Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
61


__ADS_3

tok...tok...tok.. Revan mengetuk pintu kamar nya raga


" ada apa?"


" Aldo mana? " Revan masuk ke dalam kamar raga dengan basa basi bertanya Aldo lagi apa. memang selama di sini Aldo lebih memilih tidur dengan raga


'' hhmm anak papah lagi tidur" ucap Revan dengan mencium gemas pipi nya Aldo


raga membiarkan Revan bersama Aldo dan dia melanjutkan permainan game nya di ponsel


" hhmm Lo kenapa" Revan memulai pembicaraan dengan nada berat


" kenapa? maksud Lo? " raga malah kembali memberi pertanyaan pada revan, dia tidak mengerti apa yang di maksud Revan


" ada masalah apa Lo sama intan "


" intan? bukan nya dia minta gue gak ganggu dia lagi !"


" iya.. terus kenapa dia datang datang ke kamar gue langsung meluk Sintya dan langsung menangis dengan kencang nya"


" menangis?" raga masih tidak mengerti apa maksud dari Revan " kenapa intan menangis " pertanyaan itu juga timbul dalam pikiran raga


" gue gak ada ketemu intan apa lagi bikin dia nangis " ucap raga dengan masih heran " memang dia bilang apa?"


" berarti bukan Lo yang bikin dia nangis ?"


"ya bukan lah orang dari kemaren kemaren gue udah gak ganggu dia lagi, umm mungkin pacar nya sendiri yang buat dia nangis! cowo yang cuman bikin nangis malah di bela terus " ucap raga dengan suara geram


" ya mungkin ya, pacar nya yang bikin nangis "


saat intan lagi menenangkan diri di kamar nya Sintya terdengar ponsel intan terbunyi terlihat di layar ponsel nya pesan WhatsApp nya Edo


" aku minta maaf... aku balik .. aku gak akan mengganggu kamu lagi" pesan singkat namun membuat hati intan begitu sakit dan sangat sakit . setelah membaca pesan itu air mata nya kembali membasahi pipi


" Lo sebenar nya ada masalah apa sih " tanya Sintya yang melihat intan kembali menangis


" gue pengen pulang hiks...hiks.." ucap intan yang terus menangis


" ini sudah malam gak mungkin kan kita pulang perjalan juga jauh. biar malam ini Lo tidur di sini aja" ucap Sintya


Intan terus menangis tanpa henti nya


" sebenar nya Lo ada masalah apa? " tanya Sintya begitu pelan


" gue..." ucapan intan terputus . dia masih bingung apa harus cerita semua dengan Sintya atau di pendam sendiri


" kenapa ? Lo gak mau cerita sama gue? Lo udah gak percaya sama gue? kalo Lo cerita siapa tau gue bisa bantu"


" nanti aja gue cerita nya gue masih mau tenangkan diri " ucap intan yang langsung membaringkan tubuh nya

__ADS_1


Sintya langsung mengambil ponsel nya dan di kirim nya pesan WhatsApp pada Revan


" malam ini kamu tidur di kamar raga dulu"


tidak menunggu lama Revan langsung membalas pesan istri nya itu


" kenapa? "


" intan tidur disini biar dia tenang kan diri! gak papa ya? "


" uumm jadi aku nih cerita nya yang jadi korban? aku harus pisah sama istri aku? "


" beb . kamu harus ngerti dong"


" iya. kalo ada apa apa kasih habar " pesan singkat dari Revan


" gue malam ini tidur di sini " ucap Revan sama raga


"aduhh kenapa mesti gue yang jadi korban " ucap raga dengan kesal


" jadi korban maksud Lo?'


" gak papa. gak usah di bahas "


lain hal nya dengan dini dan Heri malam ini mereka berdua resmi jadian. Heri memberanikan diri untuk menembak dini dan dini juga menerima cinta nyha Heri.


" aku senang kenala dengan kamu" ucap Heri sambil memeluk dini


" hah merubah hidup? maksud kamu yank"


" hhm gak papa" ucap dini yang langsung yang tersipu malu


" kamu malu wajah kamu merah merona" goda Heri membuat dini tambah malu " aku janji secepat nya akan menikahi kamu yank " ucap Heri


dini cuman mengangguk dan terus memeluk erat heri


---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----


waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi semua staf dan karyawan sudah selesai makan pagi dan mereka semua bersiap siap untuk balik ke Jakarta


'' terima kasih banyak pak Revan untuk semua nya selama di sini" ucap ibu indah


" iya saya juga berterima kasih untuk atas antusias para karyawan memeriahkan acara nya " ucap Revan yang penuh berwibawa " baik saya Pulang pakai kobil. saya mabuk pakai bis" ucap Revan sambil tertawa .


" baik pak"


Revan langsung menghampiri Heri dan dini


" Lo baik bis ya,, biar gue nyetir sendiri " ucap Revan

__ADS_1


" pasti dong lebih baik gue jaga pacar gue ketimbang jaga Lo"


" hah pacar.? " Revan langsung membulatkan mata nya mendengar ucapan Heri


raga yang mendengar Heri dan dini pacaran langsung menghampiri " Lo pacaran .. berarti gue ada dapat makan gratis nih kan Lo udah janji waktu di Kalimantan " ucap raga dengan mengangkat alis nya


" tenang nanti gue teraktir "


" beb aku udah siap" Sintya dan intan menghampiri Revan


raga yang melihat intan langsung menjauh dan membuang muka pada intan. terliha mata intan lebam seperti habis menangis semalaman . ingin sekali rasa nya raga menanyakan siapa yang bikin nangis dan ada masalah apa namun raga ingat ucapan intan yang kasar terhadap nya membuat raga jengkel dan tidak mau mendekati intan lagi


" gue duluan ya" Ucap Revan pada Heri dan dini


" gue duluan ya" sambut Sintya


" iya hati hati di jalan" ucap dini dan heri


sepanjang perjalanan intan hanya terdiam menatap keluar jendela


" Tan Lo mau di antar kemana?" tanya Sintya namun intan tidak merespon pertanyaan Sintya


" Tante..." panggil Aldo yang duduk di sebelah intan


" hah... kenapa sayang" tanya intan dengan terkejut


" mami manggil"


" kenapa sin" tanya intan


" Lo mau di antar kemana ? "


" gue pengen ke rumah orang tua gue aja sin "


" terus mobil Lo gimana? " tanya Revan


" gampang... biar di rumah Lo aja dulu nanti kapan kapan gue ambil" ucap intan


di dalam bis dini terus terus bermanja dengan Heri membuat para jombo jomblo di dalam bis itu ngiri


" gak usah di tatap kaya gitu, kalo mau sini bersandar di pundak gue" canda Hendra dengan Bella.. Bella merasa iri melihat keromantisan nya Heri


" hhm cinta itu memang aneh ya, bisa merubah segala nya bisa merubah sifat orang yang awal nya galak jadi baik, awam nya pendiam jadi banyak omong" ucap Bella dengan tatapan kosong ke arah dini dan Heri


" lo.jangan kebanyakkan menghayal nanti Lo steres" bisik Hendra " kalo Lo iri ya cari pacar!"


" belum dapat" sahut Bella dengan suara kesal


" jangan terlalu milih entar Lo jadi perawan tua" ucap Heri

__ADS_1


intan benar benar kesal dengan ucapan hendra " seenak nya aja Lo bilang kaya gitu Lo aja sampai sekarang masih jomblo! berapa cewe yang nolak Lo " balas dini


---BERSAMBUNG-----


__ADS_2