
jam sudah menunjukkan pukul 7.30 Deni sudah siap siap untuk pergi. saat dia ingin masuk ke dalam mobil ponsel nya berbunyi di ambil nya dari saku celana nya di lihat nya kalo Sintya yang melepon.
"ada apa nih Sintya nelepon? kok tumben " ucap Deni dalam hati
"hallo.."
"kak dimana?" tanya Sintya
"mau jalan nongkrong! kenapa?"
"ke rumah aku ya. please" ucap Sintya sambil mengrayu kakak nya ini
"ngafain ? gue mau buru buru"
"nongkrong nya di batalin dulu ke rumah aku dulu ada yang ingin ku bicarakan "
"hhm tapi jangan lama lama ya"
"iya aku janji deh"
__ADS_1
"ya udah kakak otw " Deni pun langsung mematikan telepon nya
30 menit di perjalanan akhirnya Deni sampai di depan rumah nya sintya. dengan segera pak Joko membuka kan pintu gerbang rumah itu.
saat Deni masuk ke dalam rumah Sintya sudah terlihat Revan yang sedang duduk santai memainkan ponsel nya dan di temani secangkir teh .
"Sintya nya mana?"
"ada lagi di dapur .. duduk dulu ada yang ingin kamk bicara kan "
"ooh baik lah" Deni pun duduk di sofa mewah nya Revan sambil berbincang bincang dengan Revan namun Revan tidak langsung membahas ke inti nya
"kak udah lama.. nih air nya.. udah makaan belum mau makan sama aku" ucap Sintya begitu menyerocos membuat Deni heran dengan kelakuan adik nya
"minum dulu air nya " ucap revan
"baik lah" Deni pun meminum air yang di bikinkan Sintya
"begini..." Revan memulai pembicaraan nya "kamu lagi dekat dengan adik nya Heri ya?"
__ADS_1
Deni yang sedang minum langsung tersedak setelah mendengar ucapan Revan
"tahu dari mana?" tanya Deni langsung
"tadi... Bella kesini dan dia bilang seperti itu?"
" Bella? bukan nya dia tidak tahu kalo Dewi adik nya Heri " ucap Deni
" tidak tahu.. iya tadi dia juga temui Bella dan di sana juga ada Heri" ucap sintya gugup
"dia temui Bella..? ngomong apa dia sama bella? lancang sekali dia ketemui Dewi apa dia gak pernah mikirkan perasaan dan kesehatan nya"
"iya aku juga tahu tapi kata nya kan ka Deni dekat duluan dengn Bella! maka nya Bella merasa kalo Deni berubah "
"iya benar kakak emang dekat dengan nya tapi kalo masalah perasaan kan gak bisa di omongin kakak beri perhatian sama dia kan nganggap dia seperti kami adik kakak tapi dia yang terlalu berlebihan.. kakak juga merasa bersalah sama dia tapi kakak juga gak suka kalo Bella selancang itu temui dewi.. Dewi gak bersalah dia hanya cewe lemah yang perlu di sayang sama semua orang. Bella begitu kasar menghina Dewi maka nya kakak merasa tidak nyaman lagi dengan nya"
"tapi kamu suka dengan Dewi "
" saat pertama aku melihat nya dan aku melihat kepolosan nya , lembut nya itu yang membuat aku suka .. tapi Heri selalu meragukan aku.. yah aku tahu Heri memang sayang sama adik nya maka nya dia selalu mengragu kan ku takut aku mempermain kan nya.. Dewi sudah dewasa seharus nya dia berhak memilih yang mana dia suka dan yang mana dia cinta "
__ADS_1
"tapi kakak terima dia apa ada nya "
"kakak terima dia apa ada nya bahkan kakak ingin dia benar benar sembuh dan merasakan bahagia seperti orang lain"