Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
78


__ADS_3

siang ini Revan pulang ke rumah lebih cepat karena dia khawatir dengan keadaan sintya.


" her gue pulang duluan ya" ucap Revan


" eh kenapa jadi pulang cepat?"


" Sintya sakit dia sendiri an di rumah? tolong ya bereskan berkas berkas nya "


"hhmm gue lagi... " keluh heri.. memang akhir akhir ini tugas Heri lebih banyak darisebelum nya raga cuti dia juga yang di minta Revan gantikan kalo Revan sibuk dia juga yang gantikan


" gue juga punya kesibukan bukan cuman di kantor ini aja" keluh Heri dalam hati. seperti lagi kesal


" gini nih nasib kerja ikut orang ." keluh Heri kesal


Revan pun langsung melaju dengan mobil nya saat di perjalanan Revan memberhentikan mobil nya di sebuah apotik dia bukan nya mau beli obat melain kan beli alat tes kehamilan untuk Sintya . dia yakin Sintya bukan nya sakit tapi dia lagi hamil. setelah beli alat itu Reva kembali ke mobil nya dan melajukan mobil nya menuju rumah. beberapa menit di perjalanan Revan sampai di rumah nya.


tit..tit...tit... Revan membunyikan klakson mobil nya dan pak Joko dengan segera membuka kan pintu mobil .


"ada tamu pak?" tanya Revan


" iya tuan "


Revan pun langsung masuk ke dalam rumah nya


" mau di bikin kan kopi tuan?" tanya bi Inah


" iya " sahut Revan datar " ada siapa bi?"


" hhmm kata nya kakak nya nyonya tuan"


"ooghh baik lah" Revan pun langsung menuju kamar nya . terlihat pintu kamar nya dan di dalam kamar nya terlihat Sintya yang asik ngobrol dengan lelaki membelakangi arah pintu .


" hhm asik ngobrol sampai sampai aku pulang kamu gak tau" ucap Revan memutus obrolan Sintya " udah lama?" tanya Revan pada Deni


"udah.. Sintya yang melepon gue kata nya dia lagi sakit dan Lo sibuk kerja"


"iya gue tadi metting. ini aja gue pulang duluan " ucap Revan sambil meletakkan benda tes kehamilan


" buat apa?" tanya Sintya saat melihat benda itu


"buat kamu, ya kamu tes siapa tau kamu hamil" sahut revan


" kan udah gue bilang kalo Lo itu hamil, suami Lo aja beli alat itu! Lo gak pernah percaya sih sama gue "ucap Deni


Sintya hanya cemberut setelah di serang dua lelaki itu


" gara gara Sintya nelepon mendadak hampir aja gue nabrak orang" ucap Deni

__ADS_1


" terus bagaimana orang nya? "


"untung aja gue sempat rem cuman obat obat nya aja pecah "


" cewe?" tanya Revan langsung


"hhmm... "


"Lo suka?"


"yah gak tau orang baru ketemu tau nama nya aja enggak, tapi muka nya pucat banget kaya mayat hidup, kaya nya dia sakit"


"Hugh..seram banget Lo bilang anak orang kaya mayat hidup! kalo dia sakit terus pacaran sama Lo Lo bakalan jadi perawat dia dong" ucap Revan sambil bercanda


"siapa juga yang pacaran, masih banyak kalo cewe yang mau sama gue, yang ngejar ngejar gue, gak perlu gue pacaran ma tuh cewe"


"hus.. kak.. ngomong nya di jaga siapa tau nanti kakak ketemu lagi dan dia udah cantik kakak jadi suka" sahut Sintya menegur ucapan kakak nya


Deni hanya terdiam dan langsung berpamitan untuk pulang " ya udah kalo gitu gue pulang aja.. Lo jangan lupa tes tuh.. nanti kalo hasil nya positif kasih kabar sama gue dan mamah"


"iya..."


