melihat nya hanya tersenyum lebar .
"dasar ibu hamil" ucap raga sambil tersenyum
sesampainya di depan rumah raga langsung membuka mobil nya dan segera menggendong istri nya itu.
"kamu sudah mulai berat sayang" bisik raga ke telingan intan
------🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----
ke esokkan pagi nya
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Sintya mulai terbangun dari tidur nya di lihat nya suami nya yang masih tertidur pulas karena kecapean.
dengan segera Sintya beranjak dari tempat tidur nya dan menuju dapur. terlihat di dapur bunda lili yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan
"pagi sayang..." sapa bunda lili " bagaimana keadaan kamu? apa masih sakit?"
"pagi Bun.. udah agak kurang sih Bun! sini Bun biar Sintya bantu"
"oh boleh! kamu siapkan ini ya" perintah bunda lili
namun saat Sintya asik di dapur Aldo datang menghampiri Sintya
"pagi mami... mami masih sakit? " tanya Aldo yang sambil memeluk Sintya
"pagi sayang..." Sintya menyodorkan pipi nya agar di cium Aldo "mami udah agak mendingan kok"
"mami jangan sakit lagi ya" ucap Aldo sambil mencium pipi Sintya
"iya sayang! kamu sarapan dulu ya sebelum ke sekolah"
Ririn yang melihat dari arah kejauhan langsung berubah wajah nya .
"bisa bisa nya Aldo sedekat itu dengan Sintya " ucap Ririn kesal "bukan nya Aldo termasuk.anak yang susah dekat dengan orang" ucap Ririn dalam hati
dia benar benar merasa benci melihat anak nya dekat dengan sintya. bahkan Sintya dan Aldo seperti ibu dan anak kandung. Sintya pun langsung menyiapkan makanan untuk Aldo
__ADS_1
"sayang kamu gak berangkat bareng papah?"
"gak mi nanti Aldo telat kalo harus nunggu papah "