Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
86


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam sebagian orang sudah beristirahat di ruman namun lain hal nya dengan revan yang masih di tempat kerja . dia bahkan harus menyelesaikan pekerjaan nya di kantor sedangkan istri nya ynag sedang sakit di rumah .


Revan mengambil ponsel nya di sakunya di carinya nama sintya di layar ponselnya


“ hallo sayang” revan menelpon sintya


“ iya hallo” ucap sintya dengan suara serak nya seperti bangun tidur


“ kamu lagi tidur ya sayang? Masih sakit?” Tanya revan yang terus mengkhawatirkan istrinya


“ aku ketiduran beb! Kenapa kok kamu masih belum pulang? “


“ iya sayang aku masih banyak kerjaan yang perlu aku selesaikan mala mini jadi aku harus pulang telat malam ini kamu gak masalah kan kalo aku agak telat pulang nya”


“ oh seperti itu! Iya aku gak papa tapi kamu kalo sudah selesai langsung pulang aja ya jangan kemana mana “


“ iya sayang aku gak akan kemana mana aku juga udah kangen banget sama kamu udah seharian gak liat kamu”


“ hhm mulai merayu nya… ya udah lanjut kerja nya sana biar bisa cepat pulang nya “


“ iya sayang kamu makan malam duluan aja ya gak usah menunggu aku, jaga kesehatan kamu “


“ iya sayang “ sintya pun mematikan telepon nya


Lain hal nya dengan intan Malam ini dia menginap di rumah nya raga


“ sayang sini” panggil raga yang dari dapur yang sibuk dengan bahan masakan yang ingin dia masak


“ ada apa sayang ?” Tanya intan yang menghampiri raga di dapur


“ kamu sini.. biar aku ajarin masak “ ucap raga yang sambil menarik tangan intan

__ADS_1


“ gak mau sayang… aku udah bisa masak kok “ ucap intan yang juga menarik tangan nya untuk menolak ajakkan raga


“ ih sayang tapi kan kamu gak tau masakkan apa yang aku suka, ayo sini “ raga langsung menarik tangannya intan dan langsung memeluk intan dari belakang


“ hhm kamu bilang aja cari kesempatan buat peluk aku ya” ucap intan yang membuat raga tertawa terbahak bahak


“ apah.. mencari kesempatan buat peluk kamu? Aku peluk kamu bisa kapan saja tanpa harus curi curi kesempatan memeluk kamu “


“ hhm ya udah jadi apa nih yang harus aku lakukan ? “ Tanya intan


Namun suasana kebahagian itu tiba tiba berubah saat kakak ipar nya raga datang


“ hhm gak bisa masak ya ternyata? Terus bisa nya apa cuman bikin anak atau cuman bisa nya bikin maslah? “ kata kata itu membuat raga geram mendengar nya


“ maksud lo apa ngomong begitu di depan gue dan istri gue? Siapa yang lo maksud cuman bikin masalah? Bukan rinya lo yang di sini cuman bikin masalah ? ucap raga kesal dan berusaha memebela istri nya “ punya mulut itu jaga jangan sampai lo yang gue usir dari sini “


“ apahh lo mau usir gue? Berani berani nya lo mau usir gue”


Memang di rumah itu cuman raga yang bapak nya yang kerja sedangkan kakak nya sudah hamper satu tahun jadi pengangguran setelah perusahaan tutup karena bangkrut


“ sudah kamu jangan ngomong seperti itu” ucap intan yang berusaha menengkan hati nya raga


“ enggak sayang aku kesal aja kalo istri aku di bilang kaya gitu! Di depan aku aja dia berani hina hina kamu kayak gitu apalagi kalo gak ada kamu bisa bisa kamu akan di hina nya habis habisan”


“ gak kok sayang kakak kamu gak akan seperti itu kok, dan kata nya juga benar kalo aku memang gak lihai masak ya udah kita lanjut masak nya aja ya”


“ hhm sok baik banget di depan raga “ ucap kakak ipar nya kesal dan terus meninggalkan intan dan raga


Intan dan raga pun melanjutkan masakkan nya masakkan yang di sukai raga.


-----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----

__ADS_1


Dewi duduk termenung dengan menatap lukisan yang belum dia selesai kan terlihat tatapan nya yang kosong seperti ada yang lagi dia pikirkan.


"apa yang kamu pikirkan? apa kamu lagi merasakan sakit? " tanya ibu nya yang selalu setia dengan nya


"eh ibu.. hhm Dewi gak ada sakit kok"


"terus kamu mikirin apa? eh.. kok lukisan nya gak di selesaikan ?"


" Bu.. aku pengen ketemu orang itu lagi" ucap Dewi Sabil terputus putus


"ketemu siapa?" tanya ibu nya


"aku pengen ketemu dengan lelaki yang sudah menolong aku! mungkin gak ya Bu aku dan dia bisa ketemu lagi? atau dia udah lupa dengan aku? yah mana mungkin lelaki setampan dan sekeren dia mau kenalan dengan cewek seperti aku! cewe lemah dan sakit sakitan yang hidup ku cuman bisa nya menyusahkan Kaka dan ibu ! aku hidup cuman bisa bergantung sama orang"


" kamu jangan ngomong seperti itu kamu wanita kuat kok buktinya sampai sekarang kamu bisa bertahan dari semua nya! kamu gak usah mikirkan lelaki itu lebih baik kamu pikirkan kesehatan kamu "


"tapi Bu...." ucapan Dewi terputus


"ibu tidak mau kenal lelaki yang salah ibu tidak mau kamu di sakiti lalaki kamu masih terlalu polos untuk mengenal yang nama nya cinta. ibu gak mau kamu sakit gara gara cinta"


"terkadang aku iri Bu dengan mas Heri mas Heri bisa sekuat itu. kemana pun dia mau pergi dia bisa tanpa harus ada halangan. tidak seperti dengan ku yang cuman bisa di rumah terkadang pergi juga cuman ke rumah sakit. Bu.. aku pengen sembuh aku pengen seperti cewe cewe normal di luar sana yang bisa bebas Ergo kemana yang dia ingin kan. aku pengen kenal yang nama nya cinta" ucap Dewi dengan tangis nya seperti lagi meratapi nasib nya.


"kamu jangan ngomong seperti itu kamu adalah wanita yang kuat kamu jangan iri denganas kamu mas kamu harus berusaha menjadi kuat untuk kamu untuk kita. dia berkerja mati Matian agar kamu bisa sembuh. jadi kamu harus buktikan sama mas kamu kalo kamu bisa sembuh " ucap ibu nya menangis sambil memeluk anak bungsu nya itu. " kamu gak usah terlalu mikirkan lelaki itu mungkin saja dia bukan lelaki yang baik untuk kamu "


"hhm bagaimana ibu tahu kalo dia bukan lelaki yang baik untuk aku"


"iya kalo memang dia lelaki yang dia pasti datang kesini untuk ketemu kamu! bukan kah dia tahu rumah kamu?"


"hmm itu arti nya dia gak mau kenal dengan cewe seperti aku cewe kurus yang sisa tulang yang hampir mau keluar dan wajah yang begitu pucat yang seperti mayat"


"sudah kamu jangan ngomong speerti itu"

__ADS_1


__ADS_2