
jam sudah menunjukkan pukul 10.30 Revan sudah siap dengan koper nya untuk pulang, dengan perasaan yang tidak karuan, hancur.dan dia juga merasa laki-laki yang paling jahat sudah mengkhianati istri nya sendiri.
revab memilih pulang duluan dari pada Wati dia juga tidak memberi Wati untuk pulang jam itu, di dalam mobil dia hanya terdiam
ponselnya berbunyi Sintya Vidio call
"sayang kok kami gak ada balas chat aku sih?" ucap Sintya sambil tersenyum kepada Revan
"aku tadi sibuk" jawab Revan datar
"kamu kenapa? sakit ya? kamu pulang kan hari ini"
"aku gak kenapa-kenapa, nih aku lagi di perjalanan menuju bandara" jawab Revan
"muka kamu pucat kamu sakit ya, kamu gak makan?" tanya Sintya
"aku sedikit kelelahan saja, sudah dulu ya sayang aku mau istirahat selagi di perjalanan "
"hhm ya udah jangan lupa makan dan istirahat di pesawat, nanti kalo sampai kabarin biar aku jemput" ucap Sintya
"iya" jawab Revan datar
Revan langsung mematikan telpon nya, dia tidak tahan menahan air mata nya saat melihat Sintya di otaknya saat ini hanya merasa bersalah pada istri dan anak nya.
Tut...Tut..Tut.. Revan menelpon raga
"hallo bro apa kabar" ucap raga
"loe dimana ga?" tanya Revan dengan suara menahan tangis
"di kantor, ada apa loe nangis?" tanya raga
"gak kok gue cuman gak enak badan aja, oh ya ga gue mau istirahat gak masuk kantor beberapa hari kedepan "
"oke tenang aja serahkan sama gue pekerjaan akan beres! nih loe dimana?" tanya raga
"gue lagi di bandara mau pulang "
"oke semoga selamat sampai tujuan ya"
"thanks" Revan pun mematikan ponsel
"kenapa ya dengan Revan gak biasa nya dia begini, biasa nya kalo masalah kerjaan dia paling giat ini kaya orang lagi sakit aja" ucap raga dalam hati
jam sudah menunjukkan pukul 15.25 Revan sudah sampai di bandara jakarta. dia tidak menghubungi Sintya atau supirnya dia lebih memilih untuk naik taksi
"kemana pak?" tanya supir taksi itu
"kejalan ***** pak " ucap Revan dan Revan juga tidak pulang ke rumah nya melainkan kerumah orang tuanya
30 menit perjalanan Revan Sampai di depan rumah nya
__ADS_1
"nih pak, kembalian nya ambil aja" Revan membayar biaya taksi itu
" terima kasih banyak pak" ucap supir taksi itu
"tuan" ucap scurity rumah itu membukakan pintu gerbang untuk Revan
"tuan naik taksi? tidak ada yang menjemput atau bagaimana?" tanya scurity itu
"memang saya yang mau naik taksi, Aldo ada pak?" tanya Revan
"ada tuan "
"saya mau masuk dulu" ucap Revan kepada scurity nya
"baik tuan"
"papah" Aldo melambaikan tangannya dari arah kejauhan
"siapa Aldo?" tanya mamahnya Revan
"papah nek, " jawab Aldo senang saat melihat Revan, sudah lama sekali dia tidak ketemu dengan Revan
" sayang" Revan mengecup kening, dan pipi Aldo
"mamah mana pah?" tanya Aldo yang menanyakan keberadaan Sintya
"papah dari bandara, mamah kamu di rumah " jawab Revan
"aku naik taksi mah" jawab Revan
" kok naik taksi, mana supir-supir kamu?" tanya
"di kantor mah, aku lagi males aja hubungi nya"
"ada apa, kamu lagi ada masalah?" tanya mamah nya " muka kamu terlihat pucat kenapa? apa mau ke dokter"
"tidak mah aku tidak kenapa-kenapa" jawab Revan
"kalo seandainya aku cerita sama mamah mamah pasti juga akan sangat membenci ku" ucap Revan dalam hati nya " semua orang akan membenci ku"
"kamu sudah mengabari Sintya kalo kamu kesini?" tanya mamahnya
"belum mah" jawab Revan
" kabarin Sintya suruh dia kesini bawa nindi mamah juga kangen sama nindi" ucap mamah nya
"iya mah," Revan pun mengambil handphone nya
"aku di rumah mamah, aku kangen sama Aldo, mungkin aku juga akan nginap di sini dulu untuk beberapa hari " pesan yang di kirimkan kepada Sintya
Sintya sedikit geram dengan pesan nya Revan
__ADS_1
" memang nya kamu gak kangen sama aku dan nindi? kenapa kamu tidak ngajak aku untuk nginap di sana? ada apa dengan kamu tidak biasanya kamu begini" Sintya membalas pesan nya Revan
"aku cuman kangen sama Aldo dan ingin istirahat. mamah kangen sama nindi" Revan kembali mengjrim pesan nya kepada Sintya
"ya nanti aku yang nyusul kesana" balas Sintya
"pah kita main yuk" ajak Aldo
"ayo.. " jawab Revan
Aldo dan Revan pun mau di taman belakang
"nak papah boleh nanya gak sama kamu?" tanya Revan kepada Aldo
"boleh nanya apa pah?" jawab Aldo
"kalo seandainya papah makan bagaimana?" tanya Revan
Aldo heran dengan pertanyaan Revan "nakal apa maksud nya pah? papah nyakitin mamah?"
"iya kalo seandainya papah bikin nangis mamah" ucap Revan
"kalo papah bikin nangis mamah Sintya Aldo akan benci papah" ucap Aldo "papah nyakitin apa sama mamah ?" tanya Aldo lagi..
Aldo sudah besar jadi sedikit banyak nya.dia sudah paham dengan arti kehidupan
" gak kok papah gak bikin mamah nangis"
"malam ini papah tidur disini sama mamah dan juga adek?"
"iya mamah dan adek juga nginap di sini"
"berapa hari pah, Aldo terkadang sering sepi pah sendiri gak ada teman di sini"
"tapi kan ada nenek dan kakek "
"tapi nenek sering gak mau kalo di ajak main"
"gimana kalo Aldo tinggal sama mamah dan papah aja"
"gak mau Aldo mau temanin nenek dan kakek"
" kamu anak pintar nak, papah minta maaf ya gak bikin kamu senang" ucap Revan
"Aldo sayang papah, papah selalu nurutin mau Aldo Aldo sudah senang pah"
"iya sayang...
guys aku juga ada loh bikin novel terbaru yang gak kalah seru nya dengan novel ini, novel terbaru aku yang berjudul "the effeck " menceritakan seorang gadis miskin, gendut yang selalu saja di bully oleh teman temannya dan semenjak kecil juga tidak ada yang mau berteman dengan nya karena dia begitu gendut, hidup nya semakin tidak karuan semenjak kenal dengan kakak tingkatnya di kampus dan lain lagi dengan citra yang harus menghadapi permasalahan dengan keluarga nya karena dia mencintai kakak nya sendiri... " penasaran dengan ceritanya kalian bisa buka profil saya
novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"
__ADS_1
Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya