Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
161


__ADS_3

ke esokkan hari nya


jam menunjukkan pukul 06.00 Revan masih tertidur lelap dalam mimpinya, badannya benar-benar merasa lelah. tiba-tiba ponselnya berdering, dengan mata tertutup Revan mencari ponselnya


"hallo" ucap nya dengan suara serak bangun tidur, jiwa yang masih belum ngumpul


"maaf mengganggu pagi-pagi pak" terdengar suara seorang laki-laki


"ada apa? ini siapa?" " tanya Revan yang tidak melihati dulu sebelum mengangkat telpon


"pak pabrik kita kebakaran" ucap laki-laki itu, laki-laki itu salah satu karyawan kepercayaan Revan yang di Kalimantan


"hah apa kebakaran ?" tanya Revan kaget dan dia langsung membuka mata nya dengan lebar


" iya pak Ali nya begitu cepat l, semuanya habis"


"jam berapa kejadiannya "


"jam 04.00 sampai jam 5.30 pak"


"astaga... oke kamu cari tahu penyebabnya dan saya akan berangkat kesana " ucap Revan yang langsung mematikan ponselnya


"Tut...tut...Tut..."


"Tut...Tut...Tut...


"hallo ada apa Van Lo nelpon pagi-pagi?" tanya raga


"Lo harus siap-siap sekarang kita berangkat ke Kalimantan"


"ada apa kok Lo panik begitu?" raga bertanya


"pabrik kebakaran habis semua nya ga"


"astaga kok bisa?" tanya raga lagi


"gue juga gak tau gak makanya Lo harus siap-siap untuk kesana"


"sorry Van untuk kali ini gue gak bisa ikut kesana, gue gak bisa ninggalin intan, gue harus selalu ada di samping dia" ucap raga menjelaskan kepada Revan kalo.dia tidak bisa ikut ke Kalimantan


"terus gue berangkat kesana sama siapa? banyak yang harus kita urus di sana ga, low ngerti kan maksud.gue" ucap Revan yang mulai terbawa emosi


" iya gue ngerti maksud lie dan juga juga ngerti posisi Lo saat ini, tapi gue benar-benar minta maaf Van gue gak bisa ninggalin intan, coba Lo tenangkan diri dulu terus loe telpon Heri siapa tahu dia bisa berangkat Sama Lo, nanti urusan kantor di sini biar gue yang gantikan Lo sementara loe dan Hery di sana "

__ADS_1


"oke gue nelpon Hery" Revan pun langsung mematikan ponselnya dan segera menelpon Hery


"Tut...tut...tut.."


"hallo " Hery mengangkat telpon nya


"her low harus siap-siap "


"kita mau kemana?" terdengar suara Hery yang lemas seperti orang sakit


"loe sakitt?" tanya Revan


"iya gue demam Van, nih baru gue mau nelpon low buat minta izin gak bisa masuk kerja dulu, gue mau isolasi.dulu takut kenapa-kenapa"


"astaga ya ampun, kok bisa barengan gini" ucap Revan prustasi


"barengan kenapa? ada apa ?" tanya Hery yang tidak ngerti apa maksud Revan


"pabrik di Kalimantan terbakar her semuanya habis gue mau ngajak raga untuk berangkat kesana tapi raga gak bisa di harus jaga intan dan dia minta gue hubungi Lo dan ternyata loe juga gak bisa. kenapa di saat gue benar-benar perlu loe berdua gak ada yang bisa nya hah?"


"gue beneran sakit Van, kalo gue paksakan ikut dengan Lo pasti di bandara gue juga akan di tahan orang dan di isolasi karena gue demam, gue juga minta maaf Van" ucap Hery


gue memang banyak karyawan dan asisten yang lain tapi gue lebih percaya sama Lo dan raga, gue lebih enak.kemana-mana sama Lo dan raga "


"ya sudah jaga kesehatan Lo" Revan pun mematikan ponselnya


Revan terdiam sendiri bingung harus bagaimana


,"pagi sayang" ucap Sintya membawakan kopi ke kar untuk Revan "aku kira kamu belum bangun" ucap Sintya namun tidak ada jawaban dari revan


"kamu kenapa?" tanya Sintya


"aku harus pergi ke kalangan "


",untuk.ap"


"pabrik.di Kalimantan kebaksran,aku ngajsl Hery dan raga tidak ada yang bisa "


"kenapa mereka gak bisa? biasanya mereka paling senang kalo berurusan dengan jalan-jalan"


"raga gak bisa ninggalin intan dan Hery juga lhi sakit gak bisa berangkat "


"kamu bisa berangkat sama aku" Sintya menawarkan diri

__ADS_1


"kamu kamu ikut dengan ku nindi bagaimana?"


"kan nindi ada mba dia bisa tinggal sama mba"


"gak gak aku gak mau kalo nindi harus jauh dari kamu"


"jadi bagaimana? kamu harus berangkat dengan siapa? berangkat sendirian "


"Tut...Tut...Tut.." Revan kembali menelpon seseorang


"selamat pagi pak" terdengar suara cewe


"pagi, " sahut Revan


"siapa?" tanya Sintya yang memberikan kode kepada revan


"Wati kamu hari ini berangkat dengan saya ke Kalimantan"


mendengar nama Wati Sintya pun langsung menghempaskan badannya ke kasur, dia benar-benar kesal kalo.mendengar.nama wanita itu


"baik pak, jam berapa kita berangkat nya' ucap Wati


"kamu siap-siap aja dulu nanti saya infokan jam nya lagi"


"baik pak" Revan pun langsung mematikan ponselnya


"kenapa harus wanita itu?" tanya Sintya setelah telponnya mati


"apa maksud kamu?" tanya Revan


"iya kenapa harus dia yang kamu bawa ke kalimantan? itu sama aja kamu berikan dia kesempatan buat dekat sama kamu"


"aku gak ngerti kamu ngomong apa? nanti aja kita bicara nya aku mau mandi terus siap-siap" ucap Revan yang meninggal kan Sintya


"ingat ya mas perasaan seorang istri itu selalu benar" Sintya berteriak kepada Revan namun tidak ada jawaban dari Revan


Sintya pun keluar dari kamarnya dan dia juga membanting pintu kamar.




novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"

__ADS_1


Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan hanya bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"


__ADS_2