Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
123


__ADS_3

sesampainya Deni di rumah Dewi terlihat Dewi yang sedang duduk sendiri.


di pandang nya Dewi dari dalam mobil


" semoga operasi kamu nanti berhasil" ucap Deni dalam hati dan dia pun segera turun dari mobil


" sayang... kamu lagi apa?" tanya Deni lembut kepada Dewi


Dewi menggelengkan kepala nya pertanda dia tidak lagi apa apa


" apa yang kamu pikirkan?"


" hhm aku takut berangkat besok "


" apa yang kamu takutkan kan besok sama aku dan ibu"


" aku takut operasi nya gagal dan aku gak bisa liat kamu lagi"


" kamu gak boleh bilang begitu.. Operasi nya pasti berhasil kamu pasti akan terus melihat aku, sampai kamu nanti bosan melihat aku" ucap Deni sambil menghibur Dewi


" aku gak pernah bosan liat kamu karena kamu alasan aku untuk bertahan selama ini " ucap Dewi


deni mendengar nya langsung memeluk Dewi dari samping " berjanji sama aku jangan pernah menyerah dan kamu harus kuat, sampai kamu jadi ibu dari anak anak ku"


tangis Dewi pun pecah entah kata kata apa yang buat dia menangis


" kenapa kamu menangis..? ku gak mau kamu jadi cewe lemah"


" aku menangis karena bersyukur mempunyai lelaki yang baik untuk aku " ucap Dewi sambil menangis


" udah gak usah nangis" Deni menghapus air mata nya " bagaimana kalo kita jalan jalan aja dulu"

__ADS_1


" aku belum siapin barang barang buat besok"


" ya udah kalo begitu biar aku yang bantu.."


tiba tiba Heri datang dengan dini


" dari mana?" tanya Heri kepada Deni


" dari rumah sakit Sintya lahiran "


" hah Sintya sudah lahiran?" tanya dini


" iya... "


" tadi kerumah sakit dengan Dewi?"


" oh enggak tadi Dewi lagi duduk sendiri di sini "


dini menyenggol tangan nya Heri untuk memberi kode supaya Heri tidak curiga macam macam dengan deni


Heri hanya menggunakan kepala nya


" kenapa sih kamu yank..?" tanya Heri pada dini


" kamu yang kenapa bawaan nya curiga terus sama orang"


" Dewi adik aku ya jelas aku curiga "


" masa sampai sekarang kamu tetap curiga? jelas jelas Deni orang nya baik ibu kamu aja bisa terima masa kamu enggak"


" aku bukan nya gak bisa terima, tapi apa aku salah jaga adik aku?"

__ADS_1


" tau lah terserah kamu kalo gitu antar aku pulang aja " ucap dini ngambek


" kok malah kamu yang ngambek sih... ? kamu jangan gitu dong yank"


" ya terserah kamu"


" ya udah aku minta maaf gimana kalo kita ke rumah sakit aja jenguk Sintya "


" hhm ayo.." ucap dini yang kembali semangatnya


saat mereka mau pergi ibu nya Heri keluar


' kalian mau kemana lagi? " tanya ibu nya


" mau ke rumah sakit Bu jenguk istri nya Revan lahiran "


" gak makan dulu ? ibu sudah masak banyak "


" nanti aja Bu.. nanti kami kesini lagi" ucap dini


" ya udah kalo begitu hati hati di jalan "


lain hal nya dengan Deni dan Dewi yang sedang sibuk pakking pakai ke dalam koper nya Dewi .


" makan dulu..." ucap ibu nya Dewi


" sebentar Bu ini sebentar lagi selesai" ucap Dewi " ibu sudah siapin barang barang ibu?"


" sudah.. kalo sudah selesai langsung ke meja makan ya nanti makanan nya dingin gak enak"


" iya Bu.. makasih"

__ADS_1


bersambung...


ikutin juga ya novel terbaru aku kalian bisa lihat di profil aku.. terima kasih


__ADS_2