
Revan sudah rapi menggunakan baju kemeja nya dan celana pendek nya membuat Sintya heran
" mau kemana kamu beb?" tanya Sintya
'' kata nya mau belanja cemilan buat besok "
" kamu gak liat aku? orang kita belanja nya cuman di minimarket dekat komplek " ( Sintya cuman menggunakan baju tidur celana panjang )
" ahhh enggak aku pakai ini supaya tetap terlihat ganteng saat bersama kamu" ucap Revan dengan membela diri
" hhm alasan nya banyak " ucap Sintya meledek Revan
Revan langsung senyam senyum gak jelas kepada Sintya
mereka pun pergi ke minimarket. Sintya memilih beberapa cemilan saja ya di anggap nya secukupnya saja
" kamu beli itu aja?" tanya Revan
" iya menurut ku cukup "
Revan langsung mengambil troli langsung membeli berbagai jenis sembilan permen dan minuman yang banyak memenuhi troli nya .
" banyak banget kamu beli nya? " ucap Sintya Heran melihat belanjaan Revan
" apa kamu lupa kalo acara ini aku yang adakan jadi kita harus sediakan cemilan dan makanan buat karyawan " ucapan Revan ( bos yang baik )
" ya udah kalo gitu aku ambil buah juga " ucap sintya
setelah berbelanja mereka langsung pulang kerumah.
" ponsel kamu mana ?"
" ada memang nya kenapa?"
" sini aku pinjam "
Sintya memberikan ponsel nya kepada Revan dia penasaran buat apa ponsel Sintya. ternyata Revan mengirim pesan di grub para karyawan nya. pesan nya berisi
" besok siapa yang tidak ikut tolong beri kabar lebih awal agar tidak tidak harus menunggu dan bagi yang ikut juga harus datang tepat waktu" pesan langsung di kirim
" kenapa gak pakai hp kamu"
" aku gak ada grub beb" Revan memang tidak masuk grub karena menurut nya nomer nya itu sangat pribadi orang tertentu saja yang punya nomor nya .
" aku mau tidur lebih awal supaya besok gak cape" ucap sintya
" iya sayang.. aku juga mau tidur! good night sayang " ucap Revan mencium kening dan bibir nya sintua
keesokan pagi nya waktu sudah jam 07.00 pagi Sintya dan Revan baru bangun
" beb bangun.. " teriak Sintya
Revan langsung membuka mata nya
" hhmm jan berapa" tanya Revan dengan suara serak bangun tidur
" jam 07.00 cepat mandi nanti telat"
" kita pakai mobil sendiri aja gak papa telat"
" gak mau aku kau pakai bis, ayo kamu mandi kalo gak aku ngambek " ucap Sintya
mendengar ucapan Sintya Revan langsung beranjak dari tidurnya langsung menuju kamar mandi
Sintya lagi sibuk memasukkan baju mereka dalam koper .
__ADS_1
" beb kita sarapan dulu ya '' ucap Revan manja dengan melingkarkan tangan nya di pinggang Sintya
" iya kamu pakai baju dulu "
Saat sintya dan Revan lagi makan terdengar suara klakson mobil saat di buka bi inah ternyata intan datang dengan membawa koper dan boneka nya.
" Lo bawa boneka Tan?"
" iya ini harus ikut kalo gue berangkat jauh"
Sintya melihat nya agak heran karena udah boneka di leher terus boneka Winnie the Pooh nya yang lumayan besar juga di bawa
" Lo gak bawa boneka? "
" biar aku yang jadi boneka nya" sahut Revan cepat membuat intan tertawa lepas " sarapan dulu kita masih ada waktu satu jam " ucap Revan
intan pun ikut sarapan dengan mereka
"sin pesanan gue .."
" udah kalo gak percaya periksa aja nih dalam mobil " ucap Sinty
setelah mereka selesai makan entah kenapa intan merasa mual
" uwek.. " intan langsung masuk ke dalam kamar mandi
" Lo kenapa? Lo sakit ya?"
" gak tau nih akhir akhir ini gue kalo setelah makan selalu rasa mual " ucap intan
membuat Revan bertanya tanya saat mendengar nya namun Revan tidak mau mengatakan nya apa yang ada di pikiran nya
" ya udah Lo bawa obat aja "
" iya "
saat sampai di rumah kediaman Revan terlihat Aldo sudah siap dengan koper nya .
" papah " teriak Aldo
Revan dan Sintya langsung menghampiri
" ayo pah kita berangkat"
" papah pamitan sama Oma dulu "
" bunda..." panggil Revan yang lagi di dapur
" iya "
" Deddy mana?" tanya Sintya
" biasa Daddy jalan jalan pagi keliling komplek"
" kita mau berangkat Bun"
" kamu pakai apa kesana nya "
" pakai bis Bun" sahut Sintya
" bukan nya Revan.." ucapan bunda lili langsung di hentikan Revan
" kita langsung pergi ya bun " Revan dan Sintya langsung bersalaman
" hati hati ya, Aldo jangan nakal" ucap bunda lili kepada cucu nya .
__ADS_1
" hallo Tante " sapa Aldo kepada intan yang lagi menunggu mereka di mobil
Revan langsung melaju kan mobil nya menuju kantor pusat karena di situ tempat perkumpulan nya . sampai nya di kantor pusat yang pertama di cari Revan itu ada lah Heri karena heri yang akan membawa mobil Revan
" sin" teriak Bella
" Lo cantik banget" ucap Sintya melihat penampilan Bella yang tidak seperti biasa nya " oh ya kenalin nih teman gue intan" ucap Sintya mengenalkan intan kepada Sintya
saat mereka asik ngobrol ternyata datang raga
" eh ada cewe imut " ucap raga dengan tingkah seperti biasa nya
muka intan langsung berubah muka kesal kepada raga
" sini Lo bantu gue" panggil Revan kepada raga
" bantu! kenapa si gak suka banget liat gue senang"
" senang senang nya nanti aja bantu gue keluar cemilan dulu "
" banyak banget beli cemilan kaya buat orang satu kampung aja"
" di bagi di setiap bis"
" ooh... Heri mana? dia gak ikut "
"belum datang "
tak lama Heri datang saat Heri datang yang pertama di cari nya ada lah dini namun dini tidak kelihatan juga .
" her bantu kita" teriak raga
" iya"
" Lo jangan kemana mana Lo harus bawa mobil harus ikuti bis dan jangan bawa orang Dalam mobil" perintah Revan
" siapa yang pakai mobil?" tanya raga
" gue " sahut Heri
" kenapa jadi pakai mobil "
" gak tau "
semua karyawan sudah terkumpul semua namun dini masih belum datang .
" dini mana?" tanya ibu indah yang juga bawa keluarga nya
" belum datang " sahut Bella
saat ibu indah hendak menelpon nya terlihat dini sedang berjalan membawa koper dan gitar nya .
" Din..." teriak ibu indah
dini langsung menghampiri ibu indah dan lain lain nya namun yang pertama di. cari nya adalah Heri
" kita bisa yang mana?" tanya dini
" bis yang ini untuk staff" ucap Sintya
'' hhm berarti dia juga di sini" ucap dini dalam hati
semua karyawan sudah ngumpul semua mereka pun sudah di dalam bis . dini terus mencari Heri namun tidak ada .
" apa dia tidak ikut ya, apa adik nya lagi sakit" pikir dini dalam hati
__ADS_1
---------------BERSAMBUNG------------