Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
55


__ADS_3

Revan sudah rapi menggunakan baju kemeja nya dan celana pendek nya membuat Sintya heran


" mau kemana kamu beb?" tanya Sintya


'' kata nya mau belanja cemilan buat besok "


" kamu gak liat aku? orang kita belanja nya cuman di minimarket dekat komplek " ( Sintya cuman menggunakan baju tidur celana panjang )


" ahhh enggak aku pakai ini supaya tetap terlihat ganteng saat bersama kamu" ucap Revan dengan membela diri


" hhm alasan nya banyak " ucap Sintya meledek Revan


Revan langsung senyam senyum gak jelas kepada Sintya


mereka pun pergi ke minimarket. Sintya memilih beberapa cemilan saja ya di anggap nya secukupnya saja


" kamu beli itu aja?" tanya Revan


" iya menurut ku cukup "


Revan langsung mengambil troli langsung membeli berbagai jenis sembilan permen dan minuman yang banyak memenuhi troli nya .


" banyak banget kamu beli nya? " ucap Sintya Heran melihat belanjaan Revan


" apa kamu lupa kalo acara ini aku yang adakan jadi kita harus sediakan cemilan dan makanan buat karyawan " ucapan Revan ( bos yang baik )


" ya udah kalo gitu aku ambil buah juga " ucap sintya


setelah berbelanja mereka langsung pulang kerumah.


" ponsel kamu mana ?"


" ada memang nya kenapa?"


" sini aku pinjam "


Sintya memberikan ponsel nya kepada Revan dia penasaran buat apa ponsel Sintya. ternyata Revan mengirim pesan di grub para karyawan nya. pesan nya berisi


" besok siapa yang tidak ikut tolong beri kabar lebih awal agar tidak tidak harus menunggu dan bagi yang ikut juga harus datang tepat waktu" pesan langsung di kirim


" kenapa gak pakai hp kamu"


" aku gak ada grub beb" Revan memang tidak masuk grub karena menurut nya nomer nya itu sangat pribadi orang tertentu saja yang punya nomor nya .


" aku mau tidur lebih awal supaya besok gak cape" ucap sintya


" iya sayang.. aku juga mau tidur! good night sayang " ucap Revan mencium kening dan bibir nya sintua


keesokan pagi nya waktu sudah jam 07.00 pagi Sintya dan Revan baru bangun


" beb bangun.. " teriak Sintya


Revan langsung membuka mata nya


" hhmm jan berapa" tanya Revan dengan suara serak bangun tidur


" jam 07.00 cepat mandi nanti telat"


" kita pakai mobil sendiri aja gak papa telat"


" gak mau aku kau pakai bis, ayo kamu mandi kalo gak aku ngambek " ucap Sintya


mendengar ucapan Sintya Revan langsung beranjak dari tidurnya langsung menuju kamar mandi


Sintya lagi sibuk memasukkan baju mereka dalam koper .

__ADS_1


" beb kita sarapan dulu ya '' ucap Revan manja dengan melingkarkan tangan nya di pinggang Sintya


" iya kamu pakai baju dulu "


Saat sintya dan Revan lagi makan terdengar suara klakson mobil saat di buka bi inah ternyata intan datang dengan membawa koper dan boneka nya.


" Lo bawa boneka Tan?"


" iya ini harus ikut kalo gue berangkat jauh"


Sintya melihat nya agak heran karena udah boneka di leher terus boneka Winnie the Pooh nya yang lumayan besar juga di bawa


" Lo gak bawa boneka? "


" biar aku yang jadi boneka nya" sahut Revan cepat membuat intan tertawa lepas " sarapan dulu kita masih ada waktu satu jam " ucap Revan


intan pun ikut sarapan dengan mereka


"sin pesanan gue .."


" udah kalo gak percaya periksa aja nih dalam mobil " ucap Sinty


setelah mereka selesai makan entah kenapa intan merasa mual


" uwek.. " intan langsung masuk ke dalam kamar mandi


" Lo kenapa? Lo sakit ya?"


" gak tau nih akhir akhir ini gue kalo setelah makan selalu rasa mual " ucap intan


membuat Revan bertanya tanya saat mendengar nya namun Revan tidak mau mengatakan nya apa yang ada di pikiran nya


" ya udah Lo bawa obat aja "


" iya "


saat sampai di rumah kediaman Revan terlihat Aldo sudah siap dengan koper nya .


" papah " teriak Aldo


Revan dan Sintya langsung menghampiri


" ayo pah kita berangkat"


" papah pamitan sama Oma dulu "


" bunda..." panggil Revan yang lagi di dapur


" iya "


" Deddy mana?" tanya Sintya


" biasa Daddy jalan jalan pagi keliling komplek"


" kita mau berangkat Bun"


" kamu pakai apa kesana nya "


" pakai bis Bun" sahut Sintya


" bukan nya Revan.." ucapan bunda lili langsung di hentikan Revan


" kita langsung pergi ya bun " Revan dan Sintya langsung bersalaman


" hati hati ya, Aldo jangan nakal" ucap bunda lili kepada cucu nya .

__ADS_1


" hallo Tante " sapa Aldo kepada intan yang lagi menunggu mereka di mobil


Revan langsung melaju kan mobil nya menuju kantor pusat karena di situ tempat perkumpulan nya . sampai nya di kantor pusat yang pertama di cari Revan itu ada lah Heri karena heri yang akan membawa mobil Revan


" sin" teriak Bella


" Lo cantik banget" ucap Sintya melihat penampilan Bella yang tidak seperti biasa nya " oh ya kenalin nih teman gue intan" ucap Sintya mengenalkan intan kepada Sintya


saat mereka asik ngobrol ternyata datang raga


" eh ada cewe imut " ucap raga dengan tingkah seperti biasa nya


muka intan langsung berubah muka kesal kepada raga


" sini Lo bantu gue" panggil Revan kepada raga


" bantu! kenapa si gak suka banget liat gue senang"


" senang senang nya nanti aja bantu gue keluar cemilan dulu "


" banyak banget beli cemilan kaya buat orang satu kampung aja"


" di bagi di setiap bis"


" ooh... Heri mana? dia gak ikut "


"belum datang "


tak lama Heri datang saat Heri datang yang pertama di cari nya ada lah dini namun dini tidak kelihatan juga .


" her bantu kita" teriak raga


" iya"


" Lo jangan kemana mana Lo harus bawa mobil harus ikuti bis dan jangan bawa orang Dalam mobil" perintah Revan


" siapa yang pakai mobil?" tanya raga


" gue " sahut Heri


" kenapa jadi pakai mobil "


" gak tau "


semua karyawan sudah terkumpul semua namun dini masih belum datang .


" dini mana?" tanya ibu indah yang juga bawa keluarga nya


" belum datang " sahut Bella


saat ibu indah hendak menelpon nya terlihat dini sedang berjalan membawa koper dan gitar nya .


" Din..." teriak ibu indah


dini langsung menghampiri ibu indah dan lain lain nya namun yang pertama di. cari nya adalah Heri


" kita bisa yang mana?" tanya dini


" bis yang ini untuk staff" ucap Sintya


'' hhm berarti dia juga di sini" ucap dini dalam hati


semua karyawan sudah ngumpul semua mereka pun sudah di dalam bis . dini terus mencari Heri namun tidak ada .


" apa dia tidak ikut ya, apa adik nya lagi sakit" pikir dini dalam hati

__ADS_1


---------------BERSAMBUNG------------


__ADS_2