
hey.. lagi menunggu juga ya" sapa Heri yang juga sedang menunggu dini
"eh iya nih..."
"udah jadian sama Bella?"
"belum sih masih PDKT"
"oh PDKT. yah segera di tembak aja''
"hehe.. gue masih bingung dengan perasaan gue. yah gue masih ngejar ngejar cewe yang sulit banget gue cari, baru ketemu sekali dan gak ketemu lagi, yah semoga aja nanti bisa ketemu lagi "
"yah cari terus dong.. yang semangat"
"hey..." obrolan Heri dan Deni terputus oleh Bella
" hey" sapa Heri " dini mana? belum selesai ya"
"hhmm kayak nya masih di dalam mungkin sebentar lagi keluar"
"oh.. "
"ayo" ajak Bella pada Deni
.
" kita duluan ya" ucap Deni pada Heri
"oh iya hati hati di jalan"
Bella dan Deni pun masuk ke dalam mobil
"kamu ngobrol apa sama Heri kayak nya asik banget?"
" yah biasa obrolan cowo "
"hhmm ceritain cewe kamu ya?" ucap Bella dengan wajah cemberut
"hhm nggak! kok wajah kamu cemberut?'' tanya Deni
"hhm sebenarnya kamu itu punya pacar atau enggak sih? dari kemaren kamu gak jawab kaya ada yang kamj sembunyikan? yah kalo memang kamu punya pacar aku bisa kok menjauh dari kamu "
" hah kenapa harus menjauh? "
"yah aku gak enak aja dan sebenarnya aku suka sama kamu" Bella mengungkapkan perasaan nya ke Deni dengan tegas
__ADS_1
Deni yang mendengar nya langsung menepikan mobil nya
" begini aku mau jelaskan sama kamu supaya kamu bisa paham! aku sekarang gak ada cewe atau dengan sama orang selain kamu tapi aku kemaren sebelum kenal kamu aku ketemu dengan seorang cewe yah menirut ku sih cantik tapi kecantikan nya di tutupi dengan muka nya yang begitu pucat . yah bisa di bilang di lagi sakit kemaren dan aku nganter di kerumah nya tapi belum sempat kenalan"
"jadi... kamu suka pada pandangan pertama ? begitu maksud kamu?"
"yah enggak aku juga gak tau gimana perasaan aku ke dia tapi yang jelas aku cuman kesian aja kemaren dan cuman ingin tahu kabar cewe itu"
"kenapa kamu harus cari orang yang jelas jelas tidak mau kenalan dengan kamu? aku suka dengan kamu aku nyaman dengan kamu" ucap Bella sambil menarik tangan nya Deni
"iya... aku juga masih bingung dengan perasaan aku ke kamu yang jelas kita yah tetap seperti sekarang kita tetap dekat! ya udah jangan bahas itu dulu nanti selera makan kamu hilang " Deni berusaha mengalihkan pembicaraan nya
lain hal nya dengan intan dan raga
hari ini raga berniat mengajak Intan ke rumah nya
"sayang.. kamu sudah siap" ucap raga yang sudah menunggu intan berdanda
"belum "
raga pun langsung menghampiri intan
." kamu jangan dandan tebal tebal " ucap raga
"memang nya kenapa ?"
"ih sayang geli... kamu mesum banget sih"
"rasa nya kamu sama aku aku selalu ingin berbuat hal buruk bahkan paling buruk "
"hal buruk.. apa itu?" tanya intan yang sok tidak tahu
"kamu pasti tahu! aku selalu ingin membuat kamu merengai dan keenakkan" bisik Raga dengan napas nya di telingan intan membuat intan merinding
"jangan seperti itu kamu bikin aku merinding! jadi berangkat gak "
"hhm ... jadi" raga langsung memberhentikan tingkah nya pada intan
"aku sudah selesai " ucap intan . " sayang.. aku takut ke rumah kamu"
"kenapa kamu mesti takut? kalo kamu takut bagaimana kamu ingin mengenal orang tua aku"
"hhm dilihat lihat ibu kamj kayak nya tidak suka dengan aku "
"kamu jangan takut kan ada aku.. ibu gak akan macam macam kok sama kamu percaya dengan aku" ucao raga meyakinkan hati hya intan
__ADS_1
"hhmm baik lah.. ayo berangkat"
mereka pun langsung pergi ke rumah nya raga. beberapa menit di perjalan akhirnya mereka sampai di rumah nya raga. raga langsung membuka pintu rumah nya
"assalamualaikum Bu pak" ucap raga yang mencari ibu dan bapak nya yang di iringi intan berjalan di belakang nya
"sini.. kamu kenapa di belakang! ini rumah aku berarti rumah kamu juga" ucao raga yang langsung menggendeng tangan intan
di rasa nya tangan intan tersa dingin dan gemetaran seperti orang yang lagi gugup. raga pun langsung memegang erat
"kamu gak usah gugup! kamu duduk dulu aku mau cari ibu dan bapak "
raga pun langsung menuju kamar orang tua nya dan mengetuk pintu
"tok...tok...tok.. Bu pak" panggil raga
dan ibu nya pun langsung membuka pintu nya
"sayang kamu datang! kamu udah makan? mau ibu masakin?" tanya ibu nya
"raga sudah makan Bu"
"kamu datang sendiri? intan mana?" tanya bapak nya raga
"aku datang dengan intan dia lagi duduk di ruang tamu"
"oh kamu datang dengan wanita itu" ucao ibu nya raga dengan wajah nya yang langsung berubah yang mula mula wajah nya bahagia karena raga datang namun setelah mendengar nama intan wajah nya berubah menjadi wajah kesal dan langsung meninggalkan raga dan bapak nya
" ibu kenapa pak? ibu masih tidak suka dengan istri ku?"
"sudah jangan di pikirkan sifatn ibu mu ibu mu memang begitu sifat nya ! ayo kita turun temui intan "
raga dan bapak nya pun langsung menuju ruang tamu .
"pak.." sapa intan dan bersalaman pada bapak nya raga
"bagaimana kabar kamu? raga gak macam macam kan sama kamu" canda bapak nya raga
"baik pak... ibu mana?"
"ada ibu di dapur.. temui sana"
"hhm ya udah aku ke dapur dulu" ucap intan gugup . intan pun beranjak dari duduk nya dan menuju dapur terlihat' ibu nya raga di daur yang sedang bikin kan minuman
"Bu.. sini biar intan yang bawakan " ucap intan
__ADS_1
"tidak usah nanti kenapa kenapa dengan perut kamu "ucap ibunya dengan nada tinggi dan sedikit kasar membuat intan langsung tersinggung .
intan pun langsung kembali ke ruang tamu