
saat mereka berdua asik tertidur ponsel nya Sintya berbunyi Sintya terbangun dari tidurnya dan segera mengangkat telpon nya.
" hallo sayang kamu sudah di jemput Revan " tanya mamah Erin
" iya mah sudah ini Tia lagi di rumah "
Revan yang mendengar Sintya berbicara di telepon Revan langsung membuka mata nya dan mengangkat alis nya, memberi kode siapa yang nelpon.
" mamah " ucap Sintya kepada Revan
oh. " ucap Revan dengan suara serak bangun tidur dan dia kembali memeluk Sintya kembali tidur
" siapa, kamu lagi apa" tanya mamah Erin
" revan, dia lagi tidur" ucap Sintya
" mamah minta maaf menggangg, mamah cuman mau bilang sama kamu jangan lagi ngambek ngambek nya apa lagi sampai kabur kabur kaya gitu, kesian suami kamu " ucap mamah Erin
" iya mah Tia minta maaf"
" ya udah mamah tutup ya telpon nya"
tuttt... tut . telepon pun terputus
Sintya menatap muka tampan nya Revan dia merasa kesian sama Revan karena dia Revan tidak tidur dan tidak kerja. " aku minta maaf ya" bisik sintya ke telinga Revan
di lihat nya jam sudah pukul 11 itu waktu nya Revan menjemput Aldo
" bangun,, kamu gak jemput Aldo" ucap Sintya membangun kan Revan
" hemm tidak, aku sudah minta pak Heri yang menjemput "
" oh ya udah, " Sintya pun ingin beranjak bangun dari tempat tidur namun di tahan oleh Revan
" mau kemana,,???"
" aku lapar, aku mau masak "
" gak usah masak nanti biar beli saja, aku gak mau kamu capek " ucap Revan manja
" tapiii.."
" udah jangan tapi tapi tugas kamu hari ini temanin aku beb" ucap Revan
" hah beb " ucap Sintya dalam hati dengan mata melotot ke Revan
" tidur lagi ya, aku masih ngantuk, nanti siang kita makan di luar " ucap revan
sewaktu Sintya gak ada di rumah Revan susah tidur karna selalu kepikiran Sintya
--🌴🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---
__ADS_1
waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 siang Revan terbangun dari tidur nya di lihatnya wanita yang di samping nya lagi tertidur dengan begitu cantik. cup Revan mencium kening nya Sintya " aku sayang kamu beb" ucap Revan pelan dan dia langsung beranjak pergi ke kamar mandi
cukup lama Revan di kamar mandi dia pun keluar sudah mengenakan baju kaos polos berwarna hitam dan celana jeans pendek sehingga lutut.
" beb kamu gak bangun " ucap Revan membangun kan sintya
Sintya membuka mata nya dan di lihat nya Revan sudah rapi dan wangi
" kamu mau kemana" tanya Sintya
" kata nya kamu lapar, ayo mandi kita makan di mall"
" hhm iya tunggu " Sintya langsung beranjak bangun dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi
" kok Revan begitu baik ya sama aku" ucap Sintya saat di dalam kamar mandi
cukup lama Sintya di kamar mandi dia mengakhiri nya namun dia lupa membawa baju
" boleh minta tolong gak" ucap Sintya
" boleh kenapa beb"
" aku lupa bawa baju tolong dong pilihin baju aku"
revan pun langsung membuka lemari dan di pilih nya baju dres berwarna putih menurut nya ini cocok buat sintya
" nih baju nya"
" kok baju ini gak ada kaos aja "
Sintya pun memakai baju nya dan duduk di meja rias nya untuk berdandan
Revan menghampiri nya " beb kamu mau gak aku beliin mobil, kalo kamu mau kita bisa beli hari ini" ucapan Revan membuat Sintya kaget
" beli mobil kaya mau beli makanan aja gampang banget ucap nya" kata Sintya dalam hati
" kok kamu diam, aku nanya kamu mau di beliin mobil gak"
" kenapa kamu mau beliin aku mobil kan aku masih bisa pakai ojek online"
" iya aku kesian sama kamu harus pakai ojek online terus nanti kamu kehujanan terus , lagi pula mana pantas istri Presdir harus naik ojek online , asisten aku aja di beliin mobil apa lagi kamu, kalo sama aku takut nya aku lagi sibuk gak bisa antar kamu, mau ya Beb" ucap Revan memohon
" ya udah terserah kamu aja" ucap Sintya sambil bersandar.
" kamu dandan jangan menor natural saja kamu sudah cantik"
" enggak kok aku cuman pakai bedak dan lipstik aja"
mereka pun pergi mall, sepanjang di perjalanan Sintya selalu menatap wajah nya revan, Revan saat ini menggunakan kaca mata hitam nya
" kenapa kamu memandang aku kaya gitu, aku kaya bapa bapa ya" tanya revan, Revan selalu memperhatikan penampilan nya agar tidak terlihat tua
__ADS_1
" enggak kamu masih kelihatan muda kok"
Revan tersenyum mendengar perkataan Sintya
sampai nya di mall Revan dan Sintya Keluar dari mobil terlihat Revan yang begitu tampan dan keren nya, " pakaian biasa aja dia terlihat keren" ucap Sintya
Revan saat itu menggunakan celana jeans pendek selutut baju kaos dan sepatu dan tidak lupa kaca mata hitam nya terlihat begitu sempurna.
" beb kita makan dulu ya, baru kamu belanja " ucap Revan
" iya "
mereka pun masuk kedalam restoran dan terlihat di restoran itu harus ngantri , Sintya pun ngantri
" biar aku saja yang mengantri" ucap Revan
" tapi " kata kata Sintya terputus " udah kamu cari tempat duduk aja " ucap Revan sambil tersenyum
Sintya pun mencari tempat duduk dan dia memilih tempat yang di pojok
dari arah pojok Sintya terus menatap Revan " baru kali ini aku di antri kan Sama orang " ucap sintya sambil tetap menatap revan, Revan yang melihat Sintya menatap nya revan tersenyum manis
Revan pun datang Dangan membawa makan nya
" kenapa kamu memandang aku kaya gitu terus beb, memang nya ada yang salah dengan penampilan ku" ucap Revan manis
" oh enggak , ayo makan " ucap Sintya
beberapa menit mereka makan akhirnya makanan nya sudah habis
" kamu tunggu di sini aku ke kasir dulu " ucap Revan
" aku tunggu di depan aja ya"
" baik lah aku gak akan lama"
Revan pun berjalan ke kasir, mba mba di kasir nya terpesona melihat ke tampanan Revan namun Revan menghiraukan nya
" berapa mba" ucap Revan
" eh ini nota nya tuan"
Revan pun segera membayar dan langsung pergi keluar.
" beb kamu mau belanja apa, apa kamu mau beli tas"
" boleh " ucap Sintya singkat
mereka pun masuk ke dalam toko tas begitu banyak tas yang bagus bagus membuat Sintya bingung harus memilih yang mana.
" kenapa kok diam" tanya Revan
__ADS_1
" aku bingung milih yang mana, soal nya bagus bagus semua dan mahal mahal "
" kamu takut ke mahalan ya, beli aja Beby aku gak akan marah" ucap Revan