
"di depan kamu sudah ada wanita itu lebih baik kamu pilih.. kamu pilih aku atau dia" ucap Sintya memberi pilihan kepada revan
"no.. tidak ada pilih pilihan mamah gak akan setuju kalo kamu memilih wanita ini" ucap mamahnya murka kepada Revan sambil menunjuk wajah Wati
"aku juga gak akan memilih dia mah, aku gak ada rasa sama dia " jawab Revan
"gak ada rasa pak? tapi malam itu kita melakukan nya " ucap Wati
"kamu yang memaksa saya dan kamu juga yang datang ke kamar saya dengan pakaian seksi, kamu datang seperti setan mengganggu saya"
"bisa-bisa nya bapak bicara seperti itu, syaa tidak terima di permalukan seperti ini" ucap Wati
mamah Revan pergi ke kamarnya dan keluar membawa kertas yang berupa cek uang sebanyak 50 juta
"ini cek buat kamu dan kamu pergi jauh-jauh dari anak saya dan keluarga saya, mulai sekarang kamu saya pecat kerja di kantor anak saya" ucap mamah nya
"tidak bisa begitu dong Bu, ibu tidak bisa seenaknya memecat saya " jawab Wati yang masih berusaha membela dirinya
"siapa bilang saya tidak berhak, perusahan Revan juga perusahaan saya yang di bangun oleh saya dan suami saya, jadi saya sangat berhak memecat kamu"
" sudah lebih baik kita pulang saja" ucap Bella ingin membawa pulang Wati
"pak revan, saya akan menuntut bapak" ancam Wati
"ancaman kamu tidak berlaku di keluarga saya " jawab mamah Revan
"kamu yang akan saya tuntut karena sudah merusak rumah tangga saya" ucap Sintya
"Van papah selalu mengajarkan kamu untuk jadi laki-laki sejati yang sayang sama anak dan istri bukan seperti ini. istri kamu di rumah ibadah urus anak kamu malah selingkuh " ucap papahnya yang juga ikut kecewa dengan Revan
"Revan minta maaf pah" jawab Revan
"jangan minta maaf dengan papah tapi minta maaf sama istri kamu" jawab paaphnya
__ADS_1
"kita mau pamit dulu" ucap Bella yang segera menarik Wati
suasana di rumah itu hanya hening lain hal nya dengan Wati dan Bella
Bella hanya terdiam saat masuk ke dalam mobil nya yang juga di iringi Wati
"puas Lo?"Bella mencoba memulai pembicaraan
"puas apa?" tanya wati yang tidak paham dengan maksud Bella
"puas loe sudah bikin muka gue malu di depan kedua orang tua revan, apa sih mau nya loe?" tanya Bella kesal
"gue mau gue yang jadi istrinya Revan" jawab Wati
"loe masih gak sadar dengan ucapan kedua orang tua nya Revan jangan mimpi loe bisa jadi istri nya Revan yang ada loe bikin gue malu, gue kecewa sama Lo" ucap Bella yang langsung melajukan mobil nya
Wati tetap keras ingin mendapatkan Revan
"mah aku nitip nindi ya" ucap Sintya
"aku mau menenangkan diri dulu mah" jawab Sintya yang juga ngomong di depan Revan dan juga papah Revan
"kamu jangan pergi kemana-mana" Revan menahan tangan Sintya
"aku mau ke kamar" jawab Sintya datar yang langsung melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Revan
"biarkan dia sendiri dulu van" tahan papahnya Revan
di depan kamar ada Aldo yang sedang berdiri di depan pintu kamar
"mamah maafkan papah" ucap Aldo sambil memeluk Sintya
"iya sayang mamah maafkan papah tapi untuk sementara mamah mau sendiri dulu" jawab Sintya
__ADS_1
"mamah jangan pergi, jangan tinggalkan Aldo dan adek mah, Aldo gak mau kehilangan mamah untuk kedua kalinya " ucap Aldo sambil menangis memeluk erat sintya
"Aldo mengetahui nya?" tanya Sintya
"aku bukan anak-,anak lagi mah, Aldo dengar semua nya. maafkan papah mah papah sudah jahat sama mamah"
"iya mamah maafkan tali untuk sementara ini mamah mau sendiri dulu tapi mamah janji gak akan lama dan akan kembali dengan kamu dan adek, mamah janji" ucap Sintya meyakinkan Aldo
"berapa lama mah?" tanya Aldo
"mamah kurang tahu berapa lama, tapi mamah janji gak akan lama, nanti kalo Aldo kangen mamah Aldo bisa telpon mamah"
"aku sayang mamah" ucap aldo mencium pipi kanan Sintya
"mamah juga kangen aldo, tolong jaga adek ya" ucap Sintya
"iya mah, Aldo janji gak akan nakal sama adek" ucap Aldo sambil menangis
Sintya pun keluar kamar dengan membawa tas berukuran besar yang berisi barang-barang dia yang tadi siang dia bawa
" mau kemana kamu" cegah Revan yang segera menghampiri Sintya
" aku mau sendiri, mau tenangkan diri aku sendiri" jawab Sintya
"sin kamu mau kemana?" tanya mamahnya Revan
" aku mau sendiri dulu mah"
"kamu pulang ke rumah ortu kamu ya" tanya mamahnya Revan
"kamu jangan pergi" ucap revan
"gak aku mau sendiri mau introspeksi diri aku dulu, tolong jangan halangi aku"
__ADS_1
"oke aku beri waktu kamu untuk sendiri tapi aku antar ya" pinta Revan
"tidak usah aku naik taksi aja"