Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
59


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 10.00 semua karyawan sudah berada di pantai ada yang mandi ada yang naik kuda dan ada sebagian yang bakar ikan buat makan bersama .


" sini sin gue bantu " ucap intan dan Bella . terlihat Sintya lagi sibuk banget sedangkan Revan dan laki laki lain nya asik main bola voli .


" Lo kenapa? muka Lo pucat ?" tanya Sintya merasa kesian dengan intan


" gue gak kenapa kenapa"


" bell gimana Hendra? dia dimana kok gak kelihatan"


" tuh dia lagi sibuk rayu cewe cewe yang lagi berjemur" ucap Bella sambil menunjuk Hendra " mungkin setelah cinta nya di tolak Lo dia jadi playboy" canda Bella


" hey gue boleh gabung? "ucap dini yang datang menghampiri intan , Sintya, dan Bella


" boleh " jawab intan dengan cepat


namun Bella dan Sintya masih saling menatap melihat tingkah nya dini yang tidak seperti biasa nya. biasa nya dini sangat membenci Sintya dan Bella sekarang dia malah ingin gabung .


" bagaimana dengan heri? udah jadian ?" tanya bella dengan santai nya . Sintya mendengar Bella bertanya seperti itu langsung menyenggol Bella


" Lo kenapa nanya seperti itu" ucap sintya pelan


"gue penasaran! kal dia udah jadian berarti tinggal gue dong yang jomblo" ucap Bella dengan muka cemberut


" kami belum pacaran kok" jawab dini sambil tersenyum


" huh... berarti masih ada yang jomblo" ucap Bella dengan pede nya


" Heri memang gak nembak gue tapi dia langsung kamar gue "


" terus Lo terima?" tanya intan dan Sintya


" hhmm gue masih mikir mikir dulu"


saat mereka berempat asik ngobrol Heri datang menghampiri dini


" nih topi buat kamu supaya gak kepanasan" Heri mengasih topi pantai pada dini


" makasih" ucap dini


intan dan Bella langsung bersorak " cie..cie..cie.."


" topi buat kita mana" ucap Sintya


" minta sama Revan " teriak Heri sambil berlari


" kalo gue jadi Lo di lamar langsung gue iya in aja " ucap Bella " Heri juga ganteng dan baik lagi "


dini hanya tersenyum mendengar ucapan Bella


" sabar.. bukan cuman Lo kok yang jomblo Hendra juga jomblo" ucap Sintya


" hhmm gue dekatin raga aja " ucap Bella yang langsung berjalan mendekati raga


intan yang mendengar Bella mau dekatin raga langsung melirik ke arah raga


" ngafain gue cemburu sama cowo kaya gitu" ucap intan dalam hati nya .


Revan dan yang lain lain nya selesai main voli Revan langsung menghampiri Sintya


" sayang aku mandi dulu ya "


" iya "


" Aldo mana sin" tanya intan

__ADS_1


" tuh lagi main pasir " sahut Sintya menunjukkan Aldo yang bahagia banget main pasir .


" pacar gue lagi di perjalanan menuju kesini"


" kalo gitu kita makan nya tunggu pacar Lo aja"


" iya"


cukup lama Sintya menunggu Revan mandi dan akhirnya Revan menghampiri sintya..


" Aldo gak makan?" tanya Revan menghampiri Sintya


" enggak.. dia lagi asik main "


" hhmm bakar sosis aja buat Aldo"


" iya kamu mau apa? "


" aku apa aja! Lo kenapa Tan kok keliatan nya muka Lo pucat " tanya Revan


" hhmm gak kenapa Napa" jawab intan gugup.. untung nya saat Revan ingin bertanya lagi ponsel nya intan berbunyi


" pacar gue nelepon" ucap intan yang langsung menjauh dari Sintya dan Revan


" hallo kamu sudah dimana?"


"aku di hotel "


" aku lagi di pantai nih kamu langsung kesini aja"


" sebentar aku cek in dulu" telepon langsung Di matikan nya


Heri dan raga langsung menghampiri dini yang sedang bakar ikan bersama Revan dan Sintya.


" kenapa?"


" aku akan melindungi mu dari sinar matahari" ucap Heri begitu romantis membuat raga iri.


" hhm jadi iri gue" ucap raga


" tuh intan, dekatin sana " suruh Heri


" intan udah punya pacar" bisik raga ke Heri


saat mereka semua ingin makan bareng ada seorang lelaki menghampiri mereka yang tidak kalah tampan nya dengan revan, Heri dan raga. intan langsung menghampiri lelaki itu. iya dia pacar nya intan yang bernama edo. yang memilki tubuh kekar , wajah tampan yang menggunakan baju kaos polos berwarna putih, celana pendek dan kaca mata hitam .


" sini.." panggil intan " kenalin ini pacar aku" ucap intan


" hallo " sapa pacar intan yang lumayan angkuh


" tampan banget" ucap Bella


raga merasa kesal banget mendengar pujian Bella kepada pacar nya intan


" hhmm kerenan juga gue" ucap raga yang tak kalah angkuh nya


" sabar.. kalo jodoh gak akan kemana" ucap Heri memberi semangat untuk raga


"hey salam kenal " ucap Revan


" sini makan bareng " sahut ibu indah


pacar nya intan hanya tersenyum tipis pada mereka semua . membuat raga benar benar muak melihat nya .


" sombong " ucap Revan berbisik pada Sintya

__ADS_1


Sintya langsung mencubit pinggang nya Revan


" aw sakit beb,, ih kamu tega banget " ucap Revan manja pada Sintya


" kamu jangan kaya gitu ya kalo aku jadi suami kamu" ucap heri kepada Dini


" hah jadi suami?" tanya dini


" iya memang nya kamu gak mau "


" hhmm. tapi jangan ngomong nya di depan mereka " ucap dini.dengan muka malu


" jangan gosipin bos " ucap Revan dengan angkuh nya


" kamu mau yang mana" tanya intan pada pacar nya


" apa aja" ucap Edo datar


" uhuk..uhuk.. " raga langsung batuk melihat sikap intan


"sok manis tapi di wajab nya cuek banget" ucap raga agak keras


intan langsung memberi muka sinis pada raga " bukan urusan Lo" sahut intan


" hhm ambilin gue itu dong" ucap Hendra pada Bella


" yang mana... ini"


"iya yang itu juga..." ucap Hendra


" ambil sendiri emang gue istri lo, pacar Lo? "


" hhmm dasar... sekarang Lo ya yang jadi nenek lampir.. pantesan gak ada cowo yang mau."


" gue sumpahin Lo yang jatuh cinta dengan gue " ucap Bella geram


" Bell." ucap Sintya menenangkan Bella


setelah selesai makan mereka semua pergi main game sama pasangan masing masing.


" aku mau ngomong sesuatu" ucap intan sama pacar nya


" apa..."


" kapan kita nikah ?"


" kamu minta aku kesini untuk liburan kan? jadi bisa gak kamu jangan bahas itu dulu " ucap Edo dengan geram nya


"tapi.. aku..." ucapan intan terputus


" aku harus bilang berapa kali dengan kamu?? aku masih belum siap lagian kamu juga masih kuliah "


" banyak kok yang kuliah sudah punya suami "


" tapi aku gak mau kamu ngerti kan?? kalo kamu tetap bahas itu lebih baik aku pulang aja. "


" kamu gak ngerti aku " ucap intan sambil menangis


Edo langsung menjauh meninggalkan intan. dari ke jauhan raga melihat nya merasa kesihan dengan intan dia langsung berlari menghampiri nya.


" Lo gak papa?'' tanya raga


" harus gue bilang berapa kali? Lo jangan ganggu gue lagi.." ucap intan dengan kasar nya dan langsung meninggalkan raga


---BERSAMBUNG-----

__ADS_1


__ADS_2