
sesampainya Deni di rumah Dewi terlihat Dewi yang sedang duduk sendiri.
di pandang nya Dewi dari dalam mobil
" semoga operasi kamu nanti berhasil" ucap Deni dalam hati dan dia pun segera turun dari mobil
" sayang... kamu lagi apa?" tanya Deni lembut kepada Dewi
Dewi menggelengkan kepala nya pertanda dia tidak lagi apa apa
" apa yang kamu pikirkan?"
" hhm aku takut berangkat besok "
" apa yang kamu takutkan kan besok sama aku dan ibu"
" aku takut operasi nya gagal dan aku gak bisa liat kamu lagi"
" kamu gak boleh bilang begitu.. Operasi nya pasti berhasil kamu pasti akan terus melihat aku, sampai kamu nanti bosan melihat aku" ucap Deni sambil menghibur Dewi
" aku gak pernah bosan liat kamu karena kamu alasan aku untuk bertahan selama ini " ucap Dewi
deni mendengar nya langsung memeluk Dewi dari samping " berjanji sama aku jangan pernah menyerah dan kamu harus kuat, sampai kamu jadi ibu dari anak anak ku"
tangis Dewi pun pecah entah kata kata apa yang buat dia menangis
" kenapa kamu menangis..? ku gak mau kamu jadi cewe lemah"
" aku menangis karena bersyukur mempunyai lelaki yang baik untuk aku " ucap Dewi sambil menangis
" udah gak usah nangis" Deni menghapus air mata nya " bagaimana kalo kita jalan jalan aja dulu"
__ADS_1
" aku belum siapin barang barang buat besok"
" ya udah kalo begitu biar aku yang bantu.."
tiba tiba Heri datang dengan dini
" dari mana?" tanya Heri kepada Deni
" dari rumah sakit Sintya lahiran "
" hah Sintya sudah lahiran?" tanya dini
" iya... "
" tadi kerumah sakit dengan Dewi?"
" oh enggak tadi Dewi lagi duduk sendiri di sini "
dini menyenggol tangan nya Heri untuk memberi kode supaya Heri tidak curiga macam macam dengan deni
Heri hanya menggunakan kepala nya
" kenapa sih kamu yank..?" tanya Heri pada dini
" kamu yang kenapa bawaan nya curiga terus sama orang"
" Dewi adik aku ya jelas aku curiga "
" masa sampai sekarang kamu tetap curiga? jelas jelas Deni orang nya baik ibu kamu aja bisa terima masa kamu enggak"
" aku bukan nya gak bisa terima, tapi apa aku salah jaga adik aku?"
__ADS_1
" tau lah terserah kamu kalo gitu antar aku pulang aja " ucap dini ngambek
" kok malah kamu yang ngambek sih... ? kamu jangan gitu dong yank"
" ya terserah kamu"
" ya udah aku minta maaf gimana kalo kita ke rumah sakit aja jenguk Sintya "
" hhm ayo.." ucap dini yang kembali semangatnya
saat mereka mau pergi ibu nya Heri keluar
' kalian mau kemana lagi? " tanya ibu nya
" mau ke rumah sakit Bu jenguk istri nya Revan lahiran "
" gak makan dulu ? ibu sudah masak banyak "
" nanti aja Bu.. nanti kami kesini lagi" ucap dini
" ya udah kalo begitu hati hati di jalan "
lain hal nya dengan Deni dan Dewi yang sedang sibuk pakking pakai ke dalam koper nya Dewi .
" makan dulu..." ucap ibu nya Dewi
" sebentar Bu ini sebentar lagi selesai" ucap Dewi " ibu sudah siapin barang barang ibu?"
" sudah.. kalo sudah selesai langsung ke meja makan ya nanti makanan nya dingin gak enak"
" iya Bu.. makasih"
__ADS_1
bersambung...
ikutin juga ya novel terbaru aku kalian bisa lihat di profil aku.. terima kasih