Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
150


__ADS_3

"silahkan di minum teh nya" ucap ibu nya Dewi menaroh gelas gelas nya berisi air teh


" duh gak usah repot repot" ucap ibu nya Deni


" Dewi nya mana Bu apa sudah tidur"


" tidak nak deni, Dewi ada tuh di dapur, sebentar biar ibu jemput Dewi"


" tidak usah Bu biar aku aja"


"silahkan nak deni" ibu nya pun duduk di.kursi yang kosong sedangkan Deni menemui Dewi yang sedang di dapur


" kamu lagi ngapain sayang?" tanya Deni kepada Sintya


Dewi langsung kaget saat mendengar suara Deni.


" ngapain papah dan mamah kamu kesini?" tanya Dewi


"mereka mau ketemu sama kamu"


"ketemu sama aku ngapain?"


" ih kok malah nanya ngapain, memang nya orang tua aku gak boleh ketemu sama kamu?"


" bukan nya gak boleh tapi aku malu dengan keadaan aku seperti ini"


" gak usah malu, ayo kita kedepan dengan aku"


Dewi menyentuh tangan nya deni


" gak usah gugup mamah sama papah gak bakalan aneh aneh kok percaya sama aku" ucap Deni


"iya.." Deni dan dwwi pun menuju ke ruang tamu,bterlihat di ruang tamu sudah ada Heri .


"kamu duduk di sebelah ibu ya" Deni mengarahkan Dewi ke arah ibu nya

__ADS_1


"Dewi bagaimana keadaan nya?" tanya papah nya


" Alhamdulillah udah mulai mendingan. om, ini semua berkat Deni om"


" papah senang dengar nya"


" iya om,"


"maaf sebelumnya om saya mau bertanya maksud dari kedatangan Deni dan keluarga ini apa ya?"


" Heri mulai bertanya kepada papahnya Sintya"


" jadi kami datang kesini bermaksud untuk melamar Deni" sahut Revan


" melamar?" tanya ibunya kaget


" iya melamar Deni sudah lama merencanakan ini dan dia ingin setelah Dewi pulang dari Amerika mereka segera menikah" mamah Deni menjelaskan


" bagaimana Dewi apa kamu mau menerima lamaran Deni?" tanya papahnya


"tapi bagaimana dengan mas heri?" Dewi mengkhawatirkan Heri yang masih belum menikah dia merasa berat ingin melangkahi Heri


" jangan khawatir.sama mas, kalo kamu bahagian mas dan ibu juga ikut bahagia soal pelangkahan mas gak jadi masalah walau pun gak ada pelangkahan juga gak papa asal kamu bahagia"


" tidak gue pasti akan beri pelangkahan buat Lo" ucap Deni


" apa acara nya akan di percepat?"


" kalo bisa secepatnya Bu" ucap Sintya dan ibu nya hanya mengangguk


"semua keputusan ibu serahkan kepada Dewi"


" jadi bagaimana sayang apa kamu mau menerima aku" Deni menggenggam tangan nya Dewi


" iya aku mau"

__ADS_1


" makasih sayang" Deni pun langsung memeluk Dewi dan juga langsung memasangkan cincin di jari manis nya Dewi


" masalah tanggal nanti kalo Deni biar kami semua yang mempersiapkan nya" ucap papahnya Deni


" iya silahkan saja"


" apa Deni tidak menyesal nanti nya memilih aku sebagai istri nya, aku orang yang berpenyakitan tidak bisa apa apa, bisa nya cuman nyusahin kamu semenjak awal kita kenal sampai sekarang " ucap Dewi


" aku gak salah pilih dengan pilihan ku dan aku berjanji sampai kapan pun aku gak akan menyesal dan gak akan kecewain kamu"


ibu nya Dewi menjadi ikut cemas setelah mendengar pertanyaan Dewi kepada Deni, dia takut Dewi sakit hati dan akan kenapa kenapa


beberapa menit kemudia mereka semua pun berpamitan untuk pulang .


" Dewi.. kamu dapat suami om om juga ya" ledek Sintya kepada Dewi "nasib kita sama" sambung Sintya


" aku gak jadi masalah kalo soal umur asalkan Deni bisa terima aku apa adanya"


umur Deni dan Dewi juga jauh selisih nya Dewi 22 tahun sedangkan Deni 31 tahun


" iya, kamu yakin aja sama kakak aku dia gak akan nyakitin kamu"


"memang nya kenapa kalo dapat om om?" tanya Revan kepada Sintya saat mendengar pertanyaan Sintya kepada Dewi


" ya gak papa"


" kamu nyesal dapat suami tua? aku tua tapi kan ganteng masih banyak kok cewe cewe yang mau sama aku" ucap revan


mata Sintya langsung membulat saat mendengar ucapan suami nya " apa maksud kamu? apa kamu mau nikah lagi?"


" yah enggak lah"


" kenapa sih kalian kok malah berantem?" tanya mamah nya Sintya


" mas Revan nih mah bikin kesal aku "

__ADS_1


"sudah Van kamu jangan kaya anak kecil"


Revan hanya tersenyum saat di tegur mamah nya


__ADS_2