Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
108


__ADS_3

semenjak malam itu Deni setiap habis pulang kerja dia selalu menyempatkan diri untuk ke rumah sakit. terkadang sekali sekali dia sebelum Berangkat kerja dia juga menyempatkan diri untuk ke rumah sakit siapin Dewi makan.


dan hari ini Dewi sudah mulai membaik dan boleh pulang .


hanya satu hal yang nyata belum pernah Heri dan ibu nya lihat Dewi yang begitu bahagia . gairah hidup nya begitu meluap luap. sampai dokter saja heran dan dokter Irwan nya juga kagum sama deni seolah olah obat mujarab untuk Dewi .


doker Irwan adalah dokter yang sering menangani Dewi di rumah sakit itu dan dia juga yang selalu minta Dewi agar di operasi lagi.


" tubuh manusia memang unik, aneh dan tak terduga " ucap dokter Irwan sambil tersenyum. " kadang ada hal yang tidak dapat di jelaskan oleh medis. "


sama aneh saat ia melihat lelaki setampan Deni malah jatuh cinta kepada gadis yang penyakit an seperti Dewi.


" sekarang aku tahu apa guna nya aku hidup sampai besok' ucap dewi . kata kata yang membuat semua orang di ruangan itu terharu dan menangis


" supaya masih bisa melihat kamu" ucap dewi sambil menatap deni dan mengelus lembut pipi nya deni


" saya mohon jangan kecewakan dewi " minta ibu nya kepada Deni "cuman kamu yang bisa bikin dia bahagia"


" kenapa semua orang meragukan diri ku" tanya Deni dalam hati " seharusnya mereka tahu aku juga punya hati!? bagaimana mungkin aku tega meninggalkan gadis yang begitu membutuhkan aku ?"


" sudah siap semua?" tanya Heri yang sudah selesai membereskan barang barang


"iya sudah..." sahut ibu nya Heri


" kita pulang ya" ucap Deni sambil mendorong kursi roda nya Dewi


"iya... "


beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah nya Dewi ..


"kamu makan dulu" pinta Dewi pada Deni " dari tadi kamu belum makan.. aku gak mau kamu ikutan sakit..."


"iya makan dulu nak... ibu sudah masak saat itu pulang tadi pagi! sini kita makan bersama"


Heri yang sudah duduk di meja makan hanya terdiam menatap Deni


Deni pun ikut makan dengan keluarga itu.. terlihat senyuman kebahagiaan terpancar dari wajah nya Dewi.. dia sangat merasa senang kalo Deni bisa jadi bagian keluarga nya .


selesai makan Deni langsung berpamitan untuk pulang ..

__ADS_1


"terima kasih banyak saya sudah di persilahkan untuk makan di sini"


"hhmm.." sahut Heri dingin entah apa yang masih ada di pikiran Heri .dia seperti masih ada sesuatu yang belum dia selesai kan


"sama sama... sering sering main kesini" ucap ibu nya


"aku akan selalu kesini untuk temui dewi.. kamu istirahat nya ..." ucap Deni sambil mengelus kepala nya Dewi yang duduk di samping nya.


"kami hati hati di jalan"


"iya... Bu saya pamit "


"iya hati hati di jalan"


"biar saya antar sampai depan" ucap Heri


saat di depan rumah nya


" ingat tugas kamu bujuk ibu dan Dewi" ucap Deni kepada Heri


"hhmm" Heri menarik napas panjang "akan saya usaha kan"


Deni pun langsung melajukan mobil nya. dan Heri kembali masuk ke dalam rumah nya. .


"kamu istirahat ya" ucap ibu nya Heri kepada Dewi


"iya Bu..." ibu nya pun mengantar Dewi ke kamar nya .


"hhmm mungkin ini kesempatan aku untuk bicara dengan ibu" ucap Heri dalam hati


cukup lama ibu nya Heri berada dalam kamar nya Dewi .. mungkin ibu lagi membereskan baju baju Dewi yang dari rumah sakit.


Heri duduk melamun di ruang kursi nya dan ibu nya menghampiri


"kamu tidak istirahat? besok kamu harus kerja lagi.."


"Bu..." ucap Heri dengan nada berat


"ada apa? apa yang kamu pikirkan? apa ada yang ingin kamu sampai kan dengan ibu?"

__ADS_1


Heri mengangguk kan kepala nya dan ibu nya duduk di samping heri


" kenapa?" tanya ibu nya


"kalo seadaanya Dewi kita operasi apa ibu keberatan?"


ibu nya langsung kaget mendengar pertanyaan Heri...


"kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu ingin Dewi di operasi lagi? memang nya tabungan kamu masih ada?"


" tabungan ku sudah habis semua bahkan aku sudah banyak utang dengan Revan "


"terus bagaimana kamu bayar nya kalo kamu ingin Dewi operasi? ibu tidak ingin terlalu beban kan hidup kamu? kamu sudah banyak berkorban untuk ibu dan Dewi semenjak kamu SMA aku sudah berkerja untuk biaya hidup .. beban kamu sudah terlalu berat nak ibu tidak mau terus terusan nambahkan beban kamu! "


"aku tahu Bu tapi operasi kali ini bukan aku yang bayar ''


"lalu siapa kalo bukan kamu? ibu tidak punya siapa siapa selain kamu yang bisa ibu harapkan "


" Deni Bu.. Deni yang ingin Dewi di operasi! dia dapat tiket dari claen jadi dia ingin bawa Dewi ke Amerika "


" Amerika? itu perjalanan yang begitu jauh apa kah Dewi sanggup untuk melewati nya? sebenarnya ibu keberatan kalo Dewi harus di operasi lagi ibu tidak tega kalo dia terus terusan merasakan sakit.. operasi itu antara hidup dan mati her... apa lagi operasi di Amerika apa ibu bisa melihat Dewi lagi?"


" kalo Dewi di bawa ke Amerika ibu juga ikut kesana.."


" tapi her..."


" apa ibu tidak ingin melihat Dewi sembuh? ini menurut ku kesempatan baik untuk nya. aku juga ingin melihat Dewi sembuh aku ingin melihat nya bahagia Bu.. ! masalah hidup dan mati itu tidak ada yang tau Bu tapi tidak ada salah nya juga kalo kita berusaha dan berdoa"


ibu nya mengangguk kan kepala nya ," terus apa tugas ibu sekarang?"


"ibu harus bujuk Dewi agar dia mau berangkat dan di operasi di sana "


"itu berat her.. kamu tahu kan meja operasi selalu di anggap Dewi tiket kematian nya. bukan ibu yang bisa bujuk Dewi "


"lalu siapa Bu? aku? ibu tahu kan Dewi lebih dekat dengan ibu ketimbang dengan aku"


"Deni sendiri yang bisa bujuk adik kamu! Dewi sangat mencintai Deni ibu yakin dia pasti mau turutin permintaan Deni"


"Deni...? " Heri sedikit berpikir

__ADS_1


" baik Bu nanti aku yang akan bicara dengan Deni"


__ADS_2