
"Van ada yang bisa gue bantu?" raga mengirim pesan kepada Revan
"gue minta tolong sama loe cek berkas file yang ada di leptop loe apa aja, gue sebagian hilang file nya" balas Revan
"oke nanti gue cek dan gue kasih kabar lagi"
"sudah mulai sore sebaiknya kita ke hotel untuk beristirahat" ucap Revan kepada wati
",apakah bapak sudah memesan hotel nya?" tanya wati yang masih bingung karena dia pertama kali nya datang ke situ
"sudah "jawab Revan
Revan dan Wati pun satu mobil menuju hotel
"kita istirahat sebentar dan jam 19.40 kita makan malam di hotel itu"
"iya pak" jawab Wati
"dan kamu harus ingat kamu bebas pakai baju apa aja asalkan sedikit tertutup"
"baik pak" ucap Wati
Tut...Tut...Tut... revan Vidio call Sintya namun Sintya tidak mengangkat nya
"kamu lagi apa kok gak angkat telpon aku" pesan yang di kirimkan Revan
beberapa menit kemudian Sintya Vidio Revan
"hallo baby" ucap Revan
"hai beb" jawab Sintya sambil menggulung rambut nya dengan handuk
"naik mandi ya, nindi mana sudah mandi apa belum"
"nindi sudah mandi sayang "
"siapa yang mandiin?"
"aku dong yang mandiin kan aku mamah nya" ucap Sintya
"duh mamah muda bikin aku kangen" ucap Revan
Wati yang duduk sebelahnya begitu muak mendengar Sintya
"kamu lagi dimana?" tanya Sintya
"aku lagi di jalan menuju hotel " jawab Revan
"sama siapa? sama cewek itu ya?" tanya Sintya
"enggak kok aku sendiri " jawab revan, Revan tidak bermaksud untuk membohongi Sintya tapi dia tidak mau Sintya ngambek lagi atau cemburu tidak jelas dengan dia
"awas ya kamu kalo macam-macam sama cewe itu" ancam Sintya
"gak kok sayang beneran" jawab Revan
"ya sudah aku mau masak dulu nanti aku telpon lagi"
__ADS_1
"dah sayang" ucap Revan dan dia mengakhiri telpon nya
"kenapa bapak tidak bilang sama istri bapak kalo bapak satu mobil dengan aku ?" tanya wati
"syukur kami tadi tidak bicara, dia snagat cemburu dengan kamu" jawab Revan
Wati tersenyum tipis mendengar ucapan Revan
"oh berarti wanita itu benar-benar cemburu dengan gue" ucap Wati dalam hati nya
" kita sudah nb sampai pak" ucap supir itu memutus percakapan Revan dengan Wati
"minta tolong karyawan hotel bawain barang-barang saya dan Wati" perintah Revan
"baik pak "
"aku bisa bawa sendiri kok aku cuman bawa satu koper" jawab Wati
"tidak usah kamu jalan duluan aja biar nanti karyawan hotel yang membawa barang kamu "
"terima kasih pak" ucap Wati
"hhmm" sahut Revan
"tapi pak.saya tidak tahu kamar berapa "
"ikutin saya " ucap Revan
Wati pun berjalan mengikuti revan ke arah kamar mereka. kamar Revan dan Wati tepat bersebelahan
"saya masuk dulu pak" ucap Wati saat berhenti di depan kamarnya
"baik pak". sahut Wati ..
"wah kamar nya bagus banget" ucap Wati sat melihat kamar hotel berbintang yang begitu mewah tidak kalah mewahnya dengan hotel yang ada di Jakarta
"Tut...Tut...Tut .."
Tut...Tut...Tut... " Wati menelpon Bella
"hallo ada apa?" Bella mengangkat telpon nya
"bel lihat ini" Wati memutarkan kamera hp nya
"gila lagi dimnaa Lo? ngapain Lo ada di hotel? dan kenapa tadi loe gak masuk kerja?" tanya bella
"memangnya loe gak tau kabar ya?" Wati malah balik tanya kepada bela
"kabar apa?"
"gue lagi berada di Kalimantan dengan pak Revan pabrik dia disini sedang kena musibah " jawab wati
"musibah kenapa?"
"kebakaran"
"tapi... loe gak satu kamar kan sama Revan"
__ADS_1
"yah gak sih.. tapi kamar gue sama kamar dia sebelahan" jawab Wati
"awas aja Lo sampai macam-macam sama Sintya, udah gak usha bikin sakit hati wanita lain "
"hhm tapi kalo itu bikin gue senang bagaimana? apa gue harus korbankan perasaan gue lagi?"
"gila Lo.. gak ada loe yang berkorban perasaan, sebelum kenal Lo merek udah lama menikah, loe jangan macam-macam deh.. kalo loe gak mau dengerin ucapan gue gue gak mau lagi ngakuin Lo sebagai sahabat gue" Bella mulai mengancam Wati
"ah tau lah dah gue mau mandi, ntar malam gue kerja lagi, bye.. emmuah gue kangen loe" Wati pun langsung mematikan telpon nya
"hhm semoga aja dia dengerin apa kata gue kali ini" ucap Bella
jam sudah menunjukkan pukul 20.15 Wati sudah berpakaian rapi untuk menuju restoran buat makan malam
"pak Revan sudah makan malam apa belum ya?" tanya wati dalam hati nya "bagaimana kalo gue panggil aja"
tok...tok...tok... Wati mengetik pintu kamar nya Revan
ceklek terdengar suara orang membuka kunci kamar
mata Wati langsung melebar melihat Revan yang hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang nya dan sambil memegang iPad di tangan Revan
"putih, mulus, ganteng, manis" batin Wati berbicara
"ada apa?" tanya Revan
"hhm gini pak hhmm" Wati gelabakkan saat di tanya Revan
"kenapa?" tanya revan lagi
"bapak sudah makan malam? mau makan malam bareng saya?" tanya wati
" kamu saja dulu, nanti saya menyusul saya lagi pakai baju dulu" ucap Revan
"baik pak, saya ke sana duluan, apa bapak mau saya pesan kan dulu?" tanya wati lagi
"tidak terima kasih " Revan pun langsung menutup kamar nya kembali
"huh.." ujar Wati membuang napas
di restoran Wati hanya memesan secangkir kopi sambil menunggu Revan, tak lama Revan turun dia hanya menggunakan baju tidur piyama polos berwarna biru tua
"walaupun baju tidur tapi ketampanan nya tetap tidak hilang" ucap Wati yang melihat Revan dari arah kejauhan
"Revan membawa sepiring makanan dia menghampiri Wati "
"kamu dari tadi hanya meminum segelas kopi? apa kamu tidak makan?" tanya Revan
"ini saya mau mengambil makanan pak" jawab Wati
"oh oke"
"duh pak dingin banget sih sama aku, apa gak ada sedikitpun bapak tertarik sama aku?" ucap Wati dalam hati nya sambil berjalan untuk mengambil makanan
ai guys aku juga ada loh bikin novel terbaru yang gak kalah seru nya dengan novel ini, novel terbaru aku yang berjudul "the effeck " menceritakan seorang gadis miskin, gendut yang selalu saja di bully oleh teman temannya dan semenjak kecil juga tidak ada yang mau berteman dengan nya karena dia begitu gendut, hidup nya semakin tidak karuan semenjak kenal dengan kakak tingkatnya di kampus dan lain lagi dengan citra yang harus menghadapi permasalahan dengan keluarga nya karena dia mencintai kakak nya sendiri... " penasaran dengan ceritanya kalian bisa buka profil saya
novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"
__ADS_1
Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"