
"ada apa den seperti nya Dewi menangis, apa kalian bertengkar?" tanya ibu nya saat masuk ke dalam ruangan Dewi
" tidak Bu, tadi Dewi menelpon Heri dan dia merindukan kakak nya". sahut Deni
ibu nya pun mendekati Dewi
" sudah kamu jangan nangis, sebentar lagi kita balik ke Indonesia ibu juga kangen banget dengan kakak kamu"
" iya Bu"
" kamu sudah minum obat?" tanya ibu nya
" belum Bu" sahut Deni
" ya sudah nih minum obatnya terus tidur, kamu juga den lebih baik kamu makan dulu kalo kamu mau pulang ke rumah om kamu pulang aja biar ibu yang jaga Dewi di sini"
" tidak usah Bu biar aku tidur di sini juga" deni tidak mau meninggalkan Dewi dan ibu nya di rumah sakit jadi dia lebih memilih tidur di ruangan Dewi " aku mau cari makan dulu Bu" ucap Deni
" iya silahkan"
sedangkan Dewi dia sudah terlelap
lain hal nya dengan intan dan raga
" kamu kenapa?" tanya intan saat melihat raga yang hanya diam sendiri
"gak papa " sahut raga dengan memalingkan wajah nya tidak menatap intan
"kamu nangis ?" intan melihat ada air mata yang mengalir pipi nya raga
raga pun langsung menarik tangan nya intan untuk duduk di pangkuan nya
" berantem sama ibu lagi?" tanya intan lagi
" iya.."
" kenapa sih kamu suka banget berantem sama ibu seharusnya kamu itu ngalah aja Sama ibu, itu ibu kamu kenapa kamu begitu Yank"
raga menatap wajah nya intan dengan tatapan dalam
"kenapa ibu gak bisa terima kamu sayang?" ucap raga sambil mengelus rambut nya intan
__ADS_1
" aku gak papa kok kalo ibu gak bisa terima aku dan anak aku, ibu gak salah memang aku yang salah"
"itu masa lalu yang gak harusnya di ungkit lagi sayang"
" sudah lah kamu biarkan aja ibu kamu benci sama aku, asalkan kita tetap baik sama ibu dan keluarga kamu"
" iya sayang" raga tambah begitu erat memeluk intan
" aww.. " rintih intan saat tangan raga menyentuk luka jahitan di perutnya
" kenapa sayang? sakit ya?" tanya raga khawatir
" iya kena luka aku" ucap intan kesakitan
" aduuh maaf ya sayang aku gak sengaja"
" iya gak papa"
" ya sudah kamu istirahat ya sayang" ucap raga menggendong intan masuk kekamar
"ih gak usah di gendong.. aku bisa jalan sendiri" ucap intan sambil tertawa
" gak papa mumpung gak ada anak nanti kalo ada anak kamu sibuk sama anak "
1 Minggu kemudian
jam sudah menunjukkan pukul .16.00 Heri dan dini sudah berada di bandara untuk menjemput kedatangan Dewi dan ibu nya..
"aku kangen banget dengan Dewi dan ibu" ucap Heri yang sudah gelisah menunggu ibunya
" iya sabar.. kan mereka sudah di pesawat kamu sabar aja dulu"
" iya sayang..kamu mau makan kan kamu belum Yank" ucap Heri perhatian kepada dini
" iya aku belum makan temani aku makan di situ ya" ucap dini manja
" iya Yank.. ayo kita makan dulu"
Heri dan dini pun makan sambil menunggu kedatangan Dewi dan ibu nya. saat mereka makan tiba tiba Deni menelpon
" hallo sudah dimana?"
__ADS_1
" kami baru tiba di bandara, Lo dimana ?"
" ini gue lagi temani dini makan"
" oke.. gue mau ambil koper dulu"
" mereka sudah dimana?" tanya dini
" lagi menunggu koper "
"sebentar ya sayang aku selesai makan dulu"
" iya sayang aku nunggu kamu kok"
lain hal nya dengan Dewi dia sudah tidak sabar untuk ketemu dengan Heri
" masih lama ya?" tanya Dewi kepada Deni
" sabar sayang kita tunggu koper dulu mungkin sebentar lagi " begitu sabar Deni menghadapi Dewi
" iya.."
beberapa menit kemudian koper mereka pun tiba. Dewi di tuntun ibu nya sesngkan Deni sibuk dengan koper mereka
" mana Bu mas Heri?" tanya Dewi
" ibu juga kurang tau "
"Bu.." panggil Herri dari belakang
"bagaimana kabar ibu" Heri langsung bersaliman kepada ibu nya dan dia langsung memeluk Dewi
" kak aku kangen kakak" ucap Dewi sambil menangis di pelukan Heri
" kakak juga kangen banget sama kamu, kakak senang kamu sehat lagi" Heri begitu Erat memeluk Dewi
" iya kak aku juga senang bisa katemu kakak lagi"
" sebentar.." Heri melepas pelukkan nya
" terima kasih den terima kasih Lo banyak hantu keluarga gue " ucap Heri memeluk Deni
__ADS_1
" sudah dulu kangen kangenan nya lebih baik kita pulang kerumah biar ibu dan Dewi bisa istirahat " ucap dini