Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
132


__ADS_3

keesokan hari nya


jam sudah menunjukan pukul 8.00 pagi deni sudah begitu rapi dan tidak lupa dengan koper nya. dia sudah siap balik ke Indonesia.


" kamu hari ini balik ke Indonesia? " tanya om nya


" iya om ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. aku nitip dewi dan ibu nya ya om nanti kalo nya dewi mau operasi aku akan balik ke sini lagi "


" oh begitu ayo sarapan dulu"


" iya om. " deni dan om nya turun ke ruang makan terlihat dewi, ibu dan istri nya sudah berada di meja makan


"you returned to Indonesia " ucap tante nya yang tidak terlalu bisa be bahasa Indonesia


" yes I returned to Indonesia "


" makan dulu" ucap Ibu nya dewi yang sudah mengambil nasi ke piring nya deni


" biar saya aja bu" ucap deni yang tidak mau merepotkan ibu dewi


dewi hanya terdiam duduk di sebelah nya deni


" kamu sakit? " tanya deni kepada dewi


" tidak" ucap dewi sambil menggelengkan kepala nya


mereka pun menikmati sarapan nya setelah selesai sarapan deni langsung berpamitan kepada semua orang yang ada di situ


" kamu hati hati di jalan ya" ucap om nya


" om kalo ada apa apa sama dewi tolong kabarin aku ya"


" iya kamu tenang aja"


" bu aku pulang dulu ya"


kamu hati hati di jalan ya semoga selalu selamatan " ucap Ibu nya dewi


" iya bu.. "


" kamu jangan sedih, aku gak lama kok nanti aku kembali ke sini lagi sampai kamu operasi dan aku akan selalu hubungi kamu, kamu jangan sedih ya" ucap deni sambil memegang tangan nya dewi


" iya kamu hati hati di jalan ya" ucap deni


" iya sayang aku akan selalu hubungi kamu"


lain hal nya dengan revan


sudah bagi sekali Sintia ngambek dengan revan karena gak mau di tinggal sendiri


" sayang kamu jangan ngambek kaya gitu dong" ucap revan membujuk Sintia


" kamu yang tega ninggalin aku sama dira"


" buka begitu beb tapi kan ini urusan kantor sayang dan aku juga udah lama gak masuk kantor, kamu percaya deh sama aku aku gak akan macam macam kok"

__ADS_1


" ya udah terserah kamu"


" aku minta maaf ya aku gak bisa turutin mau nya kamu, apa perlu aku minta bunda dan aldo nginap di sini untuk nemanin kamu"


" aldo aja yang suruh nginap kesini "


" ya udah nanti aku telpon bunda. tapi aku berangkat ya sayang nanti ketinggalan pesawat"


telepon revan berbunyi di ambil nya telepon dari saku celana di lihat nya heri yang nelpon


" siapa yang nelpon? " tanya Sintia judes


" heri sayang... hallo her ada apa? "


" lo dimana gue udah di bandara"


" tunggu aja sebentar lagi gue berangkat, lo sama raga? "


" raga masih belum datang"


" ya udah sebentar lagi saya kesana"


" siap"


sayang aku berangkat ya, heri sudah menunggu "


" ya udah kamu hati hati di jalan kalo sampai sana telpon"


" iya sayang" revan mengecup kening nya Sintia dan mengelus pipi nya " kamu jangan ngambek lagi ya" ucap revan


dia pun langsung masuk ke dalam mobil


" yank kamu jam berapa berangkat nya? " tanya intan yang melihat suami nya masih santai


" pagi ini mungkin yang"


" kamu gak mandi terus siap siap? sarapan udah aku siapin " ucap intan yang geram melihat suami nya yang masih males malesan


" yang coba sini" raga memanggil intan untuk duduk di sebelah nya


" ada apa? "


" aku males berangkat ke kalimantan "


" kenapa? nanti revan marah besar sama kamu "


" aku itu berat yank ninggalin kamu sendirian dengan keadaan perut kamu yang sudah membesar"


" gak papa yank aku sehat sehat aja, kamu pokus kerja aja jangan terlalu mikirin aku"


" mana bisa aku gak mikirin kamu yank, kamu itu segala nya bagi aku lebih dari pekerjaan aku, keselamatan kamu itu nomor satu "


" iya aku tau " saat intan dan raga asik berbincang telepon raga berbunyi di lihat nya dari layar revan yang nelepon


"hhmm " raga menarik napas panjang sebelum mengangkat telepon revan "

__ADS_1


" lo dimana? ini sudah jam berapa? " bentak revan


" iya sorry.. gue bangun nya telat. nih gue mau siap siap" ucap raga dengan nada males


" oke gue tunggu 15 menit"


" hah 15 menit? mana bisa dari rumah gue ke bandara aja berapa menit"


" ok gue tunggu 30 menit cepat nanti kita ketinggalan pesawat "


" oke oke " raga langsung mematikan ponsel nya dan langsung berlari menuju kamar mandi


" maka nya yank dari tadi di suruh mandi gak di dengerin, marah kan revan" ucap intan


" iya yank aku tau salah "


" raga nya sudah dimana? " tanya heri kepada revan


" baru siap siap" ucap revan kesal


" astaga... gue udah dua jam nunggu di sini" ucap heri yang ikut ikutan kesal karena kelamaan menunggu


" lo belum sarapan? " tanya revan


" sudah tadi "


" oh syukur lah"


45 menit kemudian raga datang dengan koper nya


" kenapa terlambat? " tanya revan


" gue berat ninggalin intan dengan keadaan perut nya yang membesar"


" gue juga berat ninggalin Sintia tapi mau bagaimana lagi nama nya juga pekerjaan.. mU gak mau"


" udah gak usah berantem.. kita langsung aja nanti ketinggalan pesawat " ucap heri mendinginkan suasana


sebelum pesawat mendarat raga menyempatkan menelpon ibu nya


tut.. tut.. tut..


tut.. tut.. tut..


" angkat bu aku perlu bantuan ibu" ucap raga dalam hati


raga terus menelpon ibu nya sampai ke tiga kali nya baru di angkat


" ada apa nak"


" ibu aku boleh minta tolong "


" minta tolong apa, kamu lagi kesusahan apa? "


" aku sekarang lagi berangkat ke luar kota, aku minta tolong temanin intan di rumah dia sendirian aku takut terjadi apa apa dengan intan, perut nya sudah sangat besar"

__ADS_1


" intan.. kenapa harus ibu,? kan ada orang tua nya dan itu juga buka anak kamu kan jadi kamu jangan terlalu khawatir seperti itu"


raga benar benar kesal mendengar ucapan ibu nya " kalo ibu gak mau menemani istri aku ibu gak usah bicara seperti itu ibu memang benar benar keterlaluan" raga langsung mematikan ponsel nya


__ADS_2