Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
80


__ADS_3

setelah mereka semua selesai makan mereka langsung menuju ke pelaminan untuk memberi selamat pada raga dan intan.


"intan ... selamat ya" ucap Sintya sambil memeluk intan


"makasih ya Lo udah datang . Lo jangan langsung pulang "


"iya.."


"selamat bro akhirnya Lo nikah juga" ucap revan pada raga


"makasih bro Lo udah datang! kado nya besar gak ?" tanya raga


"gue gak bawa kado" sahut revan becanda


"kado nya revan satu perusahaan nya" sahut Heri sambil tertawa


"hhm kalo itu kado nya akan selalu gue kenang Lo"


"hhm mau nya Lo" .


selesai mereka bersalaman mereka pun berfoto bersama mulai foto yang resmi sampai foto yang berbagai gaya.


kita jangan langsung pulang ya" ucap Sintya pada Revan


" iya sayang..." Revan dan Sintya pun kembali duduk di kursi


" gue langsung pulang ya" ucap Heri dan dini


"kenapa? gak nanti dulu" ucap Sintya


"iya kok buru buru " sahut Bella


"gue minta maaf gak bisa lama soal nya gue harus bawa adik gue ke rumah sakit untuk cek up"


"adik Lo cek up... memang nya kenapa?" tanya Sintya dan Bella sedikit terkejut


"adik nya sakit sayang... jadi harus rutin untuk di periksa "


"sakit apa?" tanya Sintya ke Revan


"leukimia! kamu jangan banyak nanya dulu" ucap Revan sambil membisiki Sintya


Sintya mendengar ucapan Revan langsung mulut nya manyun.


"jangan kayak gitu sayang" bisik Revan sambil menyentuh bibir nya Sintya


"ih kamu apaan sih.. malu tau di lihat banyak orang"


"habis nya kamu manyun kaya gitu"


lain hal nya dengan Deni saat Heri bilang adik nya sakit entah kenapa Deni langsung teringan denga cewe yang hampir saja ketabrak nya.


"bagaimana ya kabar gadis itu? apakah dia masih sakit atau sudah sembuh? dengan badan nya sekurus itu sebenar nya dia sakit apa?" entah kenapa pikiran Deni langsung bertujuan dengan gadis itu


"kamu kenapa? mikirin apa?" tanya bella yang menyadarkan Deni saat melamun

__ADS_1


"agh.. enggak mikirin apa apa" sahut Deni menutupi apa yang ada di pikiran nya


"ka.. " panggil Sintya


"hhmm ada apa?"


"Tia hamil" bisik Sintya pada Deni


"hah.. beneran... Alhamdulillah akhirnya gue bakal jadi om juga! ' ucap Deni senang " terus Lo sekarang ngidam apa? mau gue beliin apa?"


"sekarang aku lagi gak mau apa apa tapi.... nanti aku pasti minta beliin sesuatu dengan kakak" ucap Sintya sambil tertawa


hari sudah sore tamu undangan juga sudah pada pulang semua. Revan dan lain lain juga berpamitan untuk pulang .


"ga gue balik ya" ucap Revan pada raga


"heri mana? "


"Heri dan dini udah balik duluan. kata nya dia lagi sibuk"


"oh makasih banyak ya kalian semuan udah datang"


mereka semua pun langsung menuju mobil masing masing .


"mau pulang dengan ku? " tanya Deni pada Bella


"kamu mau antar aku pulang?"


"iya"


"boleh" Bella pun langsung berubah posisi yang awal nya mau masuk ke mobil Hendra balik ke mobil nya Deni


"ih Lo sewot aja jadi orang.. terserah gue dong! mending Lo pulang sendiri jadi Lo gak harus repot repot nganter gue" ucap Bella yang langsung meninggalkan Hendra


"hhmm dasar jadi cewe centil banget " ucap Heri kesal


mereka pun pulang Revan dan Sintya pulang kerumah bunda nya revan, Deni mengantar Bella pulang ke rumah nya sedangkan Heri langsung pulang ke rumah nya .


saat di perjalanan "beb.. kamu lihat gak muka nya ibu raga"


"hhmm memang nya kenapa? aku tidak memperhatikan" sahut Revan yang sambil sibuk nyetir


"muka nya itu kaya orang gak bahagia! kaya orang gak suka! apa ibu nya raga gak suka sama intan ya?"


"hus... kamu jangan omongin orang kaya gitu.. gak mungkin lah ibu nya raga gak suka dengan intan "


"yah mungkin aja kan..."


ucapan Sintya langsung di putus Revan karena Revan tidak mau Sintya membicarakan orang yang tidak tidak sedangkan dia lagi hamil "udah kamu jangan mikirin itu aku yakin raga pasti bisa menghadapi semua nya.. kamu jangan khawatir. kamu khawatir kan keadaan kamu aja


"iya sayang..."


sesampainya di depan rumah Bella


"makasih ya udah nganter aku! apa mau mampir dulu" ajak Bella

__ADS_1


"hhm tidak usah nanti saja lain kali"


"ya udah kamu hati hati di jalan ya"


"iya.. nanti aku telepo" ucap Deni yang dari dalam mobil


"iya.. dah" Bella pun langsung masuk ke dalam mobil dengan keadaan tersenyum lebar


"pulang sama siapa kamu? kayak nya buka denga yang tadi pagi jemput kamu?" tanya mamah nya Bella


"pulang sama teman mah!'


"cowo? terus yang tadi pagi jemput kamu siapa?'


"teman juga"


"kamu hati hati jangan Gonta ganti cowok" sahut mamah nya yang gereget dengan anak nya ini


"orang aku cuman temenan aja". sahut Bella kesal dan meninggalkan mamah nya ke kamar


"mau ke mana ? orang di bilangin yang benar malah kabur mau jadi apa kamu" teriak mamah nya Bella


" iya mah aku tau yang mamah maksud.. aku mau istirahat" teriak Bella dari depan pintu kamar nya


----🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹---


mobil Revan berhenti di depan pintu gerbang rumah orang tua nya.


tit..tit.. tit... Revan membunyikan klakson mobil nya dengan segera scurity di rumah itu membuka pintu gerbang dan mobil Revan langsung masuk ke dalam halaman rumah itu. namun saat dia berhenti di halaman itu terlihat satu mobil yang sudah terparkir.


"mobil siapa?" tanya Sintya


"gak tau mungkin lagi ada tamu" sahut Revan yang juga tidak tahu siapa yang datang di rumah orang tua nya.


tanpa menunggu lama Revan dan Sintya pun masuk ke dalam rumah itu. terlihat bunda nya yang langsung menyambut mereka dengan senyuman.


"ada siapa Bun? " tanya sintya yang langsung memberi pertanyaan


"oh ada tamu! kamu lagi hamil ya sayang?" tanya bunda nya Revan


"iya tapi aku belum periksa"


"secepat nya nanti di periksa ya"


"Aldo mana mah?" tanya Revan "aku kangen Aldo "


"hhmm Aldo ada...! di taman belakang" ucap bunda nya dengan suara berat


Sintya langsung penasaran perasaan nya seperti ada yang berbeda.


"aku mau temui Aldo dulu'' ucap Revan


" aku ikut" ucap Sintya yang langsung bergandeng tangan Revan


"sayang kamu gak di sini aja bantu bunda "

__ADS_1


"sebentar Bun Sintya temui Aldo dulu"


Revan dan Sintya pun langsung menuju taman belakang rumah dari arah kejauhan terlihat Aldo yang asik bermain dengan seorang cewe yang tidak pernah Sintya temui namun wajah nya seperti tidak asing bagi nya.


__ADS_2