Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
122


__ADS_3

saat keluarga berkumpul di dalam ruangan mamah nya Sintya bertanya dengan Revan akan di beri nama siapa anak nya .


" kamu beri nama anak kamu apa?"


" aku sudah lama menyiapkan nama untuk dia mah"


" siapa nama nya "


" nama nya SONYA NINDIRA SAPUTRA"


" nama yang bagus. " ucap bunda nya mamah nya Revan


" kamu baik baik ya jaga anak dan Istri kamu" pesan dari papah nya sintya


" iya pah aku akan jaga dan sayangi merek selalu" ucap Revan sambil mengelus rambut nya Sintya


" tadi siapa yang bawa Sintya ke rumah sakit?" tanya bunda nya


" ka Deni Bun..."


" tumben kamunke rumah adik kamu den, ada apa "


" gak papak aku mau jenguk dia aja kan besok aku mau antar dini ke Amerika mah"


" kamu jadi bawa dini ke Amerika ?" tanya Revan


" iya jadi dini harus sembuh"


" hhm begitu lah Deni kalo dia sudah sayang sama orang apa pun dia usahakan, " ucap papah nya " papah bangga dengan kamu" papah nya merasa bangga dengan deni karena dia sudah menjadi lelaki yang sejati


" makasih pah... "


" aku akan belikan tiket buat berangkat besok" ucap Revan

__ADS_1


" tidak usah aku sudah dapat bonus tiket dari clain ku, gak usah repot repot "


" terus aku harus bantu apa? di sana biaya semua serba mahal, nanti aku buat kan cek "


" nanti saja untuk sementara ini aku masih punya simpanan nanti kalo kurang aku bisa aja pinjam sama kamu " ucap Deni sedikit menolak dengan bantua Revan, bukan berarti dia tidak berterima kasih karena di bantu tapi dia tidak ingin merepotkan orang


" kamu jangan sungkan sungkan minta sama papah kalo.kamu perlu uang "


" iya pah..."


" mamah senang punya anak kalian " ucap mamah nya Sintya terharu


" terus kapan kamu ke rumah nya dewi?" tanya papah nya


" sore ini aku mau ke rumah dini "


" hati hati ya kak" ucap Sintya


" kamu jaga kesehatan juga"


jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Deni berpamitan kepada semua orang yang berada di ruangan itu


" aku pulang dulu, aku mau ke rumah nya Dewi " .


" iya kamu hati hati di jalan ya"


" iya mah " Deni pun langsung ke luar ruangan tak jauh dari ruangan Sintya Deni ketemu dengan Bella.


" Deni..." ucap Bella yang terhenti dari langkah nya


" bella... " ucap Deni datar


" kamu mau kemana? ruangan Sintya mana?"

__ADS_1


" itu ruangan Sintya" ucap Deni sambil menunjuk ruangan VIP " temani aku masuk" ucap Bella manja sambil merangkul tangan nya Deni


" hhmm aku minta maaf aku harus buru buru aku udah aja janji sama orang" ucap Deni yang berusaha melepaskan tangan nya yang di rangkul Bella


" tapi aku malu sendirian"


" gak papa di sana juga banyak orang kamu gak sendirin "


" hhm memang nya kamu ada janji sama siapa? mau ya temanin aku nanti aku teraktir makan


" maaf saat ini aku gak bisa.. "


" kita lama Lo udah gak makan berdua lagi" ucap Bella sambil cemberut


" iya aku tau,"


" terus kapan kita makan lagi...? bagaimana kalo besok"


" besok aku juga gak bisa "


" kenapa sih kamu menghindar banget sama aku"


" aku minta maaf aku sibuk hari ini aku harus temui Dewi untuk siapin dan juga ketemu dengan dokter Dewi untuk ke berangkatan dia besok ke Amerika, kalo besok aku ikut mengantar Dewi dan ibu nya ke Amsterdam"


" jadi kamu serius bawa Dewi ke sana? apa kamu yakin kalo Dewi bakalan sembuh ?"


" iya aku serius dan aku juga sangat yakin kalo Dewi bakalan sembuh "


mendengar ucapan Deni yang begitu perhatian dengan Dewi Bella pun langsung menunduk kan wajah nya.


" ya sudah berangkat lah kalo begitu, " ucap Bella seperti orang yang patah hati


__ADS_1



Hay guys mampir ya di novel aku yang lain nya kalian bisa liat di profil aku aja.. ada banyak novel terbaru


__ADS_2