Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
88


__ADS_3

maaf ya akhir akhir ini author jarang up karena lagi sibuk ujian. dan sekarang akan di lanjut lagi cerita nya


pagi ini mobil Heri sudah terparkir i depan rumah nya dini yah sudah lumayan lama dia menunggu dini. bebrapa menit kemudian dini pun keluar dari rumah nya.


"hey maaf ya lama menunggu" ucap dini menyapa Heri namun Heri hanya terdiam seperti lagi ada yang di pikirkan nya . tanpa menunggu lama dini pun langsung masuk ke dalam mobil nya


" kamu kenapa?" tanya dini sambil mengelus tangan nya Heri dan Heri pun tersadar dari lamunan nya.


"eh kamu! sudah lama?''


" apa yang kamu pikirkan? lagi ada masalah keluarga ya atau masalah kantor?"


"aku gak kenapa kenapa kok aku mungkin cuman ke capean aja "


" kalo kamu lagi ada masalah kamu bisa cerita sama aku jangan kamu pendam sendiri! aku ini pacar kamu jadi kamu jangan malu malu kalo lagi ada masalah"


" iya sayang! kamu gak usah perlu repot repot mau bantu aku.. masalah keluarga aku begitu berat jadi aku gak mau bebankan kamu! kami ada di samping aku itu udah bisa buat aku merasa bahagia"


dini tampa berkata apa apa dia langsung memeluk erat badan Heri


"kamu harus kuat ya aku sayang kamu aku janji selalu temani kamu dan selalu buat kamu bahagia! kamu harus jaga kesehatan kamu karena punggung kamu ini di perlukan banyak orang " ucap dini menghibur Deni sambil mengelus punggung nya


"iya sayang kamu janji ya jangan tinggalin aku"


" iya kamu juga janji kalo ada masalh harus cerita dengan aku"


"iya..' Heri pun melajukan mobil nya dengan kecepatan standar


beberapa menit di perjalan akhirnya mobil Heri berhenti di depan kantor nya dini.


"makasih ya sayang" ucap dini sambil mencium pipi Heri


" iya nanti siang kalo aku gak metting kita makan siang" ucap Heri sambil membalas ciuman nya dini


Heri dan dini pun turun dari mobil terlihat satu mobil warna putih yang berhenti tepat di sebelah mobil nya heri. terlihat di dari luar kaca di dalam nya ada dua sepasang laki laki dan perempuan. pintu mobil itu terbuka dan ternyata yang keluar Bella dan deni. terlihat begitu akrab seperti sepasang kekasih .


"makasih ya" ucap Bella sambil cupika cupiki pada Deni dan tangan Deni yang melingkar di pinggang nya bella


"iya aku langsung ke kantor ya" ucap Deni melepaskan tangan nya dari pinggang Bella


"iya kamu hati hati di jalan "


Heri dan dini terheran heran melihat kemesraan mereka berdua

__ADS_1


"hey duluan ya" sapa Bella pada Heri dan dini


"eh iya" sahut dini bingung


"apa sudah pacaran?" tanya Heri pada dini


"entah lah aku juga gak tau"


"hhm kalo Bella sama Deni ya bagus aja Deni juga baik orang nya " ucap heri


namun yang akan jadi masalah nya nanti bagaimana kalo Heri tau kalo lelaki yang selama ini di ingin ingin kan dan di cari cari adik nya adalah Deni. apa dia akan melarang adik nya atau gimana? yah tidak ada yang tau


"ya udah aku ke kantor ya! nanti aku telat " ucap Heri


"iya kamu hati hati di jalan"


Heri pun masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya. beberapa menit di perjalanan akhirnya dia tiba di kantor nya. sudah terlihat mobil raga yang sudah terparkir rapi.


"huh... akhirnya nongol juga nih anak" ucap Heri dalam hati .


Heri pun masuk ke dalam kantor nya menuju ruangan nya. saat di dalam ruangan nya terlihat raga yang sedang duduk sambil telengkup seperti sedang tidur.


"akhirnya pengantin baru masuk kerja lagi" ucap Heri menggoda raga namun raga menghiraukan ucapan Heri


"woy.. kenapa Lo? sakit? atau ngantuk?"


"hhm kerja lembur Lo.. yah maklum sih pengantin baru"


"yah lembur... lembur cari sate tengah malam"


" hah cari sate tengah malam? emang nya ada? kaya suzana aja istri Lo" ledek Heri


"iya gue keliling cari nya. yah emang dapat sih"


" yang sabar ya itu lah cerewet nya ibu hamil"


" tapi gak papak gue ikhlas demi istri dan anak gue" ucap raga yang sok kuat tapi tetap aja mata nya ngantuk


"untung untung istri Lo hamil mau makan! coba kaya Revan istri nya hamil susah makan dan sering sakit juga dia juga sering khawatir"


"nanti Lo kalo punya istri juga ngerasain " ucap raga


lain hal nya dengan Revan saat dia bangun tidur terlihat Sintya yang sudah rapi dan cantik mengenakan dres nya.

__ADS_1


"beb kamu mau kemana?" tanya Revan dengan suara serak serak nya


"mau pulang " ucao Sintya semangat


"pulang? kemana?"


"yah kerumah kita! aku mau pulang kerumah kita kita sudah lama nginap di sini"


"tapi sayang kalo kita di sana siapa yang temani kamu kalo aku lagi kerja"


" kan ada bi Inah yang bisa nemani aku"


"tapi sayang..."


"pokok nya aku mau pulang kalo kamu gak mau ya sudah kamu aja yang tinggal di sini aku bisa kok pulang sendiri" ucap Sintya sambil membalikkan badan nya tidak menghadap Revan lagi pertanda kalo dia sedang ngambek.


"iya iya kita pulang aku mandi dulu" ucap Revan yang langsung beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil handuk


"jangan lama mandi nya" teriak Sintya


"iya sayang.."


15 menit kemudian Revan sudah selesai mandi dan sudah selesai perpakaian kantor nya. dia dan Sintya pun segera turun dari kamar nya menuju ruang tamu.


"sarapan dulu" ucap bunda lili


Revan dan Sintya pun sarapan bersama sama kedua orang tua nya revan.


"Bun kami mau pulang kerumah kami" ucap Revan yang memulai pembicaraan


"kenapa? apa Sintya merasa terganggu dengan ada nya Ririn" tanya ayah nya Revan


"tidak..Sintya tidak merasa apa apa kepada Ririn Sintya merasa kelamaan aja nginap disini. rumah kelamaan kosong" ucao Sintya gugup menjawab pertanyaan ayah nya Revan


"hhmm padahal bunda lebih suka kamu di sini tapi kalo kamu mau pulang yah bunda gak bisa melarang kamu! kamu jaga kesehatan dan jaga kehamilan kamu ya"


"iya bun..


"kamu sering sering main ke sini "


Sintya hanya mengangguk . setelah selesai makan mereka pun langsung berpamitan untuk pulang


"yah bunda aku nitip Aldo ya tolong jagain dia" ucao Revan

__ADS_1


"iya.. bunda selalu jagain Aldo! kalian hati hati di jalan"


"iya" Revan dan Sintya pun bersalaman sebelum masuk ke dalam mobil nya . Revan pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah nya


__ADS_2