" gue pulang dulu" ucap Deni pada revan. Revan pun langsung mengantar kan Deni ke depan


" makasih ya udah jagain Sintya"


" haha iya ya" Revan tertawa lepas


gue pulang " Deni langsung melajukan mobil nya dan Revan kembali ke dalam kamar nya.


"sayang.. kamu masih pusing? udah makan?"


" udah mendingan " sahut Sintya manja yang langsung melingkarkan tangan nya ke leher Revan


" aku pengen makan sesuatu"


" makan apa?"


" hhmm bakso"


"bakso? dimana siang siang begini cari bakso"


" yah kita cari... aku pengen " rengek Sintya membuat Revan tidak bisa menolak


"ya sudah kalo gitu aku mau mandi baru kita keluar"


"aku juga mau mandi"

__ADS_1


"hah kamu belum mandi sayang?"


"iya... kan aku tadi sakit "


"walau kamu gak mandi kamu tetap cantik dan wangi " gombal Revan


"ngerayu lagi... udah mandi sana"


Revan pun langsung masuk ke dalam kamar mandi. setelah mereka berdua selesai mandi mereka berdua segera pergi untuk mencari makan


---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---


jam sudah menunjukkan pukul 7.30 Heri sudah tiba di rumah nya. sampai di rumah nya Heri langsung duduk dan menyender badan nya di sofa rumah nya.


" kelihatan nya kamu begitu lelah her" tanya ibu nya Heri sambil menyodorkan segelas teh hangat


"makasih Bu" Heri mengambil dan meminum teh itu dengan wajah datar nya


"ada apa? kamu ada masalah di kantor kamu?' tanya ibu nya yang paham betul dengan raut wajah putra nya ini


" tidak.. cuman sedikit capek aja, akhir akhir ini kerjaan di kantor banyak aku yang kerjakan? bahkan terkadang aku juga jemput anak nya Revan" keluh Heri yang yang merasa begitu di perbudak Revan


"kamu yang sabar, Revan juga sudah banyak bantu keluarga kita, bantu adik kamu saat dia operasi" bujuk ibu nya memenangkan Heri "kalo kamu berhenti kerja bagaimana dengan keluarga kita? bagaimana dengan pengobatan adik kamu? kalo mengharapkan penghasilan ibu dari jualan kue mana cukup "


"iya Heri tahu Bu, Heri bukan nya mau berhenti kerja Heri cuman sedikit kelelahan saja, terus sekarang Dewi lagi dimana?"


"ada di belakang dia lagi melukis" memang kegiatan Dewi menghabiskan waktu nya dia biasa nya melukis, kadang melukis pemandangan, rumah, ibu dan kakak nya cuman itu yang bisa dia kerjakan.


Heri pun langsunga beranjak dari duduk nya dan berjalan ke belakang menghampiri adik nya. terlihat adik nya yang sedang sibuk melukis. melukis wajah seorang lelaki yang asing bagi heri. dan lukisan itu juga masih tidak begitu bagus.


"kamu melukis siapa?" tanya Heri membuat Dewi kaget Dewi langsung menutupi lukisan itu dengan tubuh nya


"eh kakak.. aku gak lukis siapa siapa"


"kakak lihat tadi laki laki namun kakak tidak kenal siapa orang yang kamu luki! siapa? apa kamu lagi dekat dengan orang?


" tidak.. aku lagi tidak ada dekat dengan orang! mana ada yang mau dekat dengan cewe seperti aku kak.. berteman aja orang enggan apalagi dekat"


"terus lelaki yang di lukisan kamu itu siapa?"


" bukan siapa siapa kak.. itu cuman pikiran aku saja"


"apa dia lelaki baik? " tanya Heri yang terus memberi pertanyaan pada adik nya


"Dewi tidak tahu Dewi baru ketemu pertama kali , dia cuman menolong Dewi"


" kamu harus berhati hati kalo kenal laki laki di luar sana" ucap Heri terus langsung meninggalkan dewi

__ADS_1


__ADS_2