Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
176 revan masih mencari sintya


__ADS_3

Telpon revan pun berbunyi


"mamah" ucap revan sambil melihat laya handpone nya, ya mamahnya lah yang menelpon revan


"hallo mah" ucap revan dengan suara sedikit khawatir takut mamahnya marah lagi dengan revan


"van kamu dimana?" tanya mamahnya


" di kantor mah, ada apa mah?" tanya revan lagi


"sudah kamu lakukan perintah yang tadi mamah suruh?"


"perintah apa mah?" tanya revan yang pura-pura lupa


"apa kamu sudah memecat wanita itu van?" tanya mamah nya dari balik telpon


"sudah mah" jawab revan


"beneran? Kamu tidak berbohong kan sama mamah?" tanya mamah nya lagi


"tidak mah, tanya aja sama raga dan hery mereka yang menyaksikan revan memecat wati"


"sudah van kamu tidak perlu menyebut nama wanita ****** itu di hadapan mamah, semua terjadi ini karena salah kamu juga, jadi tugas kamu selanjutnya cari sintya perbaiki rumah tangga kamu, kalo memang tidak bisa di perbaiki lagi kembalikan sintya ke rumah orang tua nya secara baik-baik mamah gak mau mamah dan papah malu karena ulah kamu" ucap mama nya


"aku masih sayang mah sama sintya aku gak mau pisah"


"kalo begitu cari dia secepatnya" pinta mamahnya revan


"iya mah"


Revan pun langsung mematikan telpon mamahnya


"huh.. Kalian berdua harus bantu gua untuk cari sintya" ucap revan


" kemana ya gue cari sintya" ucap herry sambil mencari di ponselnya


Lain hal nya dengan intan dia mencoba untuk menghubungi sintya


"bismillah semoga nyambung ya" ucap intan


"tut..tut...tut..." telpon nya terhubung berdering


"hallo " terdengar suara sintya


" sin lo dimana gue khawatir" ucap intan mencemaskan sintya


"gue gak papa kok, loe sudah tau masalah nya?" tanya sintya


"iya gue udah tau, tadi raga nelpon" jawab intan


" ooh.." cuman itu yang keluar dari mulut nya sintya


"loe dimana, mau gue susulin?"


"gak usah biar nanti gue aja yang kerumah loe, tapi gue mohon jangan bilang dulu sama raga"


"iya gue janji" ucap intan


Sedangkan hery mencoba menghubungi dewi

__ADS_1


"hallo dek dimana?' tanya hery


" di rumah kak, kenapa?"


"ada deni ya?" tanya hery membuat dewi heran tidak biasa nya heri menanyakan keberadaan deni di rumah nya


"kenapa?" deni memberi kode kepada dewi


"belum tau" jawab dewi sambil berbisik


"kenapa kak?" tanya dewi lagi


"tanya sama deni sintya ada di rumah gak?"


"sebentar" jawab dini


"sintya ada di rumah gak?" tanya dini kepada deni


"gak ada memang nya kenapa? Bukan kah sintya di rumah nya revan?" jawab deni


"kak kata deni sintya gak ada di rumah" dini menyampaikan ucapan deni


deni lnagsung mengambil ponsel nya untuk menghubungi sintya. dia mencoba menghubungi sintya namun malah panggilan di tolak yang artinya sintya menolak panggilan deni


Deni pun kembali menelpon revan


Tut..tut..tut..


Revan .. Dengan berat hati dia mengangkat telponnya


"ada apa bro" jawab revan ingin mencairkan suasana tapi sebenarnya dia sangat gugup


"aduuhhhh" revan menepuk telapak tangan nya ke jidat dan mengarahkan telunjuk nya ke arah heri


"gue di kantor, gue lagi ada masalah aja sama sintya" jawab revan


"masalah apa? sekarang sintya nya dimana apa dia lari dari rumah? " tanya deni lagi


"cerita nya panjang, gue gak bisa jelasin sekarang "


"sebentar lagi gue ke kantor loe, loe cari adek gue sampai dapat" ucap deni mengancap revan


"hhhmm apa kita tidak bisa ketemu di luar saja " jawab revan


"tidak biar gue yang temui loe di kantor" jawan deni dan dia langsung mematikan telpon nya.


"pusing gua... Berantakan semua nya" ucap revan yang begitu prustasi menghadapi semua masalah nya


"nah.. Nah.. Begitu lah revan kalo menghadapi masalah percintaan nya, gak pernah benar, makanya van gak usah cari penyakit pusing kan lo" jawab raga


"diam lo.. " tunjuk revan kepada raga


"kenapa loe tanya sama dewi, tambah runyem kan masalahnya" ucap revan kepada hery


"loe minta gue bantu cari sintya, yah kemana lagi gue cari kalo gak ke adik gue"


"aduh.. Harus kah gue carii semua hotel-hotel yang ada di kota ini" ucap revan yang sudah mulai pasrah


"cari aja loe kalo bisa, loe kan tau bagaimana hotel menjaga privasi tamu nya, walau pun loe ngasih uang untuk resepsionis nya mereka gak mau ngasih tau " jawab hery

__ADS_1


Revan hanya bisa pasrah dia dengan masalah ini pikiran nya begitu kacau dengan masalah ini belum lago dia harus menghadapi deni dan deni pasti nanti akan sampai juga ke orang tua sintya


"loe mau ngopi dulu van? untuk menenangkan pikiran dulu" raga menawarkan kopi untuk revan


"boleh gue kopi dan juga pesan makanan gua lapar " jawab revan


"makan apa?" tanya raga..


Raga bersemangat kalo soal memesan makanan tapi kalo soal pekerjaan di nomor terakhirkan


" apa aja, gue mau makan yang pedas-pedas " jawab revan


"kalo loe her?" tanya raga lagi


"apa aja, gue ngikut aja" jawab heri


"pesan juga untuk deni nanti dia datang" perintah revan


"oke " raga memesan begitu banyak makanan


akhirnya deni pun sampai di depan kantor nya revan dan dia langsung memarkir mobil nya


"permisi mba saya mau ke ruangan nya revan" ucap deni pada resepsionis kantor itu


"apa bapak sudah ada janji?" tanya resepsionis itu


"sudah " jawab deni


"sebentar bapak biar saya telpon pak revan dulu, silahkan duduk dulu untuk menunggu pak"


deni pun menunggu di kursi yang sudah tersedia di depan resepsionis itu


" tut..tut..tut.." resepsionis itu menelpon revan


"ada apa" terdengar suara revan dari dalam telpon itu


"maaf mengganggu pak, ini ada orang yang ingin bertemu bapak, katanya sudah mengatur janji dengan bapak " ucap resepsionis itu


"seperti apa orangnya?" tanya revan


"orangnya tampan, rambut nya sedikit gondrong, ya seperti bukan rekan bisnis bapak yang lainnya dia hanya menggunakan baju kaos biasa " ucap resepsionis itu


"itu pasti deni" ucap revan pelan


"kenapa pak?" tanya resepsionis itu lagi dia kurang jelas mendengan ucapan revan karena terlalu pelan


" suruh aja orang itu masuk" perintah revan


"baik pak"


"oh ya hari ini saya sibuk semua rapat di batalkan dan kalo ada yg mencari saya bilang saya gak ada di kantor kecuali ibu sintya datang mencari saya langsung telpon saya" ucap revan dengan nada tinggi


"baik pak"


Revan pun langsung mematikan telpon nya


"bapak silahkan masuk bapak revan sudah menunggu bapak di ruangan nya"


"ruangan revan dilantai berapa ?" tanya deni

__ADS_1


"nanti di antar sama scurity " ucap resepsionis itu


__ADS_